Rabu, 22 Jul 2026 20:15 WIB

Seniman Sebut Malaysia Mengklaim Kesenian Reog Tidak Sepenuhnya Salah, Kok Bisa?

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 12 Apr 2022 19:03 WIB
Reog Ponorogo
Reog Ponorogo

selalu.id - Himpunan Paguyuban Reog Ponorogo dan Jaranan Kota Surabaya (HIPREJS) mengatakan bahwa rencana Malaysia mengklaim kesenian Reog Ponorogo ke Unesco sebagai warisan budaya mereka bukan tanpa alasan.

Ketua HIPREJS, Tri Suyanto mengatakan, isu Malaysia mengklaim Reog Ponorogo tidak sepenuhnya salah. Sebab, banyak warga Indonesia yang ada di Malaysia.

Baca Juga: Perkuat Konsolidasi di Jawa Timur, Ali Mufthi Pastikan Golkar Hadir Melayani Rakyat

Justru perkembangan kesenian di sana termasuk Reog perkembangannya begitu pesat. Bahkan, orang pribumi disana sudah cukup lama menjadi warga Negara Malaysia.

"Karena rindu dengan budaya asalnya ditambah mereka menetap sudah cukup lama dan menjadi warga negara malaysia, mereka mengembangkan kesenia Reog di sana, di Batu Pahat (Malaysia)," kata Tri, saat ditemui selalu.id, Selasa (12/4/2022).

Kemudian, lanjut Tri, Pemerintah Malaysia menangkap hal itu sebagai khasanah budaya yang ada disana. Karena memang ada kesamaan rumpun antara Malaysia dan Indonesia.

"Nah, temen-teman (seniman) yang disini kebakaran jenggot, pemerintah kurang gerak cepat," tegasnya.

Baca Juga: Sambangi Bawean, Golkar Jatim Serap dan Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Pulau

Tri menyebut seharusnya pemerintah melihat Kesenian Reog Ponorogo sebuah budaya kearifan lokal yang harus dirawat, dikembangakan dan dijaga.

"Mestinya mendapat perhatian khusus, prioritas khusus. Karena ini merupakan jati diri selaku bangsa," katanya.

Lebih lanjut Tri menjelaskan, kesenian Reog Ponorogo tidak hanya sebagai tontonan, akan tetapi mempunyai filosofi sebagai tuntunan.

Baca Juga: Wapres Gibran Puji Perekonomian Jatim

"Sebab orang kalau bicara tentang Reog, jaranan imagenya negatif. Padahal tidak seperti itu," tuturnya.

Padahal mereka tidak tahu sejarahnya Reog. Ia menambahkan, seharusnya belajar tentang literasi sehingga tidak menjelekkan budaya leluhur.

"Kalau memang mencintai seni, pelajarilah literasi tentang budayaa itu, sehingga bisa mengedukasi masyarakat kepada generasi milenial ini," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.

DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Desakan itu muncul setelah delapan halte yang telah dipasangi iklan mampu menyumbang PAD sebesar Rp583 juta.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.