Jumat, 05 Jun 2026 19:39 WIB

Diklaim Malaysia, Ini Saran Seniman Reog Ponorogo untuk Pemerintah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 12 Apr 2022 17:47 WIB
Ketua Himpunan Paguyuban Reog Ponorogo dan Jaranan Kota Surabaya (HIPREJS) Jatim, Tri Suryanto
Ketua Himpunan Paguyuban Reog Ponorogo dan Jaranan Kota Surabaya (HIPREJS) Jatim, Tri Suryanto

selalu.id - Seniman Reog Surabaya angkat bicara terkait pengkklaiman kesenian Reog oleh negara Malaysia yang ikut mendaftarkan ke Unesco.

Ketua Himpunan Paguyuban Reog Ponorogo dan Jaranan Kota Surabaya (HIPREJS) Jatim, Tri Suryanto mengatakan, Reog akhirnya menjadi terkenal karena permasalahan negara tetangga yang mengklaim bahwa Reog Ponorogo budaya milik mereka.

Baca Juga: Gandeng UNDP, Cara Pemerintah Cegah Pencemaran Plastik Sungai di Surabaya

"Saya pribadi sebenarnya bagus ya dengan permasalahan ini, Reog akhirnya jadi booming tidak hanya di Indonesia, di luar negeri sangat terkenal dengan kejadian seperti ini," kata Tri saat ditemui selalu.id di Dewan Kesenian Surabaya (DKS), Senin (11/4/2022).

Tri menyampaikan bahwa upaya pemerintah mendaftarkan budaya Reog Ponorogo Jawa Timur ke UNESCO ini masih setengah hati, sehingga menanti cukup lama.

Namun, Tri menegaskan upaya-upaya tersebut memang harus ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, tetapi saat ini belum diselesaikan pemerintah.

"Akhirnya kan jadi seperti ini, apalagi ada isu bahwa malaysia juga klaim padahal sampai saat ini belum ada yang mau mematenkan," ujar Tri.

Menurutnya, ada beberapa kendala kesenian Reog ini untuk diperkenalkan ke luar negeri, Salah satunya bertentangan dengan undang-undang (UU) konservasi tentang perlindungan hewan.

"Reog kan ada bulu meraknya, kepala macan, kan gak boleh itu dilindungi. Harus ada solusi karena tabrakan dengan UU di negara lain yang jelas sangat mengganggu," tuturnya.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Lebih lanjut Tri menerangkan, pemerintah harus mencarikan solusi, seperti harus ada pengrajin-pengrajin dalam negeri yang bisa mencarikan pengganti imitasi duplikat Reog tersebut.

"Supaya ini tidak menabrak (melanggar UU) disana,"ucapnya.

Walaupun, nantinya dipraktekkan tidak menggunakan yang asli. Tri menyebut, seharusnya bisa memproduksi bulu sintetis Merak mirip dengan yang asli.

"Kan bisa harus diimbangi dengan teknologi-teknologi yang dimiliki untuk mendapatkan itu," katanya.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Apalagi, menurut Tri bahwa ornamen Reog seperti kepala macan yang juga dilindungi, menganggap kesenian Reog ini merupakan pembantaian hewan.

"Pasti dibunuh diambil kulitnya anggapan seperti itu yang tidak bisa dihindari,"jelasnya.

Tri pun menambahkan, seharusnya mencari solusi seperti motif yang mirip dengan kepala macan tetapi kepala hewan yang tidak dilindungi.

"Harusnya seperti itu mangkanya literasi juga perlu agar jalanya mematenkan itu bisa dilancarkan. saya kira itu hal yang sangat penting yang harus dilakukan," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Dua Anak di Sidoarjo Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung hingga Salah Satunya Hamil

Polresta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditangani secara profesional dan tuntas.

Motor Pegawai PSI Jatim di Surabaya Hilang Dicuri Maling

Celline menceritakan motor bernopol L 3961 ACJ miliknya itu hilang saat diparkir di depan halaman kantornya di Jalan Ngagel Jaya Utara, Gubeng, Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Jalur Domisili pada SPMB 2026

Langkah ini dilakukan untuk menutup celah praktik perpindahan Kartu Keluarga (KK) yang hanya bertujuan memperoleh akses masuk sekolah tertentu.

Pemprov Jatim Sabet Penghargaan Terbaik Ketegori Penurunan Pengangguran

Capaian ini merupakan hasil upaya pencapaian banyak poin indikator kinerja utama Pemprov Jatim yang selama ini dijalankan melalui Nawa Bhakti Satya.

Harga Emas Antam Hari Ini: Masih Kurang Bagus, Jangan Marah ya Bunda..

Sementara itu, buyback harga emas hari ini naik lebih tinggi hingga Rp40.000 per gram dan kini berada di level Rp2.589.000 per gram.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Peristiwa Tak Terduga, Siapkan Mental dan Hati-hati

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini diulas lengkap, banyak kejutan.