Senin, 19 Okt 2026 03:50 WIB

Mantan Camat Terlibat Penipuan Loker, DPRD Surabaya Minta Pengawasan ASN Diperketat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 19 Apr 2026 17:15 WIB
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko. (Istimewa)
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko. (Istimewa)

selalu.id - Dugaan penipuan bermodus lowongan kerja yang menyeret mantan Camat Pakal berinisial D memantik reaksi keras dari DPRD Surabaya.

Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menilai kasus ini bukan sekadar persoalan individu, melainkan alarm bagi lemahnya pengawasan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Baca Juga: Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

Kasus ini mencuat setelah aduan warga diterima langsung Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, dan viral di media sosial.

Korban mengaku diminta membayar Rp25 juta agar anaknya bisa bekerja sebagai tenaga outsourcing di lingkungan pemkot. Namun, hingga berbulan-bulan, pekerjaan tak kunjung terealisasi dan uang tak kembali.

“Atas kejadian ini kami mengimbau agar setiap ASN dan pejabat publik tidak menyalahgunakan wewenang jabatan untuk melakukan perbuatan melawan hukum dan merugikan warga,” tegas Yona, Minggu (19/4/2026).

Politikus yang akrab disapa Cak Yebe itu menekankan, meskipun terduga pelaku kini telah pensiun, dugaan praktik tersebut terjadi saat yang bersangkutan masih aktif sebagai pejabat. Karena itu, menurutnya, proses hukum tetap harus berjalan.

Ia juga menilai, kasus ini berdampak langsung pada citra Pemkot Surabaya. Untuk itu, ia mendesak penguatan pengawasan internal, khususnya oleh inspektorat, agar praktik serupa tidak terulang.

Baca Juga: 40 Rumah di Jalan Ubi Surabaya Terancam Kehilangan Akses Jalan, DPRD Bilang Begini

“Citra pemerintah kota Surabaya tercoreng. Wali kota dan inspektorat harus lebih jeli dalam menempatkan ASN di pos-pos vital,” ujarnya.

Selain pengawasan, Yona menyoroti pentingnya integritas sebagai syarat utama dalam pengisian jabatan strategis. Ia mendorong transparansi melalui kewajiban pelaporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) hingga level camat dan lurah.

“Faktor integritas harus menjadi prioritas. LHKPN calon camat bahkan lurah adalah hal mutlak yang harus dilaporkan,” katanya.

Baca Juga: Polda Jatim Usut Kasus Dugaan Penipuan Arisan Meow Rp3,5 Miliar

Menurut dia, langkah hukum memang belum tentu mampu memulihkan seluruh kerugian korban. Namun, penegakan hukum tetap penting untuk memberikan efek jera bagi ASN maupun pejabat publik lainnya.

“Ini harus jadi pembelajaran agar tidak ada lagi praktik yang merugikan warga dan mencoreng institusi pemerintah,” tandasnya.

Sebelumnya, Wawali Surabaya Armuji menerima langsung laporan warga terkait dugaan penipuan tersebut. Dalam video yang beredar, korban mengaku telah menyerahkan uang kepada oknum pejabat dengan harapan memperoleh pekerjaan, namun janji itu tak pernah terealisasi.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hasil MU vs Leeds 1-1, Suporter The Red Devils Desak Carrick Out

Kondisi ini kian memojokkan posisi Michael Carrick di kursi kepelatihan. Suporter mulai kehilangan kesabaran dan meminta dia out atau dipecat.

Pendakian Horor Gunung Anjasmoro, Terjebak di Hutan Keramat dan Desa Terkutuk

Warga setempat meyakini barang siapa yang memasuki Desa Mahkota Prabu dan belum keluar sampai pagi menjelang, besar kemungkinan akan tinggal selamanya di sana.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

Armuji menantang seluruh kader PDIP di Dapilb5 Surabaya untuk menyapu bersih kemenangan di wilayah sasaran konsolidasi partai pada Pemilu 2029.

Polres Pasuruan Gerebek Narkoba di Prigen, Bekuk 4 Orang dan Sita Sabu-Ekstasi

Tim saat ini masih terus mendalami peran masing-masing individu serta mengejar potensi keterlibatan jaringan atau pelaku lain di balik kasus ini.