Senin, 19 Okt 2026 19:32 WIB

Jusuf Kalla Khawatir Angka Pertumbuhan Covid-19 Jatim Melebihi Jakarta

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 17 Jun 2020 15:56 WIB

Surabaya (selalu.id) - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai tingginya angka kenaikan kasus Corona atau Covid-19 di Jawa Timur cukup mengkhawatirkan. Ia bahkan memprediksi, jika dalam sepekan kedepan tidak ada penurunan, maka posisi Jatim bisa menyalip DKI Jakarta.

Hal ini diungkapkan oleh JK yang juga Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) saat bertemu dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Dalam kasus ini JK menyebut, perbedaan antara Jatim dengan DKI Jakarta, adalah angka di Jatim makin naik sedangkan Jakarta hanya mencapai 150 an kasus perhari.

Baca Juga: Perkuat Sinergi, Kapolri Temui Rais Aam PBNU di Surabaya

"Tiap hari ada perbedaan (jumlah kasus) rata-rata, lebih tinggi Jawa Timur," ujarnya Rabu (17/6/2020).

Ia pun memprediksi jika peningkatan kasus di Jatim terus terjadi, maka dalam sepekan ke depan, Jatim akan menyalip kasus corona di DKI Jakarta.

Padahal, DKI Jakarta saat ini telah mengalami penurunan jumlah kasus positif corona perharinya. Meski masih mengalami peningkatan, namun menurut JK, angkanya cenderung melandai.

Baca Juga: Cegah Inflasi, Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah ke-158 di Mojokerto

"Dalam waktu seminggu kalau itu berlangsung terus, Jawa Timur bisa lebih tinggi daripada Jakarta. Jakarta mulai cenderung stabil turun, ini (Jatim) naik," katanya.

Untuk itu, ia berharap ada upaya lebih keras lagi dari Pemerintah daerah serta masyarakat untuk melakukan langkah sistematik mencegah penularan virus corona ini.

Baca Juga: DPRD Jatim Sahkan Perda Hak Disabilitas, Perkuat Perlindungan dan Kesetaraan Hukum

"Karena itu kita harus bersama-sama mencegah itu. Gubernur bekerja luar biasa, wali kota bekerja keras. Tapi perlu sistematik, terkoordinasi," ucapnya.

Sementara itu, berdasarkan catatan terbaru Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, kasus kumulatif positif corona di provinsi ini mencapai 8.290 kasus. Dari jumlah itu, 4.181 kasus di antaranya berada di Surabaya. Sementara berdasarkan data Gugus Tugas Pusat, DKI Jakarta memiliki 9.222 kasus.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.

SIER Unjuk Gigi di SPARK 2026 Malaysia, Buka Peluang Investasi Global ke Jawa Timur

Momen ini, SIER memboyong dua kawasan industri unggulannya, yakni kawasan SIER di Surabaya dan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) di Kabupaten Pasuruan.

Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

Limbah dari toilet, mandi, mencuci, dan memasak jika tidak ditangani bisa mencemari air tanah dan sungai.

Kasus Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

Saat ini, kepolisian telah menetapkan satu anak sebagai ABH, sementara peran anak lainnya masih terus didalami oleh tim penyidik.