Minggu, 01 Nov 2026 04:46 WIB

Angkut Jenazah Pasien Covid-19, Ambulans dan Petugas Dihadang Warga di Madura

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 15 Jun 2020 17:48 WIB

Surabaya (selalu.id) - Petugas yang hendak memakamkan pasien berstatus positif covid-19 dihadang ratusan warga yang menolak protokol pemakaman covid-19. Mereka bahkan hendak melucuti para petugas dengan alasan pemakaman harus dilaksanakan secara adat biasanya. Ini terjadi di Pamekasan,Madura.

Kejadian yang sempat mengancam jiwa para petugas ini diungkapkan oleh Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 RSUD Dr H Slamet Martodirdjo Pamekasan, Syaiful Hidayat. Ia menceritakan, jika kejadian tersebut sebenarnya terjadi pada Rabu (10/6) lalu, namun baru mencuat setelah videonya viral di media sosial (medsos).

Baca Juga: Jaga Kondusifitas, Polda Jatim Rangkul Ribuan Mahasiswa hingga Santri

"Ada pasien covid-19, baru seminggu dirawat, namun meninggal pada tanggal 10 lalu," ujarnya, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (15/6/2020).

Syaiful menceritakan, pada malam di hari yang sama, keluarga pasien pun berencana memakamkannya di salah satu kampung di Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, Madura. Lantaran dikawal oleh keluarga, petugas pun merasa aman dan mengirim jenazah dengan menggunakan protokol pemulasaran yang sudah ditetapkan.

Namun, belum sampai pada tanah pemakaman yang dituju, sekitar 300 an orang warga tiba-tiba menghadang laju iring-iringan kendaraan petugas dan keluarga. Mereka pun menuntut pada petugas, agar memakamkan jenazah seperti biasa. Massa bahkan meminta pada petugas, agar melucuti baju hazmat yang dikenakan, dan menggantinya dengan baju biasa.

"Petugas tentu menolaknya. Bahkan, pihak keluarga yang turut mengawal berusaha mencegah massa. Namun, karena situasi yang tidak kondusif, akhirnya jenazah diserahkan pada pihak keluarga untuk di makamkan," tambahnya.

Prosesi pemakaman, diakuinya sudah tidak sesuai dengan standart pemulasaran jenazah covid-19. Sehingga hal itu berpotensi menimbulkan persoalan baru. Oleh karenanya, pemerintah melalui puskesmas setempat akan melakukan tracing terhadap siapa saja yang melakukan kontak langsung atas jenazah tersebut.

Baca Juga: Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

"Dinas kesehatan melalui puskemas nanti yang akan melakukan tracing dan pemanggilan," tukasnya.

Sementara itu, terkait dengan penolakan yang dilakukan oleh warga, ia mengakui hal itu dikarenakan banyaknya warga yang termakan oleh berita-berita hoax alias berita-berita yang tidak benar. Sehingga, mereka secara spontan melakukan kejadian yang tidak diinginkan oleh semua pihak tersebut.

"Mereka banyak termakan hoax seperti, bahwa corona itu tidak ada, corona itu bohong, corona itu bisnisnya rumah sakit, bahkan ada yang mengatakan hal semacam itu langsung pada saya. Ini artia apa, mereka banyak yang termakan oleh hoax," tegasnya.

Baca Juga: DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Oleh karenanya, ia pun berharap agar semua pihak turut berpartisipasi menyelesaikan persoalan pemahanan masyarakat semacam ini.

"Persoalan itu tidak hanya diselesaikan dihilirnya saja, tapi hulunya juga turut diselesaikan juga. Apalagi, kejadian semacam ini bukan pertama kalinya," katanya.

Foto: Pemakaman pasien covid-19 di Surabaya

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sah! Hairul Syapril Sholeh Nahkoda Baru IKAPMII Jember 2026–2031

Kepengurusan baru ini diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas alumni sekaligus meningkatkan peran IKAPMII dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah

Bantu Pemulihan Pasokan Air Bersih, SIER Salurkan Dua Tandon Air bagi Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

selalu.id - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui program Tanggung Jawab

Bupati Jember Gus Fawait Turun Gunung Sosialisasikan Layanan Bunga Desaku

Gus Fawait menegaskan bahwa pengurusan administrasi kependudukan, khususnya Kartu Tanda Penduduk (KTP), tidak dipungut biaya.

Melihat Tradisi Tedak Sinten di Nganjuk, Sebar Uang Koin hingga Jadi Rebutan

selalu.id - Warga Dusun Kepuhtelu, Desa Balongrejo, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk masih melestarikan tradisi adat Jawa Piton-Piton atau yang juga dikenal

Polisi Bongkar Pengemasan Ulang Beras SPHP di Pasuruan, Empat Orang Diamankan

Pengungkapan tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang mencurigai adanya pengemasan ulang beras SPHP.

Roadshow Film Piye To Kih di Mojokerto, Angkat Genre Komedi, Cinta dan Persahabatan

Film komedi Jawa yang diangkat dari Woko Channel ini akan tayang perdana di seluruh bioskop Indonesia pada 19 November 2026.