Selasa, 21 Jul 2026 23:03 WIB

Begini Tanggapan KUA Soal Pernikahan Beda Agama

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 22 Jun 2022 14:25 WIB
ilustrasi pernikahan. Foto: istimewa
ilustrasi pernikahan. Foto: istimewa

selalu.id - Pendaftaran pernikahan beda agama cukup dilakukan ke Kantor Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).Hal itu disampaikan oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gubeng, Surabaya, Abdul Wahid Boedin.

"Tidak perlu datang ke KUA. Cukup ke Dinas Dukcapil bila ingin menikah beda agama," kata Wahid, Rabu (22/6/2022).

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Wahid menjelaskan bahwa tercantum di undang-undang perkawinan yang berlaku itu. Apabila pernikahan beda agama di Indonesia tidak dianggap sah oleh hukum.

"Kecuali, jika salah satu pihak mengikuti agama pihak lainnya,"ujarnya.

Hal itu sesuai Surat Edaran (SE)dari Mahkamah Agung tanggal 30 Januari 2019 No.231/PAN/HK.05/1/2019 poin 2 yang menjelaskan tentang pencatatan perkawinan beda agama.

"Perkawinan beda agama tidak diakui oleh negara dan tidak dapat dicatatkan,"jelasnya.

Akan tetapi, lanjut Wahid, jika perkawinan tersebut dilaksanakan berdasarkan agama dan salah satu pasangan dan pasangan yang lain menundukkan diri kepada agama pasangannya, maka perkawinan tersebut dapat dicatatkan.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Wahid pun mencontohkan, jika perkawinan dilaksanakan berdasarkan agama Kristen maka dicatatkan di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Begitu juga, jika perkawinan dilaksanakan berdasarkan agama Islam.

"Maka perkawinan pasangan tersebut dicatatkan di Kantor Urusan Agama (KUA). Jadi baru boleh ke KUA bila salah satu pihak sudah muallaf (masuk Islam). KUA tidak menerima pernikahan beda agama," tegasnya.

Lebih lanjut Wahid menjelaskan, pernikahan yang dicatat di KUA hanya sebagai pernikahan yang disetujui oleh agama Islam saja. KUA tidak menerima pernikahan beda agama.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

"Jadi bukan nikah di KUA dulu, baru di tempat ibadah lain. Bukan kayak di TV-TV gitu ya. Tapi juga jangan muallaf dulu terus balik lagi ke agama asal," terangnya.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya kabulkan pernikahan beda agama yang dialami pasangan suami istri (Pasutri) berisinial BA dan EDS telah disahkan, Selasa (21/6/2022).

Pemohon pasutri itu disahkan dan tercatat dalam penetapan Nomor 916/Pdt.P/2022/PN.Sby. Keduanya merupakan calon pengantin perempuan yang beragama Kristen dan Islam. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.