Sabtu, 05 Sep 2026 15:15 WIB

Diprotes Warga Soal Chat WhatsApp, Staff Kelurahan Medokan Ayu Minta Maaf

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 12 Jul 2022 19:39 WIB
Balai Kota Surabaya Foto: Arif Fajar Ardianto
Balai Kota Surabaya Foto: Arif Fajar Ardianto

selalu.id - Protes warga terkait chat WhatsApp yang menyebutkan 'jangan membebani kelurahan' langsung direspon dengan permintaan maaf.

Saat dikonfirmasi, Staff Kasi Pemerintahan Kelurahan Medokan Ayu yang bernama Danu Prayogo mengakui bahwa dirinya yang berkomunikasi dengan warga tersebut dan telah meminta maaf.

Baca Juga: Bengkel dan Depot Air di Medokan Ayu Terbakar, Akses Jalan Hambat Penanganan

"Baik, kami sudah meminta maaf ke yang bersangkutan terkait kata-kata membebani," kata Danu, saat dihubungi selalu.id, Selasa (12/7/2022).

Danu menjelaskan bahwa dirinya adalah pejabat baru tahun 2022. Danu menceritakan bahwa berkas-berkas akta anak dari warga yang protes yang disebutkan bernama Zizi tersebut sebenarnya telah jadi tahun 2020.

Karena tidak diambil-ambil Zizi. Akhirnya, berkas tersebut hilang dan meminta Zizi untuk mengurus surat kehilangan dari Polsek.

"Terus saya suruh ngurus surat kehilangan ke polsek. Sudah jadi, akte juga sudah jadi. Tinggal berkas-berkas pribadi seperti surat kehilangan polsek ada di kelurahan, mohon segera diambil,"ujarnya.

Baca Juga: Kebakaran Hanguskan Warung di Medokan Ayu, Surabaya

Lebih lanjut, Danu menjelaskan bahwa tulisan yang 'jangan membebani kelurahan', maksud Danu adalah kelurahan tidak menyimpan berkas pribadi warga.

"Saya sudah minta maaf terkait kata membebani, mohon maaf atas kesalahan ketik dan salah memilh kata. Misal hilang lagi, kan kelurahan yang disalahkan,"terangnya.

Sebelumnya, akun twitter @ZiziSantoso membuat status tentang pelayanan salah satu kelurahan di Surabaya, mendapat respon kurang menyenangkan melalui pesan Whatshaap. Terkait pengurusan surat akta kelahiran anaknya.

Baca Juga: Ruang ICU RSUD Soewandhie Penuh, Warga Kenjeran Meninggal Saat Antre

Saat dikonfirmasi, Zizi bercerita bahwa dirinya hanya ingin mengambil akta kelahiran putrinya. Awalnya, akta kelahiran itu didapatkannya secara online sejak tahun 2020 lalu.

Namun, tidak ada notifikasi atau pemberitahuan dari kelurahan bahwa Ia harus mengambil akta kelahiran. Ia pun langsung datang ke Kelurahan Medokan Ayu.

"Sudah ada screenshot kitirnya (kertas laporan) dan sudah disana. Aku mau ambil itu ke kantor kelurahan. Saya bilang mau ambil," kata dia. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.

Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Tokoh masyarakat Surabaya, Saleh Mukadar, menilai penerapan aturan jam operasional secara seragam tanpa melihat jenis komoditas adalah langkah yang keliru.