Selasa, 21 Jul 2026 18:54 WIB

Diklaim Malaysia, Ini Saran Seniman Reog Ponorogo untuk Pemerintah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 12 Apr 2022 17:47 WIB
Ketua Himpunan Paguyuban Reog Ponorogo dan Jaranan Kota Surabaya (HIPREJS) Jatim, Tri Suryanto
Ketua Himpunan Paguyuban Reog Ponorogo dan Jaranan Kota Surabaya (HIPREJS) Jatim, Tri Suryanto

selalu.id - Seniman Reog Surabaya angkat bicara terkait pengkklaiman kesenian Reog oleh negara Malaysia yang ikut mendaftarkan ke Unesco.

Ketua Himpunan Paguyuban Reog Ponorogo dan Jaranan Kota Surabaya (HIPREJS) Jatim, Tri Suryanto mengatakan, Reog akhirnya menjadi terkenal karena permasalahan negara tetangga yang mengklaim bahwa Reog Ponorogo budaya milik mereka.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

"Saya pribadi sebenarnya bagus ya dengan permasalahan ini, Reog akhirnya jadi booming tidak hanya di Indonesia, di luar negeri sangat terkenal dengan kejadian seperti ini," kata Tri saat ditemui selalu.id di Dewan Kesenian Surabaya (DKS), Senin (11/4/2022).

Tri menyampaikan bahwa upaya pemerintah mendaftarkan budaya Reog Ponorogo Jawa Timur ke UNESCO ini masih setengah hati, sehingga menanti cukup lama.

Namun, Tri menegaskan upaya-upaya tersebut memang harus ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, tetapi saat ini belum diselesaikan pemerintah.

"Akhirnya kan jadi seperti ini, apalagi ada isu bahwa malaysia juga klaim padahal sampai saat ini belum ada yang mau mematenkan," ujar Tri.

Menurutnya, ada beberapa kendala kesenian Reog ini untuk diperkenalkan ke luar negeri, Salah satunya bertentangan dengan undang-undang (UU) konservasi tentang perlindungan hewan.

"Reog kan ada bulu meraknya, kepala macan, kan gak boleh itu dilindungi. Harus ada solusi karena tabrakan dengan UU di negara lain yang jelas sangat mengganggu," tuturnya.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Lebih lanjut Tri menerangkan, pemerintah harus mencarikan solusi, seperti harus ada pengrajin-pengrajin dalam negeri yang bisa mencarikan pengganti imitasi duplikat Reog tersebut.

"Supaya ini tidak menabrak (melanggar UU) disana,"ucapnya.

Walaupun, nantinya dipraktekkan tidak menggunakan yang asli. Tri menyebut, seharusnya bisa memproduksi bulu sintetis Merak mirip dengan yang asli.

"Kan bisa harus diimbangi dengan teknologi-teknologi yang dimiliki untuk mendapatkan itu," katanya.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

Apalagi, menurut Tri bahwa ornamen Reog seperti kepala macan yang juga dilindungi, menganggap kesenian Reog ini merupakan pembantaian hewan.

"Pasti dibunuh diambil kulitnya anggapan seperti itu yang tidak bisa dihindari,"jelasnya.

Tri pun menambahkan, seharusnya mencari solusi seperti motif yang mirip dengan kepala macan tetapi kepala hewan yang tidak dilindungi.

"Harusnya seperti itu mangkanya literasi juga perlu agar jalanya mematenkan itu bisa dilancarkan. saya kira itu hal yang sangat penting yang harus dilakukan," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter. 

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.

Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir

Pemkab Sidoarjo menilai seluruh anak berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman tanpa membedakan lokasi tempat tinggal mereka.

MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

Fenny mengatakan lomba ini sejalan dengan upaya mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.

Harga Emas Antam Hari Ini: Kurang Baik, Seperti Cintamu ke Dia

Kondisi ini menambah tren kurang baik harga emas Antam Logam Mulia yang sempat naik tipis beberapa hari lalu.