Minggu, 01 Feb 2026 23:28 WIB

Epidemiolog Uniar Sebut Vaksin Booster Sebagai Syarat Mudik 2022 Sudah Tepat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 01 Apr 2022 15:01 WIB
Ilustrasi vaksin
Ilustrasi vaksin

selalu.id - Pakar Epidemiolog Universitas UNAIR, Navika Yamani mendukung kebijakan pemerintah menjadikan vaksin booster sebagai syarat mudik lebaran 2022.

Menurut Navika, keputusan pemerintah sudah tepat dan sesuai aturan. Berdasarkan data, Navika menyampaikan bahwa masyarakat sudah cukup banyak divaksin dosis dua lebih dari 70 persen.

Baca Juga: Lima Kebakaran di Surabaya Saat Lebaran, Listrik dan LPG Jadi Pemicu

"Jadi seharusnya tidak menjadi kesulitan masyarakat dan keputusan pemerintah sudah sesuai aturannya," kata Navika yang juga dosen fakultas kesehatan masyarakat itu, Jumat, (1/3/2022).

Navika menjelaskan, karakteristik varian virus omicron yang memiliki tingkat penularan lebih tinggi dari varian sebelumnya. Hal menyebabkan cakupan vaksin yang dibutuhkan meningkat, sesuai perhitungan rate of transmission.

"Makanya walaupun kita sudah melewati untuk dosis dua cakupannya lebih dari 70 persen (red, populasi), tentu harapan pemerintah semakin banyak orang yang mendapatkan vaksin. Dan tentunya dengan berbagai alasan yang dilakukan pemerintah, salah satunya, ya, menjadi persyaratan untuk mudik," jelasnya.

Tak hanya itu, Navika menyampaikan, pemerintah juga akan menyediakan fasilitas vaksin di sarana-sarana transportasi umum seperti bandara atau stasiun.

Selain itu, pemerintah juga menyediakan pilihan bagi yang belum melakukan vaksinasi dosis lengkap untuk melakukan pemeriksaan antigen atau PCR sebagai gantinya.

Baca Juga: Hari Ke-5 Jelang Lebaran, 30 Ribu Penumpang Padati Daop 8 Surabaya

Tentunya, kata dia, dengan risiko penularan yang lebih tinggi daripada yang telah melakukan vaksinasi dosis lengkap.

"Jadi kalo mau mudik ya, saya rasa memang bisa memastikan bahwa sudah divaksin, jauh lebih aman. Dibanding dengan tidak divaksin tapi dengan melakukan pemeriksaan," tutur Laura.

Mengenai ketentuan melakukan vaksinasi booster, dosen yang pernah melakukan publikasi jurnal mikrobiologi tersebut mengatakan bahwa tidak ada pantangan tertentu untuk melakukan vaksinasi booster.

"Untuk booster saya rasa screeningnya tidak seketat dosis satu dan dua. Untuk orang dengan komorbid juga masih bisa mendapat vaksin asal komorbidnya terkendali dan sudah melewati konsultasi dokter. Orang lansia juga bisa mendapat vaksin," ungkapnya.

Baca Juga: Jelang Mudik Lebaran, Polda Jatim Siapkan 149 Pos Pengamanan  

Laura menilai, kebijakan pemerintah mengenai mudik lebaran saat ini jauh lebih siap dibandingkan tahun sebelumnya.

Sehingga, upaya intervensi yang disediakan oleh pemerintah terutama terkait 3T (test tracing treatment) jauh lebih baik. Kondisi penyebaran Covid-19 di Indonesia pun menurun.

"Kondisi penyebaran lebih rendah, jadi mudik bisa dilakukan walaupun masih dengan risiko. Tetapi karena kesiapsiagaan yang disiapkan pemerintah, saya rasa jauh lebih mudah dikendalikan atau ditangani ketika memang hal yang tidak diinginkan itu terjadi," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.