Senin, 07 Sep 2026 12:13 WIB

Harga Sapi Anjlok Terdampak PMK Jelang Idul Adha, Ini Penjelasan Pakar Unair

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 23 Jun 2022 19:19 WIB
Peternakan sapi
Peternakan sapi

selalu.id - Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak di Indonesia memberikan dampak dengan harga sapi menjelang Idul Adha 1443 H mendatang.

Dengan dampaknya harga sapi tersebut, Pakar Unair atau Dosen Ilmu Ekonomi Universitas Airlangga, Rossanto Dwi Handayo, menyampaikan sejumlah alasan bahwa harga sapi saat ini menjadi dua bagian

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Rossanto mengatakan, untuk daerah yang terindikasi terkena wabah PMK, maka harga sapi akan menurun. Sedangkan, daerah yang tidak terkena wabah PMK harga sapi akan meningkat.

"Masyarakat cenderung tidak percaya untuk membeli sapi pada daerah-daerah yang terindikasi terkena wabah PMK. Ini pengaruh
pada supply dan demand sapi di suatu daerah dan mempengaruhi harga pasarnya,"kata Rossanto, Kamis (23/6/2022).

Menurutnya, harga sapi menjelang Idul Adha terutama mulai dua minggu sebelumnya diprediksi akan meningkat.

Sebab, demand yang akan meningkat, para peternak juga akan tetap berusaha menjual sapi-sapinya yang terdampak wabah PMK.

Kata dia, sampai saat ini belum ada evidence penularan PMK dari hewan kepada manusia selama daging tersebut dimasak dengan benar.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

"Mereka (peternak) akan tetap menjual itu (sapi terdampak wabah PMK) secara tidak melalui lembaga formal, misalnya RPH (rumah potong hewan) karena sapi-sapi yang masuk ke RPH ini sudah harus terstandarisasi, harus mendapat stempel kesehatan dari balai karantina hewan, dari dinas setempat," terang Rossanto.

Lebih lanjut Rossanto menjelaskan, kembalinya harga sapi ke harga normal dimungkinkan jika pemerintah melakukan mitigasi yang optimal. Apalagi, saat ini predikat Indonesia sebagai negara bebas PMK telah dicabut.

"Pemerintah harus bisa menyediakan vaksinasi sebagai upaya mitigasi secara masif untuk mengatasi itu (wabah PMK)," tegasnya.

"Karena kalau tidak maka penyebaran akan semakin meningkat dan tentunya akan merugikan produsen dan juga masyarakat itu sendiri sebagai pembeli," tambahnya.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Rossanto juga menyarankan sejumlah solusi yang bisa dilakukan untuk mengendalikan harga sapi. Salah satunya dengan melakukan impor yang bisa menjaga ketahanan pangan.

"karena daging ini juga memberikan kontribusi terhadap inflasi, sehingga bisa melebar ke sektor-sektor yang lain," terangnya.

Selain itu, revolusi industri di peternakan juga bisa dilakukan pemerintah agar wabah PMK dapat terkendali dengan baik. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Harga Emas Antam Hari Ini: Kurang Baik Tapi Masih Lumayan, Ini Rinciannya 

Sebagai informasi, harga buyback ini merupakan harga yang didapat jika pemegang emas Antam ingin menjual kembali emasnya.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Pengangguran Lagi Beruntung, Yang Kerja juga Ada Peluang Menarik

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.