Selasa, 21 Jul 2026 07:31 WIB

Epidemiolog Uniar Sebut Vaksin Booster Sebagai Syarat Mudik 2022 Sudah Tepat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 01 Apr 2022 15:01 WIB
Ilustrasi vaksin
Ilustrasi vaksin

selalu.id - Pakar Epidemiolog Universitas UNAIR, Navika Yamani mendukung kebijakan pemerintah menjadikan vaksin booster sebagai syarat mudik lebaran 2022.

Menurut Navika, keputusan pemerintah sudah tepat dan sesuai aturan. Berdasarkan data, Navika menyampaikan bahwa masyarakat sudah cukup banyak divaksin dosis dua lebih dari 70 persen.

Baca Juga: Kapolri Sebut Jumlah Kecelakaan Selama Lebaran 2026 Turun 7,8 Persen

"Jadi seharusnya tidak menjadi kesulitan masyarakat dan keputusan pemerintah sudah sesuai aturannya," kata Navika yang juga dosen fakultas kesehatan masyarakat itu, Jumat, (1/3/2022).

Navika menjelaskan, karakteristik varian virus omicron yang memiliki tingkat penularan lebih tinggi dari varian sebelumnya. Hal menyebabkan cakupan vaksin yang dibutuhkan meningkat, sesuai perhitungan rate of transmission.

"Makanya walaupun kita sudah melewati untuk dosis dua cakupannya lebih dari 70 persen (red, populasi), tentu harapan pemerintah semakin banyak orang yang mendapatkan vaksin. Dan tentunya dengan berbagai alasan yang dilakukan pemerintah, salah satunya, ya, menjadi persyaratan untuk mudik," jelasnya.

Tak hanya itu, Navika menyampaikan, pemerintah juga akan menyediakan fasilitas vaksin di sarana-sarana transportasi umum seperti bandara atau stasiun.

Selain itu, pemerintah juga menyediakan pilihan bagi yang belum melakukan vaksinasi dosis lengkap untuk melakukan pemeriksaan antigen atau PCR sebagai gantinya.

Baca Juga: Waspadai Lonjakan Arus Balik, Polri Imbau Manfaatkan WFA Pasca Idul Fitri 1447 H 

Tentunya, kata dia, dengan risiko penularan yang lebih tinggi daripada yang telah melakukan vaksinasi dosis lengkap.

"Jadi kalo mau mudik ya, saya rasa memang bisa memastikan bahwa sudah divaksin, jauh lebih aman. Dibanding dengan tidak divaksin tapi dengan melakukan pemeriksaan," tutur Laura.

Mengenai ketentuan melakukan vaksinasi booster, dosen yang pernah melakukan publikasi jurnal mikrobiologi tersebut mengatakan bahwa tidak ada pantangan tertentu untuk melakukan vaksinasi booster.

"Untuk booster saya rasa screeningnya tidak seketat dosis satu dan dua. Untuk orang dengan komorbid juga masih bisa mendapat vaksin asal komorbidnya terkendali dan sudah melewati konsultasi dokter. Orang lansia juga bisa mendapat vaksin," ungkapnya.

Baca Juga: Tambah Rute dan Armada, SIER Berangkatkan Ratusan Pemudik Gratis

Laura menilai, kebijakan pemerintah mengenai mudik lebaran saat ini jauh lebih siap dibandingkan tahun sebelumnya.

Sehingga, upaya intervensi yang disediakan oleh pemerintah terutama terkait 3T (test tracing treatment) jauh lebih baik. Kondisi penyebaran Covid-19 di Indonesia pun menurun.

"Kondisi penyebaran lebih rendah, jadi mudik bisa dilakukan walaupun masih dengan risiko. Tetapi karena kesiapsiagaan yang disiapkan pemerintah, saya rasa jauh lebih mudah dikendalikan atau ditangani ketika memang hal yang tidak diinginkan itu terjadi," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.