Senin, 07 Sep 2026 23:49 WIB

Seniman Sebut Malaysia Mengklaim Kesenian Reog Tidak Sepenuhnya Salah, Kok Bisa?

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 12 Apr 2022 19:03 WIB
Reog Ponorogo
Reog Ponorogo

selalu.id - Himpunan Paguyuban Reog Ponorogo dan Jaranan Kota Surabaya (HIPREJS) mengatakan bahwa rencana Malaysia mengklaim kesenian Reog Ponorogo ke Unesco sebagai warisan budaya mereka bukan tanpa alasan.

Ketua HIPREJS, Tri Suyanto mengatakan, isu Malaysia mengklaim Reog Ponorogo tidak sepenuhnya salah. Sebab, banyak warga Indonesia yang ada di Malaysia.

Baca Juga: Saat Reog Bertemu Teknologi Digital, Balongbendo Sidoarjo Bergerak jadi Pusat Ekonomi Kreatif

Justru perkembangan kesenian di sana termasuk Reog perkembangannya begitu pesat. Bahkan, orang pribumi disana sudah cukup lama menjadi warga Negara Malaysia.

"Karena rindu dengan budaya asalnya ditambah mereka menetap sudah cukup lama dan menjadi warga negara malaysia, mereka mengembangkan kesenia Reog di sana, di Batu Pahat (Malaysia)," kata Tri, saat ditemui selalu.id, Selasa (12/4/2022).

Kemudian, lanjut Tri, Pemerintah Malaysia menangkap hal itu sebagai khasanah budaya yang ada disana. Karena memang ada kesamaan rumpun antara Malaysia dan Indonesia.

"Nah, temen-teman (seniman) yang disini kebakaran jenggot, pemerintah kurang gerak cepat," tegasnya.

Baca Juga: Turnamen Mini Soccer Piala Bahlil Lahadalia 2026 Segera Dimulai, Golkar Jatim Pastikan Kesiapan 11 Venue

Tri menyebut seharusnya pemerintah melihat Kesenian Reog Ponorogo sebuah budaya kearifan lokal yang harus dirawat, dikembangakan dan dijaga.

"Mestinya mendapat perhatian khusus, prioritas khusus. Karena ini merupakan jati diri selaku bangsa," katanya.

Lebih lanjut Tri menjelaskan, kesenian Reog Ponorogo tidak hanya sebagai tontonan, akan tetapi mempunyai filosofi sebagai tuntunan.

Baca Juga: 12 Warga Jatim jadi Korban Penipuan Kerja ke Hong Kong, Kerugian Ratusan Juta

"Sebab orang kalau bicara tentang Reog, jaranan imagenya negatif. Padahal tidak seperti itu," tuturnya.

Padahal mereka tidak tahu sejarahnya Reog. Ia menambahkan, seharusnya belajar tentang literasi sehingga tidak menjelekkan budaya leluhur.

"Kalau memang mencintai seni, pelajarilah literasi tentang budayaa itu, sehingga bisa mengedukasi masyarakat kepada generasi milenial ini," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Fenomena Gunung di Indonesia Erupsi Bersamaan, Mbah Rono Bilang Begini

Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras mendekat atau beraktivitas dalam radius aman 3 kilometer dari pusat kawah.

Daftar 6 Gunung di Indonesia yang Kini Berstatus Siaga

Masyarakat pun diimbau untuk terus memantau arahan resmi dari PVMBG, serta menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak abu vulkanik.

Air Keruh Berbau Kimia Teror Warga Surabaya, Ini Dugaan Penyebabnya

Untuk mengungkap fenomena ini, DPRD Surabaya bakal panggil BBWS dan Perum Jasa Tirta I pekan depan.

Tekan Emisi dan Dukung UMKM, PGN Masifkan Pemanfaatan Gas Bumi di Sidoarjo

Kehadiran gas bumi diproyeksikan mampu menjadi jawaban atas kebutuhan energi yang aman, efisien, dan praktis bagi kawasan industri maupun pemukiman.

Momen Pemkot Mojokerto Gelar Pelatihan Kuliner Kekinian bagi Warga Binaan

Pelatihan difokuskan pada keterampilan praktis yang adaptif terhadap tren pasar saat ini, seperti pembuatan minuman ala kafe hingga olahan keripik.

DPRD Surabaya Desak Evaluasi Total OPD Buntut Kasus Pungli Rekrutmen Kepegawaian

DPRD Surabaya mengatakan bahwa penindakan terhadap oknum yang terlibat dinilai tidak cukup tanpa adanya pembenahan sistem secara menyeluruh.