Kamis, 04 Jun 2026 19:21 WIB

Diklaim Malaysia, Ini Saran Seniman Reog Ponorogo untuk Pemerintah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 12 Apr 2022 17:47 WIB
Ketua Himpunan Paguyuban Reog Ponorogo dan Jaranan Kota Surabaya (HIPREJS) Jatim, Tri Suryanto
Ketua Himpunan Paguyuban Reog Ponorogo dan Jaranan Kota Surabaya (HIPREJS) Jatim, Tri Suryanto

selalu.id - Seniman Reog Surabaya angkat bicara terkait pengkklaiman kesenian Reog oleh negara Malaysia yang ikut mendaftarkan ke Unesco.

Ketua Himpunan Paguyuban Reog Ponorogo dan Jaranan Kota Surabaya (HIPREJS) Jatim, Tri Suryanto mengatakan, Reog akhirnya menjadi terkenal karena permasalahan negara tetangga yang mengklaim bahwa Reog Ponorogo budaya milik mereka.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Saya pribadi sebenarnya bagus ya dengan permasalahan ini, Reog akhirnya jadi booming tidak hanya di Indonesia, di luar negeri sangat terkenal dengan kejadian seperti ini," kata Tri saat ditemui selalu.id di Dewan Kesenian Surabaya (DKS), Senin (11/4/2022).

Tri menyampaikan bahwa upaya pemerintah mendaftarkan budaya Reog Ponorogo Jawa Timur ke UNESCO ini masih setengah hati, sehingga menanti cukup lama.

Namun, Tri menegaskan upaya-upaya tersebut memang harus ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, tetapi saat ini belum diselesaikan pemerintah.

"Akhirnya kan jadi seperti ini, apalagi ada isu bahwa malaysia juga klaim padahal sampai saat ini belum ada yang mau mematenkan," ujar Tri.

Menurutnya, ada beberapa kendala kesenian Reog ini untuk diperkenalkan ke luar negeri, Salah satunya bertentangan dengan undang-undang (UU) konservasi tentang perlindungan hewan.

"Reog kan ada bulu meraknya, kepala macan, kan gak boleh itu dilindungi. Harus ada solusi karena tabrakan dengan UU di negara lain yang jelas sangat mengganggu," tuturnya.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Lebih lanjut Tri menerangkan, pemerintah harus mencarikan solusi, seperti harus ada pengrajin-pengrajin dalam negeri yang bisa mencarikan pengganti imitasi duplikat Reog tersebut.

"Supaya ini tidak menabrak (melanggar UU) disana,"ucapnya.

Walaupun, nantinya dipraktekkan tidak menggunakan yang asli. Tri menyebut, seharusnya bisa memproduksi bulu sintetis Merak mirip dengan yang asli.

"Kan bisa harus diimbangi dengan teknologi-teknologi yang dimiliki untuk mendapatkan itu," katanya.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Apalagi, menurut Tri bahwa ornamen Reog seperti kepala macan yang juga dilindungi, menganggap kesenian Reog ini merupakan pembantaian hewan.

"Pasti dibunuh diambil kulitnya anggapan seperti itu yang tidak bisa dihindari,"jelasnya.

Tri pun menambahkan, seharusnya mencari solusi seperti motif yang mirip dengan kepala macan tetapi kepala hewan yang tidak dilindungi.

"Harusnya seperti itu mangkanya literasi juga perlu agar jalanya mematenkan itu bisa dilancarkan. saya kira itu hal yang sangat penting yang harus dilakukan," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Maling yang Sering Curi Lampu Lalulintas di Semampir Surabaya Dibekuk, Ini Identitasnya

Saat ini pelaku telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolsek Semampir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Wabup Mimik ajak Pelajar Sidoarjo Bijak Gunakan Teknologi

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menegaskan bahwa nilai utama yang harus dimiliki setiap manusia adalah kebermanfaatan bagi sesama.

Perawat RS Waluyo Jati Probolinggo yang Ngaku Dibegal Itu Ternyata Hoaks, Alasannya Bikin Emosi

Diketahui sebelumnya, Nugroho, warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, itu mengaku dibegal pada Senin (1/6/2026) malam.

Pecah Ban, Pikap Terguling di Tol SuMo 1 Tewas 2 Luka

pikap berwarna putih itu oleng lantaran sopir tidak bisa mengendalikan dan sempat menabrak guardrail atau pembatas jalan sisi kanan dan terguling.

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.