Kamis, 04 Jun 2026 07:55 WIB

Buntut Cuitan di Twitter, Ketua PWNU Jakarta Minta Eko Kuntadhi Dipolisikan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 15 Sep 2022 10:14 WIB
Screenshoot postingan di akun Twitter Eko Kuntadhi yang beredar
Screenshoot postingan di akun Twitter Eko Kuntadhi yang beredar

selalu.id - Ketua PWNU DKI Jakarta, KH Samsul Maarif menyayangkan cuitan yang dilontarkan oleh pegiat media sosial Eko Kuntadhi yang dianggap menciderai warga Nahdlatul Ulama (NU) dengan cuitan. Yang dianggap menghina istri dari Kiai NU di Jawa Timur.

Samsul Maarif menilai tindakan Eko tersebut mencerminkan pribadi yang tidak memahami nilai Pancasila. Hal ini karena Eko sudah menyinggung hak orang lain.

"Eko ini tidak memahami nilai nilai Pancasila, memang kita menghargai perbedaan iya.. kita negara demokrasi iya.. tetapi kita tidak boleh menyinggung hak orang lain serta menyakiti orang lain, apalagi yang disakiti ini merupakan istri dari tokoh kyai NU di Jawa Timur" jelas Kiai Samsul pada Selasa (14/9/2022).

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Lebih lanjut Kiai Samsul mengatakan bahwa dalam tradisi Nahdlatul Ulama seorang istri kyai merupakan sosok yang harus dihargai nama baiknya khususnya di Jawa Timur. Sehingga siapapun tidak boleh sembarangan menghina.

"Apalagi kata kata itu disampaikan kepada anak seorang istri kyai yang kita hargai betul nama baiknya di Jatim" kata Kiai Samsul.

Kiai Samsul pun meminta Eko Kuntadhi dapat diproses hukum apabila setelah ditelusuri terdapat unsur penghinaan. Meski Kiai Samsul tetap meminta dilakukan proses tabayun.

"Tetapi kalau itu sudah masuk ranah penghinaan, kalau bisa proses hukum, tetapi kalau masih bisa dilakukan proses tabayun itu lebih baik" tegas sosok yang pernah menjadi Sekretaris Umum MUI DKI Jakarta 2010 - 2013 ini.

Meski demikian, Kiai Samsul tetap meminta agar Eko Kuntadhi segera meminta maaf agar kejadian ini tidak berkepanjangan. Menurut Kiai Samsul permintaan maaf tidak cukup melalui media sosial namun harus datang langsung ke Jawa Timur.

Baca Juga: 2 Jemaah Haji Probolinggo Masih Tertahan di Arab Saudi, Ini Identitas dan Penyebabnya

"Kalau ada iktikad baik tidak hanya cukup minta maaf karena sudah melebar, maka segera silaturahmi. Eko dengan sifat ksatria mau datang ke pondok pesantren minta maaf langsung. Saya kira kiai-kiai di Jawa Timur mau menerima dengan baik" jelas Samsul.

Diketahui, media sosial dihebohkan dengan unggahan pegiat media sosial Eko Kuntadhi yang mengunggah potongan ceramah video Ustadzah Imaz Fatimatuz Zahra atau yang akrab disapa Ning Imaz dari Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. Melalui unggahan akun twitternya, Eko Kuntadhi menyebut ceramah Neng Imaz terkait keadaan perempuan di surga dengan kata kata tidak pantas.

Sementara itu, postingan tersebut sudah tidak ada di akun media sosial Twitter Eko Kuntadhi menghilang.

Baca Juga: Idul Adha Jadi Momentum Kebersamaan, PDIP Jatim Salurkan 468 Sapi Kurban

Berkaitan dengan ramainya komentar warganet khususnya kalangan Nahdliyin, Samsul meminta warga NU untuk tidak membalas dengan cacian serupa di media sosial.

"Harapannya teman NU tidak membalas cacian karena ada orang yang mencaci kita" imbau Samsul.

Samsul berharap masalah ini segera terselesaikan dengan baik agar tidak berlarut larut.(SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Tersangka merupakan spesialis pembobol rumah kosong. Tersangka juga tercatat sebagai residivis dalam kasus serupa.