Sabtu, 05 Sep 2026 19:05 WIB

Mahasiswa ITS Ciptakan Rompi Canggih Pendeteksi Serangan Jantung

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 15 Mei 2022 14:46 WIB
Rompi pendeteksi serangan jantung karya mahasiswa ITS
Rompi pendeteksi serangan jantung karya mahasiswa ITS

selalu.id - Lima mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dari Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) menciptakan rompi pendeteksi serangan jantung koroner sebagai pertolongan cepat tanggap bagi penderitanya.

Salah satu anggota tim yang membuat rompi ini, Dwisainstia Aponno, mengatakan, rompi ini berbasis internet of Things (loT) dan deep learning yang terhubung dengan aplikasi berbasis ponsel cerdas.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

"Rompi tersebut diproyeksikan bekerja meniru proses kerja otak manusia,"kata Dwi, Minggu (15/5/2022).

Dwi menyampaikan bahwa ide rompi ini dari pengamatan mereka atas fakta penyakit jantung yang salah satu penyebab kematian utama di Indonesia.

"Sehingga kami melihat adanya kesempatan untuk membuat alat yang dapat digunakan dan akurat dalam mendeteksi serangan jantung," ungkapnya.

Untuk mekanisme kerjanya, Enzy menyampaikan, pengguna rompi ini akan diberi peringatan melalui handphone pintar untuk segera melakukan rujukan ke fasilitas kesehatan terdekat apabila terdeteksi adanya indikasi serangan jantung.

"Saat yang bersamaan, kondisi serta lokasi pengguna juga akan dikirimkan ke tenaga medis terdekat, sehingga pertolongan pertama dapat dilakukan secara ringkas dan tepat,"jelasnya.

Dengan tetap memperhatikan aspek kenyamanan pengguna, kata dia, rompi tersebut dirancang dengan beberapa pertimbangan khusus.

"Bahan dasar rompi itu menggunakan kain katun dengan berbagai komponen elektronik disematkan pada saku di bagian depan rompi,"tuturnya.

Kemudian terdapat lubang pada beberapa sisi sebagai jalur elektroda tempel dan kabel. Sehingga, memudahkan tata letak komponen secara fleksibel yang tidak mengganggu aktivitas pengguna.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Lebih lanjut Dwi menjelaskan, dalam proses pembuatannya, tim melakukan pembagian kerja berdasarkan subsistem alat untuk memastikan keseluruhan sistem dapat bekerja dengan baik.

Subsistem yang dibentuk berupa pembacaan sensor dan pembacaan pengguna

"Setiap anggota merakit komponen sesuai bagian masing-masing dan mengintegrasikan dengan jasa kurir dalam mengirim seluruh komponen," terangnya.

Proses tersebut kemudian berlanjut dengan pembuatan aplikasi pada ponsel pintar, memberi label pada data, serta melatih kecerdasan buatan yang dilakukan bersama-sama oleh tim secara daring.

Untuk memastikan performa dari algoritma deep learning dalam klasifikasi masukan sinyal jantung. Timnya melakukan pengujian kepada pengguna dengan berbagai kondisi aktivitas seperti duduk, berjalan, dan berlari.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Dari hasil pengujian, rompi detektor serangan jantung tersebut mampu beroperasi dengan akurasi klasifikasi sebesar 90 persen dan memberikan hasil pembacaan yang baik ketika digunakan saat istirahat ataupun beraktivitas.

"Sehingga keseluruhan sistem mampu mendukung pertolongan cepat tanggap melalui integrasi antara rompi dengan aplikasi," tutur mahasiswa angkatan 2018 tersebut.

Melalui ide solutif tersebut, Enzy dan timnya ini telah berhasil sabet medali emas pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2021 lalu.

Ke depannya, rompi detektor serangan jantung ini masih dapat dikembangkan lagi melalui modifikasi bagian komponen elektroniknya, sehingga rompi akan mengonsumsi daya yang lebih kecil.

"Selain itu, komponen yang digunakan dapat diringkas lagi untuk menekan biaya produksi," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.