Kamis, 04 Jun 2026 18:51 WIB

Angkut Jenazah Pasien Covid-19, Ambulans dan Petugas Dihadang Warga di Madura

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 15 Jun 2020 17:48 WIB

Surabaya (selalu.id) - Petugas yang hendak memakamkan pasien berstatus positif covid-19 dihadang ratusan warga yang menolak protokol pemakaman covid-19. Mereka bahkan hendak melucuti para petugas dengan alasan pemakaman harus dilaksanakan secara adat biasanya. Ini terjadi di Pamekasan,Madura.

Kejadian yang sempat mengancam jiwa para petugas ini diungkapkan oleh Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 RSUD Dr H Slamet Martodirdjo Pamekasan, Syaiful Hidayat. Ia menceritakan, jika kejadian tersebut sebenarnya terjadi pada Rabu (10/6) lalu, namun baru mencuat setelah videonya viral di media sosial (medsos).

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Ada pasien covid-19, baru seminggu dirawat, namun meninggal pada tanggal 10 lalu," ujarnya, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (15/6/2020).

Syaiful menceritakan, pada malam di hari yang sama, keluarga pasien pun berencana memakamkannya di salah satu kampung di Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, Madura. Lantaran dikawal oleh keluarga, petugas pun merasa aman dan mengirim jenazah dengan menggunakan protokol pemulasaran yang sudah ditetapkan.

Namun, belum sampai pada tanah pemakaman yang dituju, sekitar 300 an orang warga tiba-tiba menghadang laju iring-iringan kendaraan petugas dan keluarga. Mereka pun menuntut pada petugas, agar memakamkan jenazah seperti biasa. Massa bahkan meminta pada petugas, agar melucuti baju hazmat yang dikenakan, dan menggantinya dengan baju biasa.

"Petugas tentu menolaknya. Bahkan, pihak keluarga yang turut mengawal berusaha mencegah massa. Namun, karena situasi yang tidak kondusif, akhirnya jenazah diserahkan pada pihak keluarga untuk di makamkan," tambahnya.

Prosesi pemakaman, diakuinya sudah tidak sesuai dengan standart pemulasaran jenazah covid-19. Sehingga hal itu berpotensi menimbulkan persoalan baru. Oleh karenanya, pemerintah melalui puskesmas setempat akan melakukan tracing terhadap siapa saja yang melakukan kontak langsung atas jenazah tersebut.

Baca Juga: 2 Jemaah Haji Probolinggo Masih Tertahan di Arab Saudi, Ini Identitas dan Penyebabnya

"Dinas kesehatan melalui puskemas nanti yang akan melakukan tracing dan pemanggilan," tukasnya.

Sementara itu, terkait dengan penolakan yang dilakukan oleh warga, ia mengakui hal itu dikarenakan banyaknya warga yang termakan oleh berita-berita hoax alias berita-berita yang tidak benar. Sehingga, mereka secara spontan melakukan kejadian yang tidak diinginkan oleh semua pihak tersebut.

"Mereka banyak termakan hoax seperti, bahwa corona itu tidak ada, corona itu bohong, corona itu bisnisnya rumah sakit, bahkan ada yang mengatakan hal semacam itu langsung pada saya. Ini artia apa, mereka banyak yang termakan oleh hoax," tegasnya.

Baca Juga: Idul Adha Jadi Momentum Kebersamaan, PDIP Jatim Salurkan 468 Sapi Kurban

Oleh karenanya, ia pun berharap agar semua pihak turut berpartisipasi menyelesaikan persoalan pemahanan masyarakat semacam ini.

"Persoalan itu tidak hanya diselesaikan dihilirnya saja, tapi hulunya juga turut diselesaikan juga. Apalagi, kejadian semacam ini bukan pertama kalinya," katanya.

Foto: Pemakaman pasien covid-19 di Surabaya

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Wabup Mimik ajak Pelajar Sidoarjo Bijak Gunakan Teknologi

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menegaskan bahwa nilai utama yang harus dimiliki setiap manusia adalah kebermanfaatan bagi sesama.

Perawat RS Waluyo Jati Probolinggo yang Ngaku Dibegal Itu Ternyata Hoaks, Alasannya Bikin Emosi

Diketahui sebelumnya, Nugroho, warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, itu mengaku dibegal pada Senin (1/6/2026) malam.

Pecah Ban, Pikap Terguling di Tol SuMo 1 Tewas 2 Luka

pikap berwarna putih itu oleng lantaran sopir tidak bisa mengendalikan dan sempat menabrak guardrail atau pembatas jalan sisi kanan dan terguling.

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.