Rabu, 21 Okt 2026 15:31 WIB

Menaker Ida Fauziah Upayakan Tekan Angka Pengangguran dengan Aplikasi Siap Kerja

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 07 Agu 2022 22:43 WIB
Menteri Tenaga Kerja, Ida Fauziyah saat menghadiri acara Talent Talks di Ciputra Word Surabaya
Menteri Tenaga Kerja, Ida Fauziyah saat menghadiri acara Talent Talks di Ciputra Word Surabaya

selalu.id - Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) mencatat angka pengangguran tertinggi pada lulusan Perguruan Tinggi dan SMK atau biasa disebut fresh graduate sebesar 12,5 persen.

Mentri Tenaga Kerja (Menaker), Ida Fauziyah mengatakan, tingginya angka pengangguran fresh graduate tersebut karena tidak adanya Link and Match secara umum.

Baca Juga: Lewat Job Fair, 5.120 Pencari Kerja Surabaya Sudah Ditempatkan hingga Juli 2026

Namun, justru angka pekerja lebih didominasi yang lulusan SMP. Hal itu dikarenakan, Ida menyebut, mereka yang lulusan SMP tidak pilih-pilih jenis pekerjaan.

"Tapi kalau yang lulusan perguruan tinggi dan SMK itu mereka mesti milih-milih, kerena itu angka pengangguran kita tertinggi,"kata Ida, usai mengisi acara Talent Talks di Ciputra Word, Surabaya, Minggu (7/8/2022).

Ida menjelaskan, untuk mengurangi penangguran lulusan Perguruan Tinggi dan SMK, pihaknya akan bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Kemnaker.

"Kita terus lakukan Link and Match apa yang terjadi, kebutuhan itu dipenuhi melalui pendidikan vokasi maupun non vokasi,"jelasnya.

Kemnaker juga memperkenalkan program salah satunya Aplikasi Siap Kerja terhadap masyarakat. Aplikasi ini, lanjut Ida, untuk memberikan informasi layanan Keternagakerjaan ke seluruh perusahaan dan stakholder serta para pencari kerja.

Baca Juga: Terapkan Kontrak Digital Pegawai, Pelindo Daya Sejahtera jadi Rujukan Emas UBS

"Dengan aplikasi Siap kerja ini bertemu antara pencari kerja dengan penyedia lowongan itu sendiri,"

"Sehingga kita sosialisasikan para pelaku usaha kecil, mahasiswa, anak-anak muda yang pekerja di swasta. Kita ingin mendengar suaranya, apakah program kami sudah menjawab kebutuhan mereka,"lanjutnya.

Lebih lanjut Ida juga menjelaskan, untuk layanan tenaga kerja Disabilitas di Jawa Timur, Kemnaker akan mendorong unit layanan tersebut yang dimiliki oleh Kabupaten dan Kota di Jawa Timur.

"Berdasarkan peraturan pemerintah, undang undang sudah ada (UU 8 tahun 2016). Sekarang kita dorong adalah awareness nya dari Pemerintah Kota dan Daerah dan kita juga dorong Wernees dari pelaku usaha,"terangnya.

Baca Juga: PDS Hadir di Dua Kampus Vokasi Jawa Timur, Bagikan Tips Arungi Dunia Kerja

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnakertrans) Surabaya, Achmad Zaini mengatakan untuk jumlah yang telah mendaftar di aplikasi Siap Kerja saat ini di Surabaya sebanyak 245 untuk perusahaan dan 846 lowongan aktif.

Zaini pun mengungkapkan akan terus bersinergis dengan pihak yang terkait di Surabaya. Pihaknya mengembangkan Aplikasi Siap Kerja tersebut.

"Akan saya data untuk perkembangan dimana perusahaan non surabaya. Tapi saya dahulukan kewajiban saya untuk warga Surabaya ya,"terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

Kepala Bidang Pajak Daerah Bapenda Surabaya Ekkie Noorisma menyebut, dua biang keroknya klasik tidak berizin dan belum bayar pajak.

21 Anggota Geng Motor Pengeroyok Pengunjung Angkringan di Mojokerto Diringkus

Tiga orang dilaporkan menjadi korban dan mengalami luka-luka, salah satunya luka robek diduga akibat senjata tajam.

Doa Kebangsaan di Mojokerto, Ning Ita dan Kapolres Kompak Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran

Doa bersama menjadi ikhtiar menyatukan tekad sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dan tokoh masyarakat dalam membangun bangsa.

Hilangkan Stigma Kampung Narkoba, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Bagi Warga Jalan Kunti 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, penindakan saja tidak cukup.

Ayah Bacok Dua Anak Kandung di Surabaya Gegara Sengketa Harta

Pelaku datang ke lokasi yang juga berfungsi sebagai hunian keluarga, dan menuntut secara kasar kepada Renata agar menyerahkan surat atau sertifikat bangunan.

SIER Perkuat Kerja Sama dengan Investor Jepang, Konjen Dukung Rencana Pengembangan Kawasan Industri

Selain membahas kerja sama yang telah berjalan, Takonai menyambut baik rencana SIER untuk terus mengembangkan kawasan industri di daerah lain.