Selasa, 21 Jul 2026 06:32 WIB

Angkut Jenazah Pasien Covid-19, Ambulans dan Petugas Dihadang Warga di Madura

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 15 Jun 2020 17:48 WIB

Surabaya (selalu.id) - Petugas yang hendak memakamkan pasien berstatus positif covid-19 dihadang ratusan warga yang menolak protokol pemakaman covid-19. Mereka bahkan hendak melucuti para petugas dengan alasan pemakaman harus dilaksanakan secara adat biasanya. Ini terjadi di Pamekasan,Madura.

Kejadian yang sempat mengancam jiwa para petugas ini diungkapkan oleh Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 RSUD Dr H Slamet Martodirdjo Pamekasan, Syaiful Hidayat. Ia menceritakan, jika kejadian tersebut sebenarnya terjadi pada Rabu (10/6) lalu, namun baru mencuat setelah videonya viral di media sosial (medsos).

Baca Juga: Perkuat Konsolidasi di Jawa Timur, Ali Mufthi Pastikan Golkar Hadir Melayani Rakyat

"Ada pasien covid-19, baru seminggu dirawat, namun meninggal pada tanggal 10 lalu," ujarnya, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (15/6/2020).

Syaiful menceritakan, pada malam di hari yang sama, keluarga pasien pun berencana memakamkannya di salah satu kampung di Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, Madura. Lantaran dikawal oleh keluarga, petugas pun merasa aman dan mengirim jenazah dengan menggunakan protokol pemulasaran yang sudah ditetapkan.

Namun, belum sampai pada tanah pemakaman yang dituju, sekitar 300 an orang warga tiba-tiba menghadang laju iring-iringan kendaraan petugas dan keluarga. Mereka pun menuntut pada petugas, agar memakamkan jenazah seperti biasa. Massa bahkan meminta pada petugas, agar melucuti baju hazmat yang dikenakan, dan menggantinya dengan baju biasa.

"Petugas tentu menolaknya. Bahkan, pihak keluarga yang turut mengawal berusaha mencegah massa. Namun, karena situasi yang tidak kondusif, akhirnya jenazah diserahkan pada pihak keluarga untuk di makamkan," tambahnya.

Prosesi pemakaman, diakuinya sudah tidak sesuai dengan standart pemulasaran jenazah covid-19. Sehingga hal itu berpotensi menimbulkan persoalan baru. Oleh karenanya, pemerintah melalui puskesmas setempat akan melakukan tracing terhadap siapa saja yang melakukan kontak langsung atas jenazah tersebut.

Baca Juga: Sambangi Bawean, Golkar Jatim Serap dan Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Pulau

"Dinas kesehatan melalui puskemas nanti yang akan melakukan tracing dan pemanggilan," tukasnya.

Sementara itu, terkait dengan penolakan yang dilakukan oleh warga, ia mengakui hal itu dikarenakan banyaknya warga yang termakan oleh berita-berita hoax alias berita-berita yang tidak benar. Sehingga, mereka secara spontan melakukan kejadian yang tidak diinginkan oleh semua pihak tersebut.

"Mereka banyak termakan hoax seperti, bahwa corona itu tidak ada, corona itu bohong, corona itu bisnisnya rumah sakit, bahkan ada yang mengatakan hal semacam itu langsung pada saya. Ini artia apa, mereka banyak yang termakan oleh hoax," tegasnya.

Baca Juga: Wapres Gibran Puji Perekonomian Jatim

Oleh karenanya, ia pun berharap agar semua pihak turut berpartisipasi menyelesaikan persoalan pemahanan masyarakat semacam ini.

"Persoalan itu tidak hanya diselesaikan dihilirnya saja, tapi hulunya juga turut diselesaikan juga. Apalagi, kejadian semacam ini bukan pertama kalinya," katanya.

Foto: Pemakaman pasien covid-19 di Surabaya

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.