Selasa, 03 Feb 2026 17:15 WIB

Tim Unair Identifikasi Penyebab Kematian Paus di Pesisir Banyuwangi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 03 Agu 2022 16:08 WIB
Proses identivikasi penyebab kematian Paus di Perairan Banyuwangi
Proses identivikasi penyebab kematian Paus di Perairan Banyuwangi

selalu.id - Tim SIKIA Banyuwangi Universitas Airlangga (Unair) melakukan identifikasi penyebab matinya paus yang terdampar di pesisir Banyuwangi, Rabu (3/8/2022) lalu. Diketahui seekor Paus ditemukan mati di pesisir pantai di Banyuwangi pada Senin (1/8/2022) lalu.

Ketua tim identifikasi SIKIA Banyuwangi Unair, Aditya Yudhana mengungkapkan, ada sejumlah prosedur identifikasi yang dilakukan, diantaranya pengamatan eksternal, organ dan bagian lemak di bawah lapisan kulit atau yang dikenal dengan sebutan 'Belibis.

Baca Juga: 6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

"Kalau sudah dipindahkan ke daratan, kita amati anatomi eksternalnya dulu. Apakah ada luka maupun parasit yang ada di luar tubuh paus tersebut. Dan, seberapa parah kondisi luka atau parasit tersebut," kata Aditya, melalui keterangan persnya, Rabu (3/8/2022).

Kemudian identifikasi itu dilanjutkan dengan rongga perut yang dibedah dan diamati kondisi organ dalamnya.

Kata dia, tujuannya , untuk mengetahui apakah masih dapat dilakukan pengamatan laboratorium.

Namun, Aditya menyampaikan, secara primer beberapa organ yang diamati meliputi usus dan lambung untuk mengetahui secara langsung ada tidaknya kontaminasi cemaran sampah plastik.

Baca Juga: Dilantik Jadi Kapolresta, Kombes Rofiq Ajak Warga Banyuwangi Manfaatkan Call Center 110

"Selain itu, kita cek rongga dada seperti jantung dan paru-paru untuk mengetahui apakah ada penyakit bawaan yang berakibat pada kinerja jantung. Sedangkan paru-paru perihal suplai oksigen," jelasnya.

Lebih lanjut Aditya menjelaskan, timnya menemui sejumlah tantangan saat di lapangan. Misalnya, pemilihan organ yang masih bisa diuji lebih lanjut untuk mengetahui perubahan patologis atau kondisi abnormal paus sperma.

"Termasuk ada tidaknya parasit sebagai salah satu indikasi penyebab kematian paus sperma itu,"tuturnya.

Mengenai upaya evakuasi, Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Banyuwangi Ilzam Nuzuli menjelaskan, batas rekomendasi BKSDA dan dokter hewan, paus yang terdampar tersebut akan dipotong menjadi beberapa bagian.

Baca Juga: Laporan Warga ke 110, Polisi Banyuwangi Gerebek Kos dan Sita Ratusan Pil Terlarang

Potongan itu dijadikan sample penelitian dan identifikasi penyebab kematian. Selanjutnya, potongan itu akan dikubur. Lokasinya di pantai sekitar penemuan paus terdampar tersebut.

"Karena, tadi mau kita geser ke sebelah utara. Kapal tidak bisa mengevakuasi dan sudah kita upayakan ditarik menggunakan crane juga tidak mampu. Sehingga eksekusi (identifikasi, Red) secara langsung di lokasi," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.

Jelang HUT ke-18, Gerindra Surabaya Gelar Cek Kesehatan Gratis pada Lansia 

Selain pemeriksaan dasar, warga juga mendapatkan edukasi terkait kewaspadaan terhadap penyakit menular, termasuk Virus Nipah.

Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak 

Widyaswendra mengatakan bahwa tidak ada keterlambatan pelayanan yang berakibat cukup signifikan dan berpengaruh pada jadwal sandar kapal.