Kamis, 22 Okt 2026 16:18 WIB

Harga Sapi Anjlok Terdampak PMK Jelang Idul Adha, Ini Penjelasan Pakar Unair

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 23 Jun 2022 19:19 WIB
Peternakan sapi
Peternakan sapi

selalu.id - Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak di Indonesia memberikan dampak dengan harga sapi menjelang Idul Adha 1443 H mendatang.

Dengan dampaknya harga sapi tersebut, Pakar Unair atau Dosen Ilmu Ekonomi Universitas Airlangga, Rossanto Dwi Handayo, menyampaikan sejumlah alasan bahwa harga sapi saat ini menjadi dua bagian

Baca Juga: Massa Demo Berpakaian Serba Hitam Mulai Datang di Depan Grahadi Surabaya

Rossanto mengatakan, untuk daerah yang terindikasi terkena wabah PMK, maka harga sapi akan menurun. Sedangkan, daerah yang tidak terkena wabah PMK harga sapi akan meningkat.

"Masyarakat cenderung tidak percaya untuk membeli sapi pada daerah-daerah yang terindikasi terkena wabah PMK. Ini pengaruh
pada supply dan demand sapi di suatu daerah dan mempengaruhi harga pasarnya,"kata Rossanto, Kamis (23/6/2022).

Menurutnya, harga sapi menjelang Idul Adha terutama mulai dua minggu sebelumnya diprediksi akan meningkat.

Sebab, demand yang akan meningkat, para peternak juga akan tetap berusaha menjual sapi-sapinya yang terdampak wabah PMK.

Kata dia, sampai saat ini belum ada evidence penularan PMK dari hewan kepada manusia selama daging tersebut dimasak dengan benar.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

"Mereka (peternak) akan tetap menjual itu (sapi terdampak wabah PMK) secara tidak melalui lembaga formal, misalnya RPH (rumah potong hewan) karena sapi-sapi yang masuk ke RPH ini sudah harus terstandarisasi, harus mendapat stempel kesehatan dari balai karantina hewan, dari dinas setempat," terang Rossanto.

Lebih lanjut Rossanto menjelaskan, kembalinya harga sapi ke harga normal dimungkinkan jika pemerintah melakukan mitigasi yang optimal. Apalagi, saat ini predikat Indonesia sebagai negara bebas PMK telah dicabut.

"Pemerintah harus bisa menyediakan vaksinasi sebagai upaya mitigasi secara masif untuk mengatasi itu (wabah PMK)," tegasnya.

"Karena kalau tidak maka penyebaran akan semakin meningkat dan tentunya akan merugikan produsen dan juga masyarakat itu sendiri sebagai pembeli," tambahnya.

Baca Juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

Rossanto juga menyarankan sejumlah solusi yang bisa dilakukan untuk mengendalikan harga sapi. Salah satunya dengan melakukan impor yang bisa menjaga ketahanan pangan.

"karena daging ini juga memberikan kontribusi terhadap inflasi, sehingga bisa melebar ke sektor-sektor yang lain," terangnya.

Selain itu, revolusi industri di peternakan juga bisa dilakukan pemerintah agar wabah PMK dapat terkendali dengan baik. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ketua BEM Unair Ngaku Ditahan di Polda Jatim Gegara Dituduh Sebar Ajakan Kerusuhan

Ia juga menegaskan bahwa tuduhan mengenai gerakan yang dikondisikan tidaklah benar.

Peringatan Hari Santri, DPW PKB Jatim: Jihad Masa Kini adalah Melawan Karhutla

DPW PKB Jatim secara simbolis menyerahkan 5.000 bibit pohon kepada peserta apel sebagai wujud nyata komitmen menjaga kelestarian lingkungan.

Ruang Data Centre Lama Untag Terbakar, Satu PMK Diterjunkan

Alarm langsung berbunyi setelah muncul kepulan asap.

Carok di Sidoarjo, Pria Misterius Tewas dan Pedagang Es Degan Terluka

Polisi masih mendalami aksi pertengkaran berdarah yang mengakibatkan korban jiwa ini.

Perampokan Toko Emas di Jember, Pelaku Bawa Tas Isi Mata Uang Asing dan Valas Raib

Pelaku juga membacok pemilik toko emas murni Aliong dan ibunya.

67 Bangunan Liar di Frontage Road Sidoarjo Diratakan

selalu.id - Pemkab Sidoarjo menurunkan sekitar 600 personel gabungan untuk membongkar 67 bangunan liar di sepanjang frontage road di Kecamatan Waru, Gedangan,