Sabtu, 05 Sep 2026 18:35 WIB

Tim Unair Identifikasi Penyebab Kematian Paus di Pesisir Banyuwangi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 03 Agu 2022 16:08 WIB
Proses identivikasi penyebab kematian Paus di Perairan Banyuwangi
Proses identivikasi penyebab kematian Paus di Perairan Banyuwangi

selalu.id - Tim SIKIA Banyuwangi Universitas Airlangga (Unair) melakukan identifikasi penyebab matinya paus yang terdampar di pesisir Banyuwangi, Rabu (3/8/2022) lalu. Diketahui seekor Paus ditemukan mati di pesisir pantai di Banyuwangi pada Senin (1/8/2022) lalu.

Ketua tim identifikasi SIKIA Banyuwangi Unair, Aditya Yudhana mengungkapkan, ada sejumlah prosedur identifikasi yang dilakukan, diantaranya pengamatan eksternal, organ dan bagian lemak di bawah lapisan kulit atau yang dikenal dengan sebutan 'Belibis.

Baca Juga: Lepas Puluhan Tukik ke Laut, PMI Surabaya Ikut Dukung Pelestarian Penyu di Banyuwangi

"Kalau sudah dipindahkan ke daratan, kita amati anatomi eksternalnya dulu. Apakah ada luka maupun parasit yang ada di luar tubuh paus tersebut. Dan, seberapa parah kondisi luka atau parasit tersebut," kata Aditya, melalui keterangan persnya, Rabu (3/8/2022).

Kemudian identifikasi itu dilanjutkan dengan rongga perut yang dibedah dan diamati kondisi organ dalamnya.

Kata dia, tujuannya , untuk mengetahui apakah masih dapat dilakukan pengamatan laboratorium.

Namun, Aditya menyampaikan, secara primer beberapa organ yang diamati meliputi usus dan lambung untuk mengetahui secara langsung ada tidaknya kontaminasi cemaran sampah plastik.

Baca Juga: Foto: Kemacetan Parah Menuju Akses Pelabuhan Ketapang Banyuwangi

"Selain itu, kita cek rongga dada seperti jantung dan paru-paru untuk mengetahui apakah ada penyakit bawaan yang berakibat pada kinerja jantung. Sedangkan paru-paru perihal suplai oksigen," jelasnya.

Lebih lanjut Aditya menjelaskan, timnya menemui sejumlah tantangan saat di lapangan. Misalnya, pemilihan organ yang masih bisa diuji lebih lanjut untuk mengetahui perubahan patologis atau kondisi abnormal paus sperma.

"Termasuk ada tidaknya parasit sebagai salah satu indikasi penyebab kematian paus sperma itu,"tuturnya.

Mengenai upaya evakuasi, Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Banyuwangi Ilzam Nuzuli menjelaskan, batas rekomendasi BKSDA dan dokter hewan, paus yang terdampar tersebut akan dipotong menjadi beberapa bagian.

Baca Juga: Akses Pelabuhan Ketapang Lumpuh, Macet Mengular hingga 10 Kilometer

Potongan itu dijadikan sample penelitian dan identifikasi penyebab kematian. Selanjutnya, potongan itu akan dikubur. Lokasinya di pantai sekitar penemuan paus terdampar tersebut.

"Karena, tadi mau kita geser ke sebelah utara. Kapal tidak bisa mengevakuasi dan sudah kita upayakan ditarik menggunakan crane juga tidak mampu. Sehingga eksekusi (identifikasi, Red) secara langsung di lokasi," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.