Jumat, 04 Sep 2026 16:57 WIB

Mensos Risma Siapkan Pekerjaan untuk Ibu dari Anak Korban Kekerasan di Blitar

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 05 Sep 2022 11:48 WIB
Mensos Risma saat di Blitar
Mensos Risma saat di Blitar

selalu.id - Libur di akhir pekan bukan menjadi hari yang senggang bagi Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini. Minggu siang (4/9/2022), Mensos dan rombongan bergerak menuju Blitar mengunjungi anak yang menjadi korban kekerasan.

Ini adalah kunjungan kedua setelah pagi harinya ia menemui anak korban kekerasan seksual di Sidoarjo.

Tiba di Wlingi Kabupaten Blitar, Mensos menemui si anak yang menjalani perawatan di lantai 3 RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.

Baca Juga: Gotong Royong Holding Kawasan Industri, SIER Himpun dan Salurkan Bantuan Rp423 Juta untuk Korban Gempa NTT

Di sini dia melihat dan memastikan secara langsung kondisi balita yang diduga mengalami penganiayaan. Setelah menyapa keluarga, Mensos juga menyapa RA.Tampak Mensos memotivasi RA.

Mensos juga mengajak RA bercanda dan memberikan semangat. Tampak Mensos membuka mainan dan mengajak bermain bersama.

RA mengalami kekerasan setelah dititipkan kepada orangtua angkat sekaligus tetangganya. Ibunya berencana pergi menjadi TKI. Kasus kekerasan tersebut telah mendapatkan penanganan kepolisian.

"Saya mendengar dan membaca mengenai kondisi balita ini. Apa masalahnya, kok aneh anak dititipkan ke tetangganya," ujar Risma usai menjenguk balita RA kepada awak media, Minggu (4/9).

Mensos Risma menyebut kondisi fisik balita RA sudah mulai membaik alias pulih. Namun, untuk kondisi psikisnya masih perlu penanganan lebih lanjut. Untuk itu, Mensos mengarahkan stafnya untuk memantau kondisinya.

Saat ini, ibu si balita sudah kembali dari penampungan TKI. Pihak Perusahaan Jasa Pengiriman TKI (PJTKI) telah mengizinkan si ibu kembali merawat RA.

Baca Juga: Raih Dua Penghargaan Nasional, Surabaya Buktikan Satu Data NIK Pacu Pertumbuhan Ekonomi

"Ibunya sudah kembali, sudah diijinkan untuk merawat anaknya. Karena kondisi anaknya kayaknya trauma berat. Anaknya juga tidak bisa pisah dari ibunya. Jadi staf saya tinggal di sini untuk menangani kondisi ini," kata Risma.

Kemensos telah menyelesaikan berbagai urusan antara si ibu dengan PJTKI. Untuk itu, Kepada ibu balita malang ini, Mensos meminta agar mengurungkan niatnya berangkat ke luar negeri menjadi TKI. Si ibu, perlu terus memperkuat peran dalam mengasuh anaknya.

"Keberadaan ibu sangat penting untuk memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal. Apalagi anak ini mengalami trauma setelah mengalami kekerasan. Kedekatan ibu dan anaknya diharapkan mempercepat pemulihan kondisi psikis anak," kata Mensos.

Untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, Mensos menawarkan kepada si Ibu untuk bekerja di Makam Bung Karno yang berada di bawah pengelolaan Kemensos.

Baca Juga: Demi Dongkrak Daya Beli, Pemprov Jatim Salurkan Bantuan Sosial Rp32,16 Miliar di Ngawi 

"Kalau mau nanti bisa bekerja di Makam Bung Karno, karena itukan di bawah Kemensos, kalau ibunya mau. Tapi katanya mau usaha di rumah. Ingin mengasuh anaknya karena masih trauma dan hanya mau dengan ibunya," katanya.

Balita tiga tahun asal Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar dilarikan ke Rumah Sakit usai mengalami luka-luka diduga karena dianiaya. Kondisi nahas balita diketahui oleh nenek kandungnya yang datang menjenguk.

Dalam kesempatan tersebut, Mensos memberikan sepeda, boneka, mainan, nutrisi dan vitamin seperti susu, madu, sari kurma, biolysin, aneka biscuit, serta buah-buahan.

Serta bantuan perlengkapan kebersihan diri berupa sabun mandi, pasta gigi, sikat gigi, shampo, sabun cuci, handuk, pakaian, pakaian dalam, pampers, minyak kayu putih, sandal, tisu basah, tisu kering dan bantuan lainnya senilai Rp5 juta. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.