Selasa, 21 Jul 2026 21:41 WIB

Buntut Cuitan di Twitter, Ketua PWNU Jakarta Minta Eko Kuntadhi Dipolisikan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 15 Sep 2022 10:14 WIB
Screenshoot postingan di akun Twitter Eko Kuntadhi yang beredar
Screenshoot postingan di akun Twitter Eko Kuntadhi yang beredar

selalu.id - Ketua PWNU DKI Jakarta, KH Samsul Maarif menyayangkan cuitan yang dilontarkan oleh pegiat media sosial Eko Kuntadhi yang dianggap menciderai warga Nahdlatul Ulama (NU) dengan cuitan. Yang dianggap menghina istri dari Kiai NU di Jawa Timur.

Samsul Maarif menilai tindakan Eko tersebut mencerminkan pribadi yang tidak memahami nilai Pancasila. Hal ini karena Eko sudah menyinggung hak orang lain.

"Eko ini tidak memahami nilai nilai Pancasila, memang kita menghargai perbedaan iya.. kita negara demokrasi iya.. tetapi kita tidak boleh menyinggung hak orang lain serta menyakiti orang lain, apalagi yang disakiti ini merupakan istri dari tokoh kyai NU di Jawa Timur" jelas Kiai Samsul pada Selasa (14/9/2022).

Baca Juga: Perkuat Konsolidasi di Jawa Timur, Ali Mufthi Pastikan Golkar Hadir Melayani Rakyat

Lebih lanjut Kiai Samsul mengatakan bahwa dalam tradisi Nahdlatul Ulama seorang istri kyai merupakan sosok yang harus dihargai nama baiknya khususnya di Jawa Timur. Sehingga siapapun tidak boleh sembarangan menghina.

"Apalagi kata kata itu disampaikan kepada anak seorang istri kyai yang kita hargai betul nama baiknya di Jatim" kata Kiai Samsul.

Kiai Samsul pun meminta Eko Kuntadhi dapat diproses hukum apabila setelah ditelusuri terdapat unsur penghinaan. Meski Kiai Samsul tetap meminta dilakukan proses tabayun.

"Tetapi kalau itu sudah masuk ranah penghinaan, kalau bisa proses hukum, tetapi kalau masih bisa dilakukan proses tabayun itu lebih baik" tegas sosok yang pernah menjadi Sekretaris Umum MUI DKI Jakarta 2010 - 2013 ini.

Meski demikian, Kiai Samsul tetap meminta agar Eko Kuntadhi segera meminta maaf agar kejadian ini tidak berkepanjangan. Menurut Kiai Samsul permintaan maaf tidak cukup melalui media sosial namun harus datang langsung ke Jawa Timur.

Baca Juga: Sambangi Bawean, Golkar Jatim Serap dan Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Pulau

"Kalau ada iktikad baik tidak hanya cukup minta maaf karena sudah melebar, maka segera silaturahmi. Eko dengan sifat ksatria mau datang ke pondok pesantren minta maaf langsung. Saya kira kiai-kiai di Jawa Timur mau menerima dengan baik" jelas Samsul.

Diketahui, media sosial dihebohkan dengan unggahan pegiat media sosial Eko Kuntadhi yang mengunggah potongan ceramah video Ustadzah Imaz Fatimatuz Zahra atau yang akrab disapa Ning Imaz dari Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. Melalui unggahan akun twitternya, Eko Kuntadhi menyebut ceramah Neng Imaz terkait keadaan perempuan di surga dengan kata kata tidak pantas.

Sementara itu, postingan tersebut sudah tidak ada di akun media sosial Twitter Eko Kuntadhi menghilang.

Baca Juga: Wapres Gibran Puji Perekonomian Jatim

Berkaitan dengan ramainya komentar warganet khususnya kalangan Nahdliyin, Samsul meminta warga NU untuk tidak membalas dengan cacian serupa di media sosial.

"Harapannya teman NU tidak membalas cacian karena ada orang yang mencaci kita" imbau Samsul.

Samsul berharap masalah ini segera terselesaikan dengan baik agar tidak berlarut larut.(SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.