Selasa, 21 Jul 2026 19:04 WIB

Koalisi Bareng PKB dan PKS pada Pilpres 2024, Demokrat: Bisa Tambah Lagi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 18 Jun 2022 18:52 WIB
Lambang partai Demokrat
Lambang partai Demokrat

selalu.id - Juru bicara DPP Demokrat, Herzaky Mahendra Putra mengungkapkan beberapa alasan menjalin koalisi dengan PKB dan PKS dalam menghadapi Pilpres 2024. Salah satunya adalah Kesamaan dan pernah bekerja sama di kabinet.

"Ada kesamaan platform, visi dan cara pandang dalam memperjuangkan hak-hak dan program-program pro rakyat," kata Herzaky dalam keterangan resminya, Sabtu (18/6/2022).

Baca Juga: Penebangan Hutan Ilegal Picu Risiko Karhutla, Anggota DPRD Jatim Minta Pengawasan Diperketat

Menurut Herzaky, koalisi mengutamakan program dan tak ada partai yang mendominasi. Semuanya saling membangun kepercayaan dan soliditas demi kepentingan bersama.

"Kita (PD-PKS-PKB) pernah sama-sama dalam pemerintahan pada periode 2004-2014. Soal Capres/Cawapres kami kesampingkan dulu. Yg kami utamakan adalah apa yang terbaik untuk rakyat,"ujarnya.

Herzaky menambahkan bahwa masih ada satu partai lagi diluar PKB dan PKS yang intens menjalin komunikasi. Namun, Ia tidak menyebutkan partai yang dimaksud.

Baca Juga: 38 Ketua DPC PKB Se-Jatim Resmi Ditetapkan, Berikut Daftar Namanya

"Masih ada satu partai lagi diluar PKB dan PKS yang mau gabung koalisi ini," pungkasnya.

Koalisi antara Demokrat, PKB, dan PKS bisa mengusung capres-cawapres di Pilpres 2024. Berdasarkan UU No. 7 tahun 2017 tentang Pemilu, kursi di DPR milik ketiga partai tersebut. sudah cukup untuk mengusung pasangan calon.

Baca Juga: Di Lokasi Padat Pemukiman Surabaya, Warga Masih Keluhkan Kampung Gelap

Sejauh ini sudah ada partai lain yang membentuk koalisi untuk menghadapi Pilpres2024 yaitu Golkar, PAN dan PPP. Mereka membentuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Tinggal NasDem, PDIP dan Gerindra yang belum membentuk koalisi untuk menghadapi Pilpres 2024. PDIP bisa mengusung capres-cawapres tanpa berkoalisi. NasDem dan Gerindra masih butuh teman koalisi karena masih kekurangan kursi DPR untuk mengusung capres-cawapres. (SL2)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter. 

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.

Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir

Pemkab Sidoarjo menilai seluruh anak berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman tanpa membedakan lokasi tempat tinggal mereka.

MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

Fenny mengatakan lomba ini sejalan dengan upaya mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.