Senin, 02 Feb 2026 04:18 WIB

DFSK Segera Launching Mobil Listrik Mini, Ini Spek dan Harganya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 15 Sep 2022 17:45 WIB
Pameran DFSK di Atrium Galaxy Mall, Surabaya, selama 12-18 September mendatang.
Pameran DFSK di Atrium Galaxy Mall, Surabaya, selama 12-18 September mendatang.

selalu.id - Pabrik mobil asal China yang bernama DFSK memperkenalkan produk baru mereka yakni mobil listrik yang diberi nama mini EV.

Bersama 88 Organizer, DFSK menggelar pameran tunggal di Atrium Galaxy Mall, Surabaya, selama 12-18 September mendatang.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Operational Manager Manang Sejahtera Abadi selaku main dealer DFSK Surabaya, Yansen Tan mengatakan, pameran ini pertama kalinya dihadirkan produk mobil listrik Mini EV di Jawa Timur.

"Pameran ini masih memperkenalkan (Mini EV), belum dijual secara langsung, (sebab) rencana dipasarkan tahun depan, itu yang pertama," kata Yansen, Kamis (15/9/2022) siang.

Yansen menyampaikan, mini EV sengaja dihadirkan untuk mendukung program pemerintah tentang konsep mobil listrik yang ramah lingkungan.

"Tahun depan kita sudah mengeluarkan (Mini EV), OTR sekitar Rp230-250 juta, jarak tempuh baterai full sekitar 200 km (Surabaya-Malang PP), kecepatan 80-100 km/jam sebagai mobil dalam kota," kata Yansen, Kamis (15/9/2022).

Untuk pengisian listriknya, Yansen menerangkan, hanya butuh 4 jam pengisian full dengan alat bertegangan khusus.

Namun, jika menggunakan listrik rumahan bisa 8-10 jam, mudahnya dicas saat tidur, kemudian besok paginya sudah penuh.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

"Mobil ini jadi pilihan mobilitas dengan irit biaya, dan ramah lingkungan. Biaya maintenance sangat minim, karena tidak ada busi, seperti mobil tamiya, mobil dengan baterai,"paparnya.

"Infonya, pajak tahunan sangat murah, sekitar Rp500 ribu per tahun, sangat didukung pemerintah," lanjutnya.

Lebih lanjut Yansen menjelaskan, pihaknya juga meminta dukungan pemerintah berupa SPBU dengan tempat pengecasan khusus.

Sebab, menurutnya, menggunakan listrik biasa, pengisian akan lama, hal ini sudah dibicarakan dengan pemerintah, apalagi setiap merek juga akan mengeluarkan mobil listrik.

Baca Juga: Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

"Banyak sekali orang melakukan booking (Mini EV), tapi belum bisa dilayani, karena secara resmi tahun depan, bahkan indent pun belum bisa dilakukan, sebab kali ini lebih pengenalan produk, menggali langsung respon customer," tuturnya.

Ia menambahkan, potensi pasar mobil listrik tersebut sangat besar. Melihat bahan bakar saat ini sudah sangat mahal.

Bahkan, sekarang ini mobil konvensional 1.400 CC sudah dimasukkan pembatasan, sudah harus pakai Pertamax.

"Ini mobil listrik modelnya compact, lincah, irit bahan bakar, saya yakin bisa jadi pilihan, seperti saya yang setiap hari antar jemput anak sekolah, ini sangat memudahkan, banyak orang sudah mulai berpikir beralih ke mobil listrik," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

Konflik Lahan di Jember Masih Rawan, DPRD Dorong Peran Posbakum Desa

Konflik tersebut tidak hanya terjadi di kawasan pedesaan, tetapi juga merambah wilayah perkotaan dan berpotensi memicu gesekan sosial di tengah masyarakat.

Surabaya Mulai Kewalahan Tampung Hujan Ekstrem, 12 Sistem Drainase Diperbesar

Pada 2026, DSDABM melakukan intervensi terhadap 12 dari total 30 sistem drainase yang ada di Surabaya.