Kompleks Perguruan Muhammadiyah Caruban Diresmikan, Menko PMK: Semoga Berkah
- Penulis : Ade Resty
- | Jumat, 15 Jul 2022 23:06 WIB
selalu.id - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhajir Efendi meresmikan kompleks Peguruan Muhammdiyah Madiun di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Mejayan, Caruban, Kabupaten Madiun pada Kamis (14/7/2022).
Dalam sambutannya, Muhajir mengatakan Caruban sejak 2019 menjadi ibu kota kabupaten Madiun dan Muhammadiyah bagian tak terpisahkan dengan masyarakat Caruban.
Baca Juga: Sehari Dua Kepala Daerah Kader Gerindra Diringkus KPK, Pengamat: Poin untuk Prabowo
"Terima kasih kepada rektor UMM yang terus melanjutkan pembangunan madrasah di Caruban. Generasi penerus Muhammadiyah di Caruban harus kompak. Pengurus sebaiknya mempunyai visi yang maju ke depannya," ujar Muhajir.
Menurut Muhajir, Madrasah adalah tempat orang yang beramal, yang terus mengalir meski sudah meninggal nantinya.
"Selain bangga bisa ekspor bola, Caruban adalah penghasil bahkan ekspor porang. Semoga keberadaan sekolah ini membawa berkah. Sarannya pagar depan dibuka saja agar setiap saat siapa pun bisa ke masjid," jelasnya.
Baca Juga: Bersama BPIP, UNTAG Surabaya Perkuat Kurikulum Pancasila
Dalam kegiatan tersebut hadir pula Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. memmohon maaf karena peresmian MI dan SMP sempat beberapa kali tertunda karena jadwal yang selalu berbenturan. Terima kasih pada Bapak Muhajir Effendy yang merupakan putra daerah sekaligus yang mewakafkan tanahnya.
"Bersyukur Caruban punya putra daerah yang menjabat 2 kali sebagai menteri, guru besar, rektor UMM. Terus berkiprah tanpa kenal lelah untuk amal jariah," imbuhnya.
"Madrasah sebagai cikal bakal pendidikan Islam modern memadukan iman, akhlak dan kemajuan yang dipelopori oleh Kiai Ahmad Dahlan," tambah Haedar.
Baca Juga: Dapur Bergizi Perdana di Sukomanunggal Resmi Beroperasi, Ribuan Pelajar Siap Nikmati MBG
Bupati Madiun, Ahmad Dawami Ragil Saputro mengatakan, Madiun wilayahnya aman- aman saja, terbukti ketika ada acara besar KDI tidak ada tawuran.
"Sebuah kebanggaan kabupaten Madiun bisa ekspor bola untuk piala dunia. Terima kasih Muhammadiyah menyediakan pendidikan di kabupaten Madiun. Alhamdulillah tatap muka sudah dimulai di sekolah setelah 2 tahun daring," tutup Bupati Ahmad. (MDN/SL1)
Editor : Redaksi