Kamis, 04 Jun 2026 20:42 WIB

Harga Cabai di GPM Surabaya Turun hingga 50 Persen Jelang Ramadan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 13 Feb 2026 17:45 WIB
Gerakan Pangan Murah di Bubutan Surabaya. (Dok. Diskominfo Surabaya).
Gerakan Pangan Murah di Bubutan Surabaya. (Dok. Diskominfo Surabaya).

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memangkas rantai distribusi komoditas cabai untuk menekan lonjakan harga menjelang Ramadan 2026.

Strategi itu diterapkan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Balai RW 1, Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan, Jumat (13/2/2026).

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota (DKPP) Surabaya, Antiek Sugiharti menyebut cabai yang dijual kepada warga merupakan hasil panen langsung kelompok tani (Poktan) binaan Pemkot.

Antiek menjelaskan bahwa dampak skema distribusi langsung ini membuat harga di tingkat konsumen lebih rendah dibanding pasar.

Harga cabai di pasar, saat ini masih tinggi. Karena itu, pihaknya membawa hasil panen petani lokal untuk dijual langsung tanpa melalui banyak perantara.

“Cabai merah harganya masih tinggi. Kami hadirkan hasil panen masyarakat agar warga bisa mendapatkan harga lebih terjangkau,” jelasnya.

Selain cabai, DKPP Surabaga menyediakan 1.300 liter minyak goreng, 500 sak beras (300 sak SPHP dan 200 sak premium), 500 kilogram gula pasir, serta 250 kilogram telur ayam yang sebagian berasal dari program padat karya.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Komoditas lain seperti bawang merah, bawang putih, cabai besar, dan daging juga dijual dalam kegiatan tersebut.

Untuk mencegah penimbunan, pembelian dibatasi maksimal dua botol minyak goreng, dua sak beras, serta 5–6 kilogram gula pasir per orang.

Antiek memastikan stok pangan di Surabaya dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Ia mengimbau masyarakat berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying.

Sementara itu, lokasi GPM, warga mengaku selisih harga cukup signifikan.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Rutinah, salah satu pembeli, menyebut harga seperempat kilogram cabai di pasar bisa mencapai Rp20 ribu. Namun di GPM, ia mendapatkannya seharga Rp10 ribu.

“Lumayan sekali selisihnya, apalagi menjelang puasa kebutuhan dapur meningkat,” katanya.

Diketahui, Pemkot Surabaya berencana menggelar pasar murah serentak pada 25 Februari 2026, serta memperluas pelaksanaan GPM hingga setelah Lebaran untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.

Maling yang Sering Curi Lampu Lalulintas di Semampir Surabaya Dibekuk, Ini Identitasnya

Saat ini pelaku telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolsek Semampir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Wabup Mimik ajak Pelajar Sidoarjo Bijak Gunakan Teknologi

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menegaskan bahwa nilai utama yang harus dimiliki setiap manusia adalah kebermanfaatan bagi sesama.

Perawat RS Waluyo Jati Probolinggo yang Ngaku Dibegal Itu Ternyata Hoaks, Alasannya Bikin Emosi

Diketahui sebelumnya, Nugroho, warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, itu mengaku dibegal pada Senin (1/6/2026) malam.

Pecah Ban, Pikap Terguling di Tol SuMo 1 Tewas 2 Luka

pikap berwarna putih itu oleng lantaran sopir tidak bisa mengendalikan dan sempat menabrak guardrail atau pembatas jalan sisi kanan dan terguling.