Selasa, 03 Feb 2026 16:53 WIB

Harga Sapi Anjlok Terdampak PMK Jelang Idul Adha, Ini Penjelasan Pakar Unair

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 23 Jun 2022 19:19 WIB
Peternakan sapi
Peternakan sapi

selalu.id - Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak di Indonesia memberikan dampak dengan harga sapi menjelang Idul Adha 1443 H mendatang.

Dengan dampaknya harga sapi tersebut, Pakar Unair atau Dosen Ilmu Ekonomi Universitas Airlangga, Rossanto Dwi Handayo, menyampaikan sejumlah alasan bahwa harga sapi saat ini menjadi dua bagian

Baca Juga: Jelang HUT ke-18, Gerindra Surabaya Gelar Cek Kesehatan Gratis pada Lansia 

Rossanto mengatakan, untuk daerah yang terindikasi terkena wabah PMK, maka harga sapi akan menurun. Sedangkan, daerah yang tidak terkena wabah PMK harga sapi akan meningkat.

"Masyarakat cenderung tidak percaya untuk membeli sapi pada daerah-daerah yang terindikasi terkena wabah PMK. Ini pengaruh
pada supply dan demand sapi di suatu daerah dan mempengaruhi harga pasarnya,"kata Rossanto, Kamis (23/6/2022).

Menurutnya, harga sapi menjelang Idul Adha terutama mulai dua minggu sebelumnya diprediksi akan meningkat.

Sebab, demand yang akan meningkat, para peternak juga akan tetap berusaha menjual sapi-sapinya yang terdampak wabah PMK.

Kata dia, sampai saat ini belum ada evidence penularan PMK dari hewan kepada manusia selama daging tersebut dimasak dengan benar.

Baca Juga: Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak 

"Mereka (peternak) akan tetap menjual itu (sapi terdampak wabah PMK) secara tidak melalui lembaga formal, misalnya RPH (rumah potong hewan) karena sapi-sapi yang masuk ke RPH ini sudah harus terstandarisasi, harus mendapat stempel kesehatan dari balai karantina hewan, dari dinas setempat," terang Rossanto.

Lebih lanjut Rossanto menjelaskan, kembalinya harga sapi ke harga normal dimungkinkan jika pemerintah melakukan mitigasi yang optimal. Apalagi, saat ini predikat Indonesia sebagai negara bebas PMK telah dicabut.

"Pemerintah harus bisa menyediakan vaksinasi sebagai upaya mitigasi secara masif untuk mengatasi itu (wabah PMK)," tegasnya.

"Karena kalau tidak maka penyebaran akan semakin meningkat dan tentunya akan merugikan produsen dan juga masyarakat itu sendiri sebagai pembeli," tambahnya.

Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Rossanto juga menyarankan sejumlah solusi yang bisa dilakukan untuk mengendalikan harga sapi. Salah satunya dengan melakukan impor yang bisa menjaga ketahanan pangan.

"karena daging ini juga memberikan kontribusi terhadap inflasi, sehingga bisa melebar ke sektor-sektor yang lain," terangnya.

Selain itu, revolusi industri di peternakan juga bisa dilakukan pemerintah agar wabah PMK dapat terkendali dengan baik. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

Aliansi Gempar menegaskan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Inspektorat Jatim, untuk segera ditindaklanjuti.

31 Ribu Kursi Tiket Kereta Lebaran 2026 di Daop 8 Surabaya Telah Terjual

Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring dibukanya masa pemesanan tiket secara bertahap.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.