Sabtu, 24 Okt 2026 06:07 WIB

Seniman Sebut Malaysia Mengklaim Kesenian Reog Tidak Sepenuhnya Salah, Kok Bisa?

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 12 Apr 2022 19:03 WIB
Reog Ponorogo
Reog Ponorogo

selalu.id - Himpunan Paguyuban Reog Ponorogo dan Jaranan Kota Surabaya (HIPREJS) mengatakan bahwa rencana Malaysia mengklaim kesenian Reog Ponorogo ke Unesco sebagai warisan budaya mereka bukan tanpa alasan.

Ketua HIPREJS, Tri Suyanto mengatakan, isu Malaysia mengklaim Reog Ponorogo tidak sepenuhnya salah. Sebab, banyak warga Indonesia yang ada di Malaysia.

Baca Juga: Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Justru perkembangan kesenian di sana termasuk Reog perkembangannya begitu pesat. Bahkan, orang pribumi disana sudah cukup lama menjadi warga Negara Malaysia.

"Karena rindu dengan budaya asalnya ditambah mereka menetap sudah cukup lama dan menjadi warga negara malaysia, mereka mengembangkan kesenia Reog di sana, di Batu Pahat (Malaysia)," kata Tri, saat ditemui selalu.id, Selasa (12/4/2022).

Kemudian, lanjut Tri, Pemerintah Malaysia menangkap hal itu sebagai khasanah budaya yang ada disana. Karena memang ada kesamaan rumpun antara Malaysia dan Indonesia.

"Nah, temen-teman (seniman) yang disini kebakaran jenggot, pemerintah kurang gerak cepat," tegasnya.

Baca Juga: DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Tri menyebut seharusnya pemerintah melihat Kesenian Reog Ponorogo sebuah budaya kearifan lokal yang harus dirawat, dikembangakan dan dijaga.

"Mestinya mendapat perhatian khusus, prioritas khusus. Karena ini merupakan jati diri selaku bangsa," katanya.

Lebih lanjut Tri menjelaskan, kesenian Reog Ponorogo tidak hanya sebagai tontonan, akan tetapi mempunyai filosofi sebagai tuntunan.

Baca Juga: Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

"Sebab orang kalau bicara tentang Reog, jaranan imagenya negatif. Padahal tidak seperti itu," tuturnya.

Padahal mereka tidak tahu sejarahnya Reog. Ia menambahkan, seharusnya belajar tentang literasi sehingga tidak menjelekkan budaya leluhur.

"Kalau memang mencintai seni, pelajarilah literasi tentang budayaa itu, sehingga bisa mengedukasi masyarakat kepada generasi milenial ini," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sering Bikin Macet dan Rawan Kecelakaan, Parkir Liar di Nganjuk Ditertibkan

Langkah ini menjadi fokus utama kepolisian untuk menciptakan ketertiban, kelancaran lalu lintas, serta meminimalisir angka kecelakaan di jalan raya.

Menelusuri Jejak Pergerakan Dr Soetomo di Nganjuk, Ada Alat Medis hingga Buku Bahasa Asing

Hadirnya koleksi lengkap di Monumen dan Museum Dr. Soetomo ini menjadikannya salah satu destinasi wisata sejarah dan edukasi unggulan di Nganjuk.

Geger, Dua Mayat Ditemukan dalam Sehari di Mojokerto

Dua peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap warga lanjut usia yang tinggal sendiri, agar kejadian tidak terulang kembali.

Angkat Kembali Identitas Daerah, Kawasan Perbatasan Sidoarjo-Surabaya Bakal Ditata Ulang

Lokasi yang menjadi sasaran penataan berada di perbatasan Kelurahan Menanggal, Kecamatan Gayungan, Surabaya, dengan Desa Wadungasri, Kecamatan Waru, Sidoarjo.

Polda Jatim Gulung 1.212 Tersangka dalam Operasi Sikat Semeru 2026

Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi kejahatan yang paling mendominasi.

Keluh Warga Bratang Gede Surabaya soal Pemotongan Unggas, Baunya Menyengat dan Bising

Warga mengaku terganggu setiap malam akibat suara truk, ayam, hingga mesin yang beroperasi hingga pagi hari. Baunya menyengat dan bikin bising.