Rabu, 22 Jul 2026 22:29 WIB

Antisipasi Penebalan Busa di Sungai Kalisari, Rumah Pompa Dimatikan Sementara

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 02 Agu 2022 16:20 WIB
Pemandangan Sungai Kalisari sesaat setelah rumah pompa dihentikan
Pemandangan Sungai Kalisari sesaat setelah rumah pompa dihentikan

selalu.id - Mengantisipasi tebalnya busa yang menyelimuti Sungai Kalisari Damen, Pemkot Surabaya menghentikan sementara rumah pompa air Kejawan Putih Tambak, Selasa (2/8/2022). Hal dilakukan untuk tidak menambah pembentukan busa baru.

Staf DLH Surabaya, Sapto Pamuji mengatakan, mematikan pompa air agar busa-busa tersebut tidak banyak dan menyebar.

Baca Juga: 75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

"Sementara pompa air dimatikan, lambat hilang sendiri sekitar satu jam,"kata Sapto.

Pantuan selalu.id busa-busa tersebut telah menipis dan nyaris hilang. Namun, saat pompa air dihidupkan kembali busa-busa tersebut muncul meskipun tidak sebanyak sebelumnya.

" Kalau yang kayak gini di Sungai Tambak Wedi dan Kenjeran sama,"jelasnya.

Sementara itu, Kepala DLH Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, busa tersebut terjadi karena ada turbulensi atau pengadukan dari proses pemompaan.

Baca Juga: Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Kata dia, ada limbah cair kegiatan dari rumah tangga yang langsung dibuang ke sungai seperti minyak goreng, lemak, air bekas cucian baju dan cucian dapur, dan lain sebagainya.

"Pada saat musim kemarau debit air sedikit, sehingga polutan tersebut konsentrasinya besar di sungai, pada saat musim hujan konsentrasi polutan kecil," ujarnya.

Sementara Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji saat mendatangi rumah pompa mengatakan, busa itu berasal dari limbah domestik salah satunya detergen yang masuk ke sungai.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

"Begitu pompa ini dinyalakan maka terjadi lah berbusa-busa, karena itu kan mengandung sesuatu detergen," ujar Armuji di lokasi.

Armuji juga membenarkan, busa-busa tersebut naik hingga terbang mengenai rumah warga.

"Ini sudah turun, tadi ngumpul naik ke rumah-rumah warga, apalagi ada tempat jualan warga, kan bahaya iku," ungkapnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.