Minggu, 06 Sep 2026 04:03 WIB

Buntut Cuitan di Twitter, Ketua PWNU Jakarta Minta Eko Kuntadhi Dipolisikan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 15 Sep 2022 10:14 WIB
Screenshoot postingan di akun Twitter Eko Kuntadhi yang beredar
Screenshoot postingan di akun Twitter Eko Kuntadhi yang beredar

selalu.id - Ketua PWNU DKI Jakarta, KH Samsul Maarif menyayangkan cuitan yang dilontarkan oleh pegiat media sosial Eko Kuntadhi yang dianggap menciderai warga Nahdlatul Ulama (NU) dengan cuitan. Yang dianggap menghina istri dari Kiai NU di Jawa Timur.

Samsul Maarif menilai tindakan Eko tersebut mencerminkan pribadi yang tidak memahami nilai Pancasila. Hal ini karena Eko sudah menyinggung hak orang lain.

"Eko ini tidak memahami nilai nilai Pancasila, memang kita menghargai perbedaan iya.. kita negara demokrasi iya.. tetapi kita tidak boleh menyinggung hak orang lain serta menyakiti orang lain, apalagi yang disakiti ini merupakan istri dari tokoh kyai NU di Jawa Timur" jelas Kiai Samsul pada Selasa (14/9/2022).

Baca Juga: Menatap Abad Kedua NU di Bawah Kepemimpinan Teduh Gus Kikin

Lebih lanjut Kiai Samsul mengatakan bahwa dalam tradisi Nahdlatul Ulama seorang istri kyai merupakan sosok yang harus dihargai nama baiknya khususnya di Jawa Timur. Sehingga siapapun tidak boleh sembarangan menghina.

"Apalagi kata kata itu disampaikan kepada anak seorang istri kyai yang kita hargai betul nama baiknya di Jatim" kata Kiai Samsul.

Kiai Samsul pun meminta Eko Kuntadhi dapat diproses hukum apabila setelah ditelusuri terdapat unsur penghinaan. Meski Kiai Samsul tetap meminta dilakukan proses tabayun.

"Tetapi kalau itu sudah masuk ranah penghinaan, kalau bisa proses hukum, tetapi kalau masih bisa dilakukan proses tabayun itu lebih baik" tegas sosok yang pernah menjadi Sekretaris Umum MUI DKI Jakarta 2010 - 2013 ini.

Meski demikian, Kiai Samsul tetap meminta agar Eko Kuntadhi segera meminta maaf agar kejadian ini tidak berkepanjangan. Menurut Kiai Samsul permintaan maaf tidak cukup melalui media sosial namun harus datang langsung ke Jawa Timur.

Baca Juga: Setelah Voting, Pemilihan Ketum PBNU Berubah ke Mekanisme AHWA

"Kalau ada iktikad baik tidak hanya cukup minta maaf karena sudah melebar, maka segera silaturahmi. Eko dengan sifat ksatria mau datang ke pondok pesantren minta maaf langsung. Saya kira kiai-kiai di Jawa Timur mau menerima dengan baik" jelas Samsul.

Diketahui, media sosial dihebohkan dengan unggahan pegiat media sosial Eko Kuntadhi yang mengunggah potongan ceramah video Ustadzah Imaz Fatimatuz Zahra atau yang akrab disapa Ning Imaz dari Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. Melalui unggahan akun twitternya, Eko Kuntadhi menyebut ceramah Neng Imaz terkait keadaan perempuan di surga dengan kata kata tidak pantas.

Sementara itu, postingan tersebut sudah tidak ada di akun media sosial Twitter Eko Kuntadhi menghilang.

Baca Juga: Gus Salam Ungkap Muktamar ke-35 NU Diwarnai Kekerasan Panitia ke Peserta

Berkaitan dengan ramainya komentar warganet khususnya kalangan Nahdliyin, Samsul meminta warga NU untuk tidak membalas dengan cacian serupa di media sosial.

"Harapannya teman NU tidak membalas cacian karena ada orang yang mencaci kita" imbau Samsul.

Samsul berharap masalah ini segera terselesaikan dengan baik agar tidak berlarut larut.(SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.