Selasa, 20 Okt 2026 08:05 WIB

Diklaim Malaysia, Ini Saran Seniman Reog Ponorogo untuk Pemerintah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 12 Apr 2022 17:47 WIB
Ketua Himpunan Paguyuban Reog Ponorogo dan Jaranan Kota Surabaya (HIPREJS) Jatim, Tri Suryanto
Ketua Himpunan Paguyuban Reog Ponorogo dan Jaranan Kota Surabaya (HIPREJS) Jatim, Tri Suryanto

selalu.id - Seniman Reog Surabaya angkat bicara terkait pengkklaiman kesenian Reog oleh negara Malaysia yang ikut mendaftarkan ke Unesco.

Ketua Himpunan Paguyuban Reog Ponorogo dan Jaranan Kota Surabaya (HIPREJS) Jatim, Tri Suryanto mengatakan, Reog akhirnya menjadi terkenal karena permasalahan negara tetangga yang mengklaim bahwa Reog Ponorogo budaya milik mereka.

Baca Juga: Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

"Saya pribadi sebenarnya bagus ya dengan permasalahan ini, Reog akhirnya jadi booming tidak hanya di Indonesia, di luar negeri sangat terkenal dengan kejadian seperti ini," kata Tri saat ditemui selalu.id di Dewan Kesenian Surabaya (DKS), Senin (11/4/2022).

Tri menyampaikan bahwa upaya pemerintah mendaftarkan budaya Reog Ponorogo Jawa Timur ke UNESCO ini masih setengah hati, sehingga menanti cukup lama.

Namun, Tri menegaskan upaya-upaya tersebut memang harus ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, tetapi saat ini belum diselesaikan pemerintah.

"Akhirnya kan jadi seperti ini, apalagi ada isu bahwa malaysia juga klaim padahal sampai saat ini belum ada yang mau mematenkan," ujar Tri.

Menurutnya, ada beberapa kendala kesenian Reog ini untuk diperkenalkan ke luar negeri, Salah satunya bertentangan dengan undang-undang (UU) konservasi tentang perlindungan hewan.

"Reog kan ada bulu meraknya, kepala macan, kan gak boleh itu dilindungi. Harus ada solusi karena tabrakan dengan UU di negara lain yang jelas sangat mengganggu," tuturnya.

Baca Juga: Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

Lebih lanjut Tri menerangkan, pemerintah harus mencarikan solusi, seperti harus ada pengrajin-pengrajin dalam negeri yang bisa mencarikan pengganti imitasi duplikat Reog tersebut.

"Supaya ini tidak menabrak (melanggar UU) disana,"ucapnya.

Walaupun, nantinya dipraktekkan tidak menggunakan yang asli. Tri menyebut, seharusnya bisa memproduksi bulu sintetis Merak mirip dengan yang asli.

"Kan bisa harus diimbangi dengan teknologi-teknologi yang dimiliki untuk mendapatkan itu," katanya.

Baca Juga: Kasus Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

Apalagi, menurut Tri bahwa ornamen Reog seperti kepala macan yang juga dilindungi, menganggap kesenian Reog ini merupakan pembantaian hewan.

"Pasti dibunuh diambil kulitnya anggapan seperti itu yang tidak bisa dihindari,"jelasnya.

Tri pun menambahkan, seharusnya mencari solusi seperti motif yang mirip dengan kepala macan tetapi kepala hewan yang tidak dilindungi.

"Harusnya seperti itu mangkanya literasi juga perlu agar jalanya mematenkan itu bisa dilancarkan. saya kira itu hal yang sangat penting yang harus dilakukan," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.