Rabu, 21 Okt 2026 07:57 WIB

Kisah Penari Remo di Surabaya yang Bisa Kuliah Lagi Berkat Mbak Puti Guntur

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 12 Sep 2022 18:11 WIB
Puti Guntur Soekarno bersama Monica Wara Santi
Puti Guntur Soekarno bersama Monica Wara Santi

selalu.id - Perjalanan hidup orang berbeda-beda. Untuk menuju tangga sukses, seseorang harus jatuh bangun mulai dari nol hingga harus berani mengambil keputusan untuk melanjutkan jenjang pendidikan lebih baik.

Kisah jatuh bangun ini dialami Monica Wara Santi, Alumni siswi SMKN XII Surabaya. Sebagai seorang penari remo, Monica memiliki perjalanan yang sangat menarik. Perjalanan hidup sebenarnya terjadi setelah Monica lulus sekolah. Layaknya siswa lain, ia pun ingin melanjutkan jenjang pendidikan lebih tinggi. Akhirnya, ia melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya, dengan jurusan seni tari.

Baca Juga: Bocoran Subsidi BBM di RAPBN 2027 pada Rapat Paripurna Besok

Perjalanan kuliah pun tak berlangsung lama, semester tiga menjadi titik pahit keputusan yang harus diambil. Kuliah yang membuatnya senang harus putus terbentur faktor ekonomi. Galau, sedih, marah, dan menyesal bercampur dihati Monica. Namun apa daya, garis sang pencipta harus dilalui, cobaan maha besar ini harus dilalui.

"Saya memutuskan untuk merantau di daerah tetangga, di Madura. Saya sangat patah semangat, dan waktu itu benar-benar tidak punya semangat," aku Monica.

Waktu itu, ujarnya, keinginan untuk kuliah sirna, akhirnya ia memutuskan untuk fokus pada pekerjaannya. Putri dari Wilhemus Wora dan Sumarni ini bekerja menjualkan kosmetik, namun pendapatan penjualan tidak mendukung untuk menyambung hidup. Apalagi, kondisi Covid-19 sangat berperan atas penurunan penghasilan.

Akhirnya, perempuan yang tinggal di Siwalankerto ini bekerja sebagai Barista di Kabupaten Sampang, Madura. Satu tahun lamanya ia harus berjuang menyambung hidup, karena ketekunan dan keuletannya, pekerjaan sebagai Barista dijalani dengan santai. Bahkan, ia mengaku memiliki sedikit tabungan untuk bekal simpanan.

Sejumlah uang tabungan yang tak banyak ini membuat gelora Monica untuk melanjutkan kuliah muncul kembali. Akhirnya, ia memutuskan untuk kuliah ke Malang dengan mendaftarkan ke UniVersitas Negeri Malang. Hasil coba-coba ini berhasil, Putri Pensiunan Dishub ini diterima kuliah di Malang. Namun lagi-lagi, persoalan biaya menghantui pikiran gadis ini.

"Saya bercerita dengan Bunda Nonik untuk melanjutkan kuliah. Namun saya terbentur biaya," ucap dia.

Baca Juga: Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Mendengar cerita itu, aku Monica, Bunda Nonik langsung menjawab, "Sek, tunggu dulu nduk (sebentar tunggu dulu nak)," kata bunda Nonik yang ditirukan Monica.

Bunda Nonik, lanjut Monica, langsung mengarahkan untuk bertemu dengan Aliyudin, Staf Ahli Anggota DPR RI Puti Guntur Soekarno. Pertemuan ini berjalan dengan singkat, akhirnya dirinya diputuskan untuk mendapatkan beasiswa dan melanjutkan kuliah di Univesitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya.
"Di kampus ini (UWK) saya dekat dengan rumah, dan bisa mendalami tari yang menjadi hobi," jelasnya.

Beasiswa inilah yang mengubah mimpinya menjadi kenyataan, secara tidak langsung, ia mengaku telah ditolong Anggota Komisi X DPR RI Puti Guntur Soekarno untuk mendapatkan beasiswa KIP Kuliah.

Baca Juga: Gotong Royong Holding Kawasan Industri, SIER Himpun dan Salurkan Bantuan Rp423 Juta untuk Korban Gempa NTT

"Saya benar-benar berterimakasih kepada Bu Puti (Puti Guntur Soekarno). Karena Beliau saya bisa kuliah, makasih Bu Puti," ucapnya berkali-kali sambil matanya berbinar-binar.

Anggota Komisi X DPR RI, Puti Guntur Soekarno mengaku bangga bisa berperan menjadi jembatan siswa yang putus kuliah dan melanjutkan kembali.

"Saya sebagai anggota Komisi X DPR RI Dapil Surabaya dan Sidoarjo akan sebisa mungkin membantu masyarakat yang membutuhkan. Kebetulan saya mitra Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jadi adik-adik akan saya dorong untuk melanjutkan kuliah dengan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah," ujarnya.

Puti mengaku akan mencari mahasiswa yang benar-benar membutuhkan seperti halnya Monica yang kuliah di Univesitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya.
"Sebagai anggota legislatif, saya akan menyalurkan bantuan dengan tepat sasaran," jelasnya. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.

Gegara Sampah, Garasi Rumah dan Mobil di Nganjuk Ludes Terbakar

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca berangin, apalagi musim kemarau.

Polda Jatim Minta Mahasiswa Kritis dan Objektif Sikapi Isu Daerah

Polda Jatim komitmen untuk terus memelihara komunikasi yang berkesinambungan dengan elemen mahasiswa demi terciptanya stabilitas kamtibmas yang aman dan damai.

Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

Integrasi ini memudahkan masyarakat mengakses layanan administrasi kependudukan tanpa harus mendatangi sejumlah kantor pelayanan secara terpisah.

Guru SMK Hamil 8 Bulan Tewas Usai Tabrak Minibus di Mojokerto, Ini Namanya

Peristiwa tragis itu terjadi ketika korban sedang perjalanan hendak menuju tempatnya mengabdi sebagai pendidik di Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Gelar Razia Simpatik, Petugas Bagi-bagi Helm SNI Buat Pengendara Taat Pajak di Sidoarjo

Ke depan, operasi simpatik dan penagihan dari rumah ke rumah akan terus digencarkan secara bergiliran di sejumlah lokasi strategis di Kabupaten Sidoarjo.