Minggu, 18 Okt 2026 23:56 WIB

Hilal Belum Terlihat di Surabaya, Ramadan Kemungkinan Besar Jatuh pada 19 Februari 2026

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 17 Feb 2026 19:00 WIB
Pemantauan Rakyatul Hilal di UINSA Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).
Pemantauan Rakyatul Hilal di UINSA Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Hilal penentu awal Ramadan tidak terlihat di Surabaya saat rukyatul hilal yang digelar Fakultas Syariah dan Hukum Islam Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Selasa (17/2/2026).

Secara astronomis, posisi hilal masih berada di bawah ufuk sehingga dinilai mustahil teramati.

Baca Juga: Demo UINSA: Mahasiswa Usir Aparat, Tuntut Rektor Mundur

Ketua Program Studi Ilmu Falak UINSA, Siti Tatmainul Qulub menjelaskan, berdasarkan hasil hisab dan observasi di titik pantau Surabaya, tinggi hilal tercatat minus 1 derajat 16 menit dengan elongasi sekitar 1 derajat 13 menit.

“Posisi hari ini hilal masih di bawah ufuk. Dari segi hisab, hilal terbenam lebih dulu daripada matahari, dan ini juga belum ijtima,” kata Siti di sela pemantauan.

Ia menegaskan, kondisi tersebut jauh dari kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yang menjadi acuan resmi di Indonesia.

Berdasarkan kriteria MABIMS, hilal dinyatakan memenuhi syarat apabila memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Dengan posisi minus dan elongasi rendah, peluang terlihatnya hilal di Surabaya dinilai nihil. “Bukan agak sulit, memang mustahil terlihat karena hilalnya sudah di bawah ufuk saat matahari terbenam,” jelas Siti.

Meski demikian, tim UINSA tetap melaksanakan rukyat sebagai verifikasi faktual sekaligus memenuhi ketentuan syar’i pada 29 Syakban.

Baca Juga: Kemenag Jatim Laporkan Hilal Dzulhijjah 1447 H Terlihat di Lamongan

Dalam pemantauan itu, sedikitnya delapan perangkat disiagakan, mulai dari teleskop robotik, teleskop manual, teodolit hingga binokuler.

Rukyat juga melibatkan dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Falak.

Jika hingga akhir pemantauan hilal tetap tidak terlihat, maka bulan Syakban akan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal). Dengan demikian, awal Ramadan berpotensi jatuh pada Kamis (19/2/2026).

Namun demikian, kepastian awal Ramadan tetap menunggu hasil Sidang Isbat Kementerian Agama yang mempertimbangkan laporan rukyat dari seluruh Indonesia.

Baca Juga: Kemenag Jatim Gelar Rukyatul Hilal 1 Syawal 1447 H di 28 Titik

“Besok masih tanggal 30 Syakban, lusa baru tanggal 1 Ramadan. Tapi kita tetap menunggu sidang isbat karena basisnya bukan hanya hisab, melainkan juga laporan rukyat dari Sabang sampai Merauke,” papar Siti.

Selain faktor astronomis, cuaca mendung akibat musim hujan di Surabaya turut menjadi tantangan dalam pemantauan.

Hasil rukyat dari titik pantau UINSA selanjutnya akan dikoordinasikan dengan PWNU Jawa Timur untuk diteruskan sebagai bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat tingkat nasional.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Hasil MU vs Leeds 1-1, Suporter The Red Devils Desak Carrick Out

Kondisi ini kian memojokkan posisi Michael Carrick di kursi kepelatihan. Suporter mulai kehilangan kesabaran dan meminta dia out atau dipecat.

Pendakian Horor Gunung Anjasmoro, Terjebak di Hutan Keramat dan Desa Terkutuk

Warga setempat meyakini barang siapa yang memasuki Desa Mahkota Prabu dan belum keluar sampai pagi menjelang, besar kemungkinan akan tinggal selamanya di sana.

Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

DPRD pun mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar memberi kemudahan akses serta kepastian izin pemanfaatan fasum untuk kegiatan kebudayaan warga.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

Armuji menantang seluruh kader PDIP di Dapilb5 Surabaya untuk menyapu bersih kemenangan di wilayah sasaran konsolidasi partai pada Pemilu 2029.