Senin, 02 Feb 2026 05:08 WIB

Kya-Kya Kembang Jepun Surabaya Segera Dibuka, Begini Penampakannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 10 Sep 2022 00:47 WIB
Suasana di salah satu sudut Kya-Kya
Suasana di salah satu sudut Kya-Kya

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya mematangkan persiapan penataan destinasi wisata pecinan Kya-kya di kawasan Kembang Jepun.

Sebelum pembukaan, Pemkot melakukan trial terlebih dahulu, pihaknya, memberikan beberapa sentuhan untuk mempercantik kawasan itu.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Kabid Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya, Iman Kristian mengatakan, wisata pecinan ini bermaksud untuk mengembalikan kejayaan kya-kya masa lalu.

"Ada beberapa mural nanti, bagaimana bisa menarik pengunjung datang. Golnya kita ingin menghidupkan lagi kawasan kota lama," kata Iman Kristian, Jumat (9/9/2022).

Iman mengungkapkan, konsep penataan destinasi wisata kya-Kya, hampir sama dengan Tunjungan Romansa.

Seperti halnya, penataan kawasan itu mulai dari pedestrian hingga penambahan fasilitas penunjang seperti tempat duduk bagi pengunjung.

"Kita ingin best practice yang ada di Jalan Tunjungan bisa kita aplikasikan di sini (Kya-kya),"ujarnya.

"Harapannya kawasan kota lama ini hidupnya lebih lama. Karena kalau sekarang kan jam 18.00 WIB sudah sepi," lanjutnya.

Didalam kawasan wisata pecinan itu dihiasi dengan ornamen lampion yang lebih kekinian dan berkonsep pecinan.

"Kalau ornamen yang ditambahkan seperti chinatown, kekinian. Ada beberapa spot juga yang kita mural dengan tematiknya china peranakan, tapi konsepnya lebih modern,"tuturnya.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Nantinya, Pemkot bakal melakukan pelebaran pendistrian di kawasan kya-kya tahun 2023 mendatang .

"Mungkin tahun depan kita bikin pelebaran pedestrian, agar kawasan ini bisa lebih hidup seperti di Jalan Tunjungan," ujarnya.

Lebih lanjut Iman menjelaskan, pemkot juga bakal menertibkan sejumlah bangunan liar. Setelah ditertibkan, nantinya akan digunakan untuk sejumlah spot atau fasilitas penunjang.

"Lampion dan umbul-umbul juga akan ditambahkan. Intinya agar lebih rustic tempatnya. Selama ini kan orang takut lewat sini waktu malam. Nanti kita bikin beberapa pos jaga juga, harapannya kawasan ini lebih hidup 24 jam," jelasnya.

Untuk tahap pertama, destinasi wisata pecinan kya-kya akan dibuka mulai Jalan Kembang Jepun hingga menuju arah selatan ke perempatan Jalan Slompretan - Jalan Songoyudan atau sepanjang 250 meter.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Rencananya, kata dia, destinasi wisata pecinan kya-kya dibuka pada pekan ini.

"Untuk hari ini (Jumat 9/10/2022) dilakukan trial. Sedangkan openingnya masih dibicarakan, bisa dibuka pada Sabtu malam minggu. Pembukaan di tahap awal sampai Jalan Slompretan, nanti kita evaluasi sambil jalan," sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas UMKM dan Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya Fauzie Mustaqiem Yos menambahkan, bahwa untuk tahap awal, opening wisata pecinan kya-kya akan melibatkan sekitar 66 pelaku UMKM. Tentunya UMKM yang terlibat lebih banyak menghadirkan kuliner khas pecinan.

"UMKM nanti berasal dari wilayah setempat atau Kecamatan Pabean Cantian. Mungkin konsepnya nanti kita buat tempat duduk (stand) UMKMnya bersilang," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

Konflik Lahan di Jember Masih Rawan, DPRD Dorong Peran Posbakum Desa

Konflik tersebut tidak hanya terjadi di kawasan pedesaan, tetapi juga merambah wilayah perkotaan dan berpotensi memicu gesekan sosial di tengah masyarakat.