Minggu, 06 Sep 2026 05:55 WIB

Kisah Penari Remo di Surabaya yang Bisa Kuliah Lagi Berkat Mbak Puti Guntur

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 12 Sep 2022 18:11 WIB
Puti Guntur Soekarno bersama Monica Wara Santi
Puti Guntur Soekarno bersama Monica Wara Santi

selalu.id - Perjalanan hidup orang berbeda-beda. Untuk menuju tangga sukses, seseorang harus jatuh bangun mulai dari nol hingga harus berani mengambil keputusan untuk melanjutkan jenjang pendidikan lebih baik.

Kisah jatuh bangun ini dialami Monica Wara Santi, Alumni siswi SMKN XII Surabaya. Sebagai seorang penari remo, Monica memiliki perjalanan yang sangat menarik. Perjalanan hidup sebenarnya terjadi setelah Monica lulus sekolah. Layaknya siswa lain, ia pun ingin melanjutkan jenjang pendidikan lebih tinggi. Akhirnya, ia melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya, dengan jurusan seni tari.

Baca Juga: Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Perjalanan kuliah pun tak berlangsung lama, semester tiga menjadi titik pahit keputusan yang harus diambil. Kuliah yang membuatnya senang harus putus terbentur faktor ekonomi. Galau, sedih, marah, dan menyesal bercampur dihati Monica. Namun apa daya, garis sang pencipta harus dilalui, cobaan maha besar ini harus dilalui.

"Saya memutuskan untuk merantau di daerah tetangga, di Madura. Saya sangat patah semangat, dan waktu itu benar-benar tidak punya semangat," aku Monica.

Waktu itu, ujarnya, keinginan untuk kuliah sirna, akhirnya ia memutuskan untuk fokus pada pekerjaannya. Putri dari Wilhemus Wora dan Sumarni ini bekerja menjualkan kosmetik, namun pendapatan penjualan tidak mendukung untuk menyambung hidup. Apalagi, kondisi Covid-19 sangat berperan atas penurunan penghasilan.

Akhirnya, perempuan yang tinggal di Siwalankerto ini bekerja sebagai Barista di Kabupaten Sampang, Madura. Satu tahun lamanya ia harus berjuang menyambung hidup, karena ketekunan dan keuletannya, pekerjaan sebagai Barista dijalani dengan santai. Bahkan, ia mengaku memiliki sedikit tabungan untuk bekal simpanan.

Sejumlah uang tabungan yang tak banyak ini membuat gelora Monica untuk melanjutkan kuliah muncul kembali. Akhirnya, ia memutuskan untuk kuliah ke Malang dengan mendaftarkan ke UniVersitas Negeri Malang. Hasil coba-coba ini berhasil, Putri Pensiunan Dishub ini diterima kuliah di Malang. Namun lagi-lagi, persoalan biaya menghantui pikiran gadis ini.

"Saya bercerita dengan Bunda Nonik untuk melanjutkan kuliah. Namun saya terbentur biaya," ucap dia.

Baca Juga: Gotong Royong Holding Kawasan Industri, SIER Himpun dan Salurkan Bantuan Rp423 Juta untuk Korban Gempa NTT

Mendengar cerita itu, aku Monica, Bunda Nonik langsung menjawab, "Sek, tunggu dulu nduk (sebentar tunggu dulu nak)," kata bunda Nonik yang ditirukan Monica.

Bunda Nonik, lanjut Monica, langsung mengarahkan untuk bertemu dengan Aliyudin, Staf Ahli Anggota DPR RI Puti Guntur Soekarno. Pertemuan ini berjalan dengan singkat, akhirnya dirinya diputuskan untuk mendapatkan beasiswa dan melanjutkan kuliah di Univesitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya.
"Di kampus ini (UWK) saya dekat dengan rumah, dan bisa mendalami tari yang menjadi hobi," jelasnya.

Beasiswa inilah yang mengubah mimpinya menjadi kenyataan, secara tidak langsung, ia mengaku telah ditolong Anggota Komisi X DPR RI Puti Guntur Soekarno untuk mendapatkan beasiswa KIP Kuliah.

Baca Juga: Raih Dua Penghargaan Nasional, Surabaya Buktikan Satu Data NIK Pacu Pertumbuhan Ekonomi

"Saya benar-benar berterimakasih kepada Bu Puti (Puti Guntur Soekarno). Karena Beliau saya bisa kuliah, makasih Bu Puti," ucapnya berkali-kali sambil matanya berbinar-binar.

Anggota Komisi X DPR RI, Puti Guntur Soekarno mengaku bangga bisa berperan menjadi jembatan siswa yang putus kuliah dan melanjutkan kembali.

"Saya sebagai anggota Komisi X DPR RI Dapil Surabaya dan Sidoarjo akan sebisa mungkin membantu masyarakat yang membutuhkan. Kebetulan saya mitra Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jadi adik-adik akan saya dorong untuk melanjutkan kuliah dengan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah," ujarnya.

Puti mengaku akan mencari mahasiswa yang benar-benar membutuhkan seperti halnya Monica yang kuliah di Univesitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya.
"Sebagai anggota legislatif, saya akan menyalurkan bantuan dengan tepat sasaran," jelasnya. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.