Jumat, 05 Jun 2026 00:30 WIB

Seniman Sebut Malaysia Mengklaim Kesenian Reog Tidak Sepenuhnya Salah, Kok Bisa?

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 12 Apr 2022 19:03 WIB
Reog Ponorogo
Reog Ponorogo

selalu.id - Himpunan Paguyuban Reog Ponorogo dan Jaranan Kota Surabaya (HIPREJS) mengatakan bahwa rencana Malaysia mengklaim kesenian Reog Ponorogo ke Unesco sebagai warisan budaya mereka bukan tanpa alasan.

Ketua HIPREJS, Tri Suyanto mengatakan, isu Malaysia mengklaim Reog Ponorogo tidak sepenuhnya salah. Sebab, banyak warga Indonesia yang ada di Malaysia.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Justru perkembangan kesenian di sana termasuk Reog perkembangannya begitu pesat. Bahkan, orang pribumi disana sudah cukup lama menjadi warga Negara Malaysia.

"Karena rindu dengan budaya asalnya ditambah mereka menetap sudah cukup lama dan menjadi warga negara malaysia, mereka mengembangkan kesenia Reog di sana, di Batu Pahat (Malaysia)," kata Tri, saat ditemui selalu.id, Selasa (12/4/2022).

Kemudian, lanjut Tri, Pemerintah Malaysia menangkap hal itu sebagai khasanah budaya yang ada disana. Karena memang ada kesamaan rumpun antara Malaysia dan Indonesia.

"Nah, temen-teman (seniman) yang disini kebakaran jenggot, pemerintah kurang gerak cepat," tegasnya.

Baca Juga: 2 Jemaah Haji Probolinggo Masih Tertahan di Arab Saudi, Ini Identitas dan Penyebabnya

Tri menyebut seharusnya pemerintah melihat Kesenian Reog Ponorogo sebuah budaya kearifan lokal yang harus dirawat, dikembangakan dan dijaga.

"Mestinya mendapat perhatian khusus, prioritas khusus. Karena ini merupakan jati diri selaku bangsa," katanya.

Lebih lanjut Tri menjelaskan, kesenian Reog Ponorogo tidak hanya sebagai tontonan, akan tetapi mempunyai filosofi sebagai tuntunan.

Baca Juga: Idul Adha Jadi Momentum Kebersamaan, PDIP Jatim Salurkan 468 Sapi Kurban

"Sebab orang kalau bicara tentang Reog, jaranan imagenya negatif. Padahal tidak seperti itu," tuturnya.

Padahal mereka tidak tahu sejarahnya Reog. Ia menambahkan, seharusnya belajar tentang literasi sehingga tidak menjelekkan budaya leluhur.

"Kalau memang mencintai seni, pelajarilah literasi tentang budayaa itu, sehingga bisa mengedukasi masyarakat kepada generasi milenial ini," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.