Kamis, 04 Jun 2026 22:18 WIB

Mahasiswa ITS Ciptakan Rompi Canggih Pendeteksi Serangan Jantung

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 15 Mei 2022 14:46 WIB
Rompi pendeteksi serangan jantung karya mahasiswa ITS
Rompi pendeteksi serangan jantung karya mahasiswa ITS

selalu.id - Lima mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dari Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) menciptakan rompi pendeteksi serangan jantung koroner sebagai pertolongan cepat tanggap bagi penderitanya.

Salah satu anggota tim yang membuat rompi ini, Dwisainstia Aponno, mengatakan, rompi ini berbasis internet of Things (loT) dan deep learning yang terhubung dengan aplikasi berbasis ponsel cerdas.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gagar Otak dan Patah Tulang

"Rompi tersebut diproyeksikan bekerja meniru proses kerja otak manusia,"kata Dwi, Minggu (15/5/2022).

Dwi menyampaikan bahwa ide rompi ini dari pengamatan mereka atas fakta penyakit jantung yang salah satu penyebab kematian utama di Indonesia.

"Sehingga kami melihat adanya kesempatan untuk membuat alat yang dapat digunakan dan akurat dalam mendeteksi serangan jantung," ungkapnya.

Untuk mekanisme kerjanya, Enzy menyampaikan, pengguna rompi ini akan diberi peringatan melalui handphone pintar untuk segera melakukan rujukan ke fasilitas kesehatan terdekat apabila terdeteksi adanya indikasi serangan jantung.

"Saat yang bersamaan, kondisi serta lokasi pengguna juga akan dikirimkan ke tenaga medis terdekat, sehingga pertolongan pertama dapat dilakukan secara ringkas dan tepat,"jelasnya.

Dengan tetap memperhatikan aspek kenyamanan pengguna, kata dia, rompi tersebut dirancang dengan beberapa pertimbangan khusus.

"Bahan dasar rompi itu menggunakan kain katun dengan berbagai komponen elektronik disematkan pada saku di bagian depan rompi,"tuturnya.

Kemudian terdapat lubang pada beberapa sisi sebagai jalur elektroda tempel dan kabel. Sehingga, memudahkan tata letak komponen secara fleksibel yang tidak mengganggu aktivitas pengguna.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Lebih lanjut Dwi menjelaskan, dalam proses pembuatannya, tim melakukan pembagian kerja berdasarkan subsistem alat untuk memastikan keseluruhan sistem dapat bekerja dengan baik.

Subsistem yang dibentuk berupa pembacaan sensor dan pembacaan pengguna

"Setiap anggota merakit komponen sesuai bagian masing-masing dan mengintegrasikan dengan jasa kurir dalam mengirim seluruh komponen," terangnya.

Proses tersebut kemudian berlanjut dengan pembuatan aplikasi pada ponsel pintar, memberi label pada data, serta melatih kecerdasan buatan yang dilakukan bersama-sama oleh tim secara daring.

Untuk memastikan performa dari algoritma deep learning dalam klasifikasi masukan sinyal jantung. Timnya melakukan pengujian kepada pengguna dengan berbagai kondisi aktivitas seperti duduk, berjalan, dan berlari.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Dari hasil pengujian, rompi detektor serangan jantung tersebut mampu beroperasi dengan akurasi klasifikasi sebesar 90 persen dan memberikan hasil pembacaan yang baik ketika digunakan saat istirahat ataupun beraktivitas.

"Sehingga keseluruhan sistem mampu mendukung pertolongan cepat tanggap melalui integrasi antara rompi dengan aplikasi," tutur mahasiswa angkatan 2018 tersebut.

Melalui ide solutif tersebut, Enzy dan timnya ini telah berhasil sabet medali emas pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2021 lalu.

Ke depannya, rompi detektor serangan jantung ini masih dapat dikembangkan lagi melalui modifikasi bagian komponen elektroniknya, sehingga rompi akan mengonsumsi daya yang lebih kecil.

"Selain itu, komponen yang digunakan dapat diringkas lagi untuk menekan biaya produksi," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Masa Berlaku SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.

Maling yang Sering Curi Lampu Lalulintas di Semampir Surabaya Dibekuk, Ini Identitasnya

Saat ini pelaku telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolsek Semampir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.