Antisipasi Penebalan Busa di Sungai Kalisari, Rumah Pompa Dimatikan Sementara
- Penulis : Ade Resty
- | Selasa, 02 Agu 2022 16:20 WIB
selalu.id - Mengantisipasi tebalnya busa yang menyelimuti Sungai Kalisari Damen, Pemkot Surabaya menghentikan sementara rumah pompa air Kejawan Putih Tambak, Selasa (2/8/2022). Hal dilakukan untuk tidak menambah pembentukan busa baru.
Staf DLH Surabaya, Sapto Pamuji mengatakan, mematikan pompa air agar busa-busa tersebut tidak banyak dan menyebar.
Baca Juga: Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat
"Sementara pompa air dimatikan, lambat hilang sendiri sekitar satu jam,"kata Sapto.
Pantuan selalu.id busa-busa tersebut telah menipis dan nyaris hilang. Namun, saat pompa air dihidupkan kembali busa-busa tersebut muncul meskipun tidak sebanyak sebelumnya.
" Kalau yang kayak gini di Sungai Tambak Wedi dan Kenjeran sama,"jelasnya.
Sementara itu, Kepala DLH Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, busa tersebut terjadi karena ada turbulensi atau pengadukan dari proses pemompaan.
Baca Juga: Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya
Kata dia, ada limbah cair kegiatan dari rumah tangga yang langsung dibuang ke sungai seperti minyak goreng, lemak, air bekas cucian baju dan cucian dapur, dan lain sebagainya.
"Pada saat musim kemarau debit air sedikit, sehingga polutan tersebut konsentrasinya besar di sungai, pada saat musim hujan konsentrasi polutan kecil," ujarnya.
Sementara Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji saat mendatangi rumah pompa mengatakan, busa itu berasal dari limbah domestik salah satunya detergen yang masuk ke sungai.
Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari
"Begitu pompa ini dinyalakan maka terjadi lah berbusa-busa, karena itu kan mengandung sesuatu detergen," ujar Armuji di lokasi.
Armuji juga membenarkan, busa-busa tersebut naik hingga terbang mengenai rumah warga.
"Ini sudah turun, tadi ngumpul naik ke rumah-rumah warga, apalagi ada tempat jualan warga, kan bahaya iku," ungkapnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi