Minggu, 19 Jul 2026 20:15 WIB

Jawa Timur Gelar Rukyatul Hilal Awal Ramadan 1447 H di 21 Titik Lokasi

Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Jawa Timur Munir. (Dok. selalu.id).
Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Jawa Timur Munir. (Dok. selalu.id).

selalu.id - Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Jawa Timur melaksanakan Rukyatul Hilal awal Ramadan 1447 Hijriah, bertepatan dengan 29 Sya’ban 1447 H, Selasa (17/2/2026).

Pengamatan dilakukan saat matahari terbenam (ghurub) hingga beberapa saat setelahnya di sejumlah titik strategis, dengan hasil yang akan dilaporkan secara berjenjang sebagai bahan pertimbangan Sidang Isbat penetapan awal Ramadan di tingkat pusat.

Baca Juga: Kunci Sukses WBK-WBBM: Kanwil Kemenag Jatim Bagikan Strategi Pembangunan ZI ke DKI Jakarta

Tahun ini, rukyatul hilal dilaksanakan di 21 kabupaten/kota di Jawa Timur, yaitu Kota Blitar, Kabupaten Pacitan, Banyuwangi, Probolinggo, Tuban, Madiun, Jombang, Gresik, Lumajang, Blitar, Jember, Trenggalek, Sampang, Ngawi, Pasuruan, Malang, Bondowoso, Mojokerto, Sumenep, Lamongan, dan Ponorogo.

Lokasi dipilih secara selektif dengan mempertimbangkan keterbukaan ufuk barat, minim polusi cahaya, kondisi atmosfer yang baik, serta aksesibilitas dan keamanan.

Pelaksanaan melibatkan jajaran Kementerian Agama, hakim Pengadilan Agama, organisasi kemasyarakatan Islam, BMKG, ahli ilmu falak, perguruan tinggi, pondok pesantren, serta tokoh agama dan masyarakat.

Sinergi lintas sektor ini bertujuan memastikan proses rukyat berjalan objektif, ilmiah, dan sesuai syariat serta regulasi yang berlaku.

Baca Juga: Matamuda, Tranformasi Pendidikan Kemenag dalam Perkuat Program Madrasah Ramah Anak

Pengamatan mengacu pada kriteria imkanur rukyat MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), di mana hilal dinyatakan terlihat apabila memiliki tinggi hilal mar’i minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat saat matahari terbenam. Elongasi atau jarak sudut antara bulan dan matahari berpengaruh signifikan terhadap kemungkinan terlihatnya hilal, semakin besar nilainya, semakin besar peluang pengamatan berhasil.

Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Jawa Timur, Munir, menegaskan bahwa rukyatul hilal merupakan bagian dari pelayanan keagamaan negara kepada umat Islam.

“Ini adalah ikhtiar ilmiah dan syar’i dalam menentukan awal Ramadan. Kami memastikan prosesnya dilakukan secara profesional, melibatkan para ahli, dan mengacu pada kriteria yang disepakati,” jelasnya.

Baca Juga: Kemenag Jatim Ajak Guru Kristen Bentuk Generasi Berkarakter dan Pembawa Damai 

Munir menyebut tantangan di lapangan, seperti keterbatasan lokasi layak, akses sulit, dan kondisi cuaca berawan yang sering memengaruhi keberhasilan pengamatan.

“Meski sulit, kami tetap optimistis dan berkomitmen melaksanakan rukyat secara transparan dan akuntabel. Hasilnya akan dilaporkan sebagai bahan pertimbangan Sidang Isbat pusat,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Kanwil Kemenag Jawa Timur berharap penetapan awal Ramadan 1447 H dapat memberikan kepastian dan ketenangan bagi umat Islam dalam menyambut bulan suci dengan penuh kesiapan dan khidmat.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan paket sabu dengan berat total 96,884 gram serta 10 butir ekstasi seberat 4,274 gram.

Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan iuran makam tidak boleh dijadikan syarat dalam pengurusan adminduk.

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mojokerto Bakal Digelar di GOR Seni Majapahit

Ika Puspitasari, menyampaikan bahwa penyelenggaraan nobar merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Mojokerto menghadirkan ruang publik yang positif.

Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

Langkah itu juga menjadi bentuk pencegahan terhadap penyalahgunaan narkotika di kalangan atlet yang tengah dipersiapkan menghadapi Porprov Jatim 2027.