Sabtu, 06 Jun 2026 01:50 WIB

Tim Unair Identifikasi Penyebab Kematian Paus di Pesisir Banyuwangi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 03 Agu 2022 16:08 WIB
Proses identivikasi penyebab kematian Paus di Perairan Banyuwangi
Proses identivikasi penyebab kematian Paus di Perairan Banyuwangi

selalu.id - Tim SIKIA Banyuwangi Universitas Airlangga (Unair) melakukan identifikasi penyebab matinya paus yang terdampar di pesisir Banyuwangi, Rabu (3/8/2022) lalu. Diketahui seekor Paus ditemukan mati di pesisir pantai di Banyuwangi pada Senin (1/8/2022) lalu.

Ketua tim identifikasi SIKIA Banyuwangi Unair, Aditya Yudhana mengungkapkan, ada sejumlah prosedur identifikasi yang dilakukan, diantaranya pengamatan eksternal, organ dan bagian lemak di bawah lapisan kulit atau yang dikenal dengan sebutan 'Belibis.

Baca Juga: Rekomendasi Pusat Oleh-oleh Banyuwangi: Tempatnya Enak, Banyak Pilihan

"Kalau sudah dipindahkan ke daratan, kita amati anatomi eksternalnya dulu. Apakah ada luka maupun parasit yang ada di luar tubuh paus tersebut. Dan, seberapa parah kondisi luka atau parasit tersebut," kata Aditya, melalui keterangan persnya, Rabu (3/8/2022).

Kemudian identifikasi itu dilanjutkan dengan rongga perut yang dibedah dan diamati kondisi organ dalamnya.

Kata dia, tujuannya , untuk mengetahui apakah masih dapat dilakukan pengamatan laboratorium.

Namun, Aditya menyampaikan, secara primer beberapa organ yang diamati meliputi usus dan lambung untuk mengetahui secara langsung ada tidaknya kontaminasi cemaran sampah plastik.

Baca Juga: 6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

"Selain itu, kita cek rongga dada seperti jantung dan paru-paru untuk mengetahui apakah ada penyakit bawaan yang berakibat pada kinerja jantung. Sedangkan paru-paru perihal suplai oksigen," jelasnya.

Lebih lanjut Aditya menjelaskan, timnya menemui sejumlah tantangan saat di lapangan. Misalnya, pemilihan organ yang masih bisa diuji lebih lanjut untuk mengetahui perubahan patologis atau kondisi abnormal paus sperma.

"Termasuk ada tidaknya parasit sebagai salah satu indikasi penyebab kematian paus sperma itu,"tuturnya.

Mengenai upaya evakuasi, Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Banyuwangi Ilzam Nuzuli menjelaskan, batas rekomendasi BKSDA dan dokter hewan, paus yang terdampar tersebut akan dipotong menjadi beberapa bagian.

Baca Juga: Dilantik Jadi Kapolresta, Kombes Rofiq Ajak Warga Banyuwangi Manfaatkan Call Center 110

Potongan itu dijadikan sample penelitian dan identifikasi penyebab kematian. Selanjutnya, potongan itu akan dikubur. Lokasinya di pantai sekitar penemuan paus terdampar tersebut.

"Karena, tadi mau kita geser ke sebelah utara. Kapal tidak bisa mengevakuasi dan sudah kita upayakan ditarik menggunakan crane juga tidak mampu. Sehingga eksekusi (identifikasi, Red) secara langsung di lokasi," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.