Kamis, 04 Jun 2026 10:51 WIB

Harga Hewan Kurban di Surabaya Diprediksi Naik 50 Persen, Ini Penyebabnya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 08 Jun 2022 14:49 WIB
Pengecekan kesehatan hewan ternak
Pengecekan kesehatan hewan ternak

selalu.id - Harga hewan ternak khususnya untuk kurban mulai merangkak naik menjelang Idul Adha 2022. Selain karena tingginya permintaan, juga karena menyebarnya virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Pantauan selalu.id di lapangan, saat mengunjungi salah satu pedagang hewan kurban kawasan Rangkah, Kecamatan Tambak Sari, Oni mengaku harga sapi yang dijual meningkat dari biasanya.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Biasanya kisaran Rp 15 juta kini menjadi Rp20 Juta. Naik, karena ini kan mau Idul Kurban, setiap Idul Kurban memang seperti itu," ujar Oni, Rabu (8/6/2022).

Oni berasumsi naiknya harga hewan kurban disebabkan adanya virus PMK. Sehingga, pedagang hewan kurban harus benar-benar memastikan yang mereka jual dalam keadaan sehat.

"Kalau sejauh ini, kita belanjanya dari sapi yang sehat, jadi tidak kena PMK," sebutnya.

Untuk sosialisasi terkait PMK, Oni mengaku, belum mendapatkan pemberitahuan dari Dinas terkait yakni DKPP Kota Surabaya. Apalagi soal pemberian vaksin maupun suplemen untuk membantu mencegah PMK.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Biasanya nanti dari dinas akan ke sini untuk ngecek," ujarnya.

Hal yang senada juga dirasakan pedagang hewan kurban lainnya di di Kecamatan Pakal Surabaya, Suyitno memprediksi, harga hewan ternak diprediksi akan meningkat hingga 50 persen.

"Harga ternak di Surabaya mungkin meningkat harganya, peningkatannya bisa sampai 50 persen," ujar Suyatno.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Ia pun berencana untuk menahan kulakan hewan ternak. Hal tersebut tak lepas dari kekhawatiran soal penyebaran PMK.

"Secara otomatis nahan, gak berani (kulukan sapi)," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.