Minggu, 19 Jul 2026 21:21 WIB

Strategi Pemkot Surabaya Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Ramadan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 13 Feb 2026 17:07 WIB
Pemkot Surabaya saat panen cabai rawit. (Dok. Diskominfo Surabaya).
Pemkot Surabaya saat panen cabai rawit. (Dok. Diskominfo Surabaya).

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) bersama Kelompok Tani (Poktan) Sendang Biru panen cabai rawit, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri, khususnya untuk komoditas cabai.

Baca Juga: Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

Kepala DKPP Surabaya, Antiek Sugiharti mengatakan panen ini merupakan hasil tanam sejak Oktober 2025 yang memang dipersiapkan untuk mengantisipasi lonjakan harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

“Saat ini harga cabai di pasar berkisar Rp70.000 hingga Rp85.000 per kilogram. Dengan adanya panen dari kelompok tani lokal, kami harap tekanan permintaan di pasar bisa berkurang,” katanya.

Antiek menjelaskan, panen kali ini merupakan panen ketujuh dari Poktan Sendang Biru dengan populasi sekitar 1.300 pohon cabai varietas Ori, yang dikenal memiliki kualitas premium dan harga tinggi di pasaran.

Selain mengandalkan produksi petani, pemkot juga menggencarkan gerakan “Satu Rumah Dua Pohon” yang disinergikan dengan program Kampung Pancasila.

Antiek menilai, jika setiap rumah tangga menanam minimal dua pohon cabai, ketergantungan pada pasar saat harga melonjak bisa ditekan.

“Ini langkah konkret menjaga stabilitas harga secara makro. Kalau warga menanam sendiri, saat harga naik mereka tidak perlu beli,” jelasnya.

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

Tak hanya cabai, Pemkot bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) juga melakukan intervensi komoditas lain seperti telur dan daging ayam melalui Gerakan Pangan Murah (GPM), operasi pasar, serta pengawasan stok bersama kementerian terkait.

Dalam kegiatan panen tersebut, DKPP juga menggandeng UPT Proteksi Tanaman Pemprov Jawa Timur untuk melakukan pengendalian hama tikus secara terpadu demi menjaga produktivitas lahan.

Antiek memastikan, berdasarkan pemantauan terbaru, seluruh komoditas pangan di Surabaya dalam kondisi aman menjelang Ramadan.

“Masyarakat kami imbau belanja sesuai kebutuhan, tidak perlu panic buying,” tegasnya.

Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran Dua Kelompok Remaja di Surabaya, Amankan 7 Orang dan Sita Sajam

Sementara itu, Suprapto (67), anggota Poktan Sendang Biru, mengaku rutin memanen cabai setiap lima hari sekali dengan hasil 6–8 kilogram per panen.

Di tengah harga pasar yang tinggi, ia memilih menjual cabainya ke warga sekitar seharga Rp70.000 per kilogram.

“Kalau di pasar bisa Rp85.000, saya jual Rp70.000 untuk membantu tetangga. Memang ada kendala virus kuning, tapi dukungan bibit dari Pemkot sangat membantu,” katanya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan paket sabu dengan berat total 96,884 gram serta 10 butir ekstasi seberat 4,274 gram.