Minggu, 01 Feb 2026 19:00 WIB

ITS Ciptakan Cairan Pelapis Anti Virus Covid-19

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 05 Mar 2022 10:41 WIB
CoFilm Antivirus dan Bakteri buatan ITS
CoFilm Antivirus dan Bakteri buatan ITS

selalu.id - Insitute Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya serahkan karya inovasi buatannya CoFilm Antivirus dan Bakteri ke Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA). CoFilm tersebut adalah inovasi disinfektan permanen yang bisa digunakan untuk bahan pelapis gagang pintu, kursi tempat lain yang disentuh orang.

Ketua CoFilm Indonesia, Royyan Wafi Pujianto mengatakan bahwa CoFilm ini ia serahkan kepada RSUA karena dirasa, Rumah Sakit adalah tempat penularan virus dan bakteri. Pelapisan ini menggunakan teknik coating.

Baca Juga: Kasus Super Flu Meningkat, DPRD Surabaya Minta Masyarakat Tidak Panik

CoFilm tersebut diaplikasikan di sejumlah tempat seperti ganggang pintu, tempat duduk pasien dan keluarga serta tempat lain yang mudah disentuh.

"40 ruangan dan lebih dari 952 item di RSUA telah diproteksi seperti ruang IGD, ICU, ruang rawat inap, lobby, ruang poli, dan ruang nakes. Kita merambah, nantinya kita merambah ke RS lain Se-Surubaya," ujarnya, usai menyerahkan CoFilm di RSUA, Kamis (4/3/2022).

Royyan menjelaskan bahwa pengaplikasikan CoFilm ini sendiri adalah dengan cara mengoleskan cairan CoFilm ke Aluminium maupun bahan lainnya yang biasanya disentuh orang. Ketika dioleskan ke benda-benda maka cairan tersebut akan mengeras.

"Bentuknya cair, setelah dicoating dia mengeras sendiri, sehingga bisa melindungi lebih lama. Kalau disinfektan biasa dia menguap tapi ini lama," jelasnya.

Selain itu, kata dia, CoFilm tersebut mengandung zat aktif berupa nano copper atau nano tembaga. Ketika ada virus atau bakteri yang menempel pada CoFilm, maka nano copper akan mengeluarkan ion.

"Ion tersebut kemudian membunuh virus dan bakteri, DNA dan genetiknya. Sehingga ia tidak bisa mendeteksi (inangnya) maupun berkembang biak lagi," ujarnya.

Baca Juga: Surabaya Pecahkan Rekor MURI dengan 1.214 Inovasi

Royyan juga menjelaskan bahwa dalam 10 persen virus mati hanya dalam 10 menit sajam. Kemudian dalam waktu satu jam virus akan mati 99 persen.

CoFilm, lanjut dia, memiliki dua warna yakni, kuning dan bening. Kata Royyan, warna bening memiliki efektivitas 150 persen membunuh kuman.

"Kalau yang bening efektif tapi tidak seefektif kuning, cuma kalau estetik, lebih estetik bening," tuturnya.

Saat ini, CoFilm telah digunakan di puluhan tempat seperti Mabes Polda Jatim, Medical Centre ITS, Kantor Wakil Gubernur Jatim, Bklinik kecantikan, Satu Atap Coworkshare, Tab Hotel Group, dan bermacam tempat lainnya.

Baca Juga: RSUD dr Soetomo Kirim Tim Medis ke Aceh Tamiang, Begini Kondisinya

Produk inovasi CoFilm sendiri juga telah mendapatkan izin dari kementerian kesehatan dengan nomor FR.03.02/VA/07696/2021.

"Kedepannya, CoFilm diharapkan tidak hanya melindungi area rumah sakit, namun juga mampu memproteksi sekolah, kantor, bandara, mal, dan fasilitas umum lainnya,"harapnya.

Sementara itu, Direktur RSUA Prof. Dr. Nasronudin mengucapkan terima kasih kepada ITS atas inovasi tersebut. CoFilm dirasa membantu rumah sakit untuk mengatasi penyebaran virus dan bakteri melalui sentuhan benda-benda.

"Kami sangat berterima kasih, ini sangat bermanfaat untuk rumah sakit, melapisi berbagai equipment di RS yang berpotensi menjadi tumbuh kembangnya mikroorganisme," ujar Nasron. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.