Selasa, 03 Feb 2026 20:52 WIB

Angkut Jenazah Pasien Covid-19, Ambulans dan Petugas Dihadang Warga di Madura

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 15 Jun 2020 17:48 WIB

Surabaya (selalu.id) - Petugas yang hendak memakamkan pasien berstatus positif covid-19 dihadang ratusan warga yang menolak protokol pemakaman covid-19. Mereka bahkan hendak melucuti para petugas dengan alasan pemakaman harus dilaksanakan secara adat biasanya. Ini terjadi di Pamekasan,Madura.

Kejadian yang sempat mengancam jiwa para petugas ini diungkapkan oleh Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 RSUD Dr H Slamet Martodirdjo Pamekasan, Syaiful Hidayat. Ia menceritakan, jika kejadian tersebut sebenarnya terjadi pada Rabu (10/6) lalu, namun baru mencuat setelah videonya viral di media sosial (medsos).

Baca Juga: Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

"Ada pasien covid-19, baru seminggu dirawat, namun meninggal pada tanggal 10 lalu," ujarnya, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (15/6/2020).

Syaiful menceritakan, pada malam di hari yang sama, keluarga pasien pun berencana memakamkannya di salah satu kampung di Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, Madura. Lantaran dikawal oleh keluarga, petugas pun merasa aman dan mengirim jenazah dengan menggunakan protokol pemulasaran yang sudah ditetapkan.

Namun, belum sampai pada tanah pemakaman yang dituju, sekitar 300 an orang warga tiba-tiba menghadang laju iring-iringan kendaraan petugas dan keluarga. Mereka pun menuntut pada petugas, agar memakamkan jenazah seperti biasa. Massa bahkan meminta pada petugas, agar melucuti baju hazmat yang dikenakan, dan menggantinya dengan baju biasa.

"Petugas tentu menolaknya. Bahkan, pihak keluarga yang turut mengawal berusaha mencegah massa. Namun, karena situasi yang tidak kondusif, akhirnya jenazah diserahkan pada pihak keluarga untuk di makamkan," tambahnya.

Prosesi pemakaman, diakuinya sudah tidak sesuai dengan standart pemulasaran jenazah covid-19. Sehingga hal itu berpotensi menimbulkan persoalan baru. Oleh karenanya, pemerintah melalui puskesmas setempat akan melakukan tracing terhadap siapa saja yang melakukan kontak langsung atas jenazah tersebut.

Baca Juga: Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

"Dinas kesehatan melalui puskemas nanti yang akan melakukan tracing dan pemanggilan," tukasnya.

Sementara itu, terkait dengan penolakan yang dilakukan oleh warga, ia mengakui hal itu dikarenakan banyaknya warga yang termakan oleh berita-berita hoax alias berita-berita yang tidak benar. Sehingga, mereka secara spontan melakukan kejadian yang tidak diinginkan oleh semua pihak tersebut.

"Mereka banyak termakan hoax seperti, bahwa corona itu tidak ada, corona itu bohong, corona itu bisnisnya rumah sakit, bahkan ada yang mengatakan hal semacam itu langsung pada saya. Ini artia apa, mereka banyak yang termakan oleh hoax," tegasnya.

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Oleh karenanya, ia pun berharap agar semua pihak turut berpartisipasi menyelesaikan persoalan pemahanan masyarakat semacam ini.

"Persoalan itu tidak hanya diselesaikan dihilirnya saja, tapi hulunya juga turut diselesaikan juga. Apalagi, kejadian semacam ini bukan pertama kalinya," katanya.

Foto: Pemakaman pasien covid-19 di Surabaya

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon. 

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.