Rabu, 22 Jul 2026 11:01 WIB

Festival Imlek 2026

Pemkot Surabaya Gelar Kya-Kya Chunjie Fest 2026, Catat Tanggalnya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 13 Feb 2026 15:26 WIB
Ilustrasi Perayaan Imlek. (Dok. Diskominfo Surabaya).
Ilustrasi Perayaan Imlek. (Dok. Diskominfo Surabaya).

selalu.id - Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Surabaya akan semakin semarak dengan digelarnya Kya-Kya Chunjie Fest 2026.

Festival bertema “Harmoni Cinta dan Budaya Pecinan di Surabaya” ini akan berlangsung di kawasan Kya-Kya Kembang Jepun, mulai pukul 18.00 hingga 22.00 WIB pada 14-16 Februari 2026.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Herry Purwadi, mengatakan festival ini dirancang menghadirkan pengalaman Imlek yang otentik melalui pertunjukan seni budaya Tionghoa, kuliner khas pecinan, serta berbagai atraksi menarik.

“Kami ingin menyajikan pengalaman Imlek yang otentik melalui kegiatan hiburan yang variatif. Selain itu, tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kunjungan wisatawan serta mendorong peningkatan pendapatan UMKM di kawasan Kya-Kya Kembang Jepun,” katanya, Jumat (13/2/2026).

Hery menyebut, sebanyak 50 tenant kuliner khas pecinan akan meramaikan festival tersebut. Seluruh tenant merupakan UMKM Surabaya, sementara mayoritas penampil berasal dari komunitas Tionghoa dan pelaku seni lokal.

Selain pertunjukan budaya, panitia juga menyiapkan mini games berhadiah setiap hari.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Tak hanya festival malam, Hery menyampaikan rangkaian kegiatan diawali dengan walking tour di kawasan pecinan pada 7 dan 14 Februari 2026 pukul 09.00 WIB.

Program ini mengajak warga dan wisatawan menyusuri jejak sejarah serta kekayaan budaya kawasan Kembang Jepun.

Herry menambahkan, dampak ekonomi yang ditargetkan dari festival ini antara lain peningkatan omzet harian UMKM, bertambahnya pendapatan tenaga kerja warga sekitar termasuk pengemudi becak wisata, serta meningkatnya eksposur sektor pariwisata di kawasan pecinan Surabaya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Untuk memastikan kelancaran acara, Disbudporapar berkoordinasi dengan sejumlah perangkat daerah seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, serta aparat kepolisian setempat.

Panitia juga menambah fasilitas tempat duduk untuk menunjang kenyamanan pengunjung.

“Kami ingin memastikan masyarakat bisa menikmati festival ini dengan aman, nyaman, dan tertib, sehingga Kya-Kya Chunjie Fest benar-benar menjadi ruang perayaan budaya yang inklusif dan menyenangkan bagi semua,” jelas Herry.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.