Minggu, 01 Nov 2026 17:05 WIB

Harga Cabai di GPM Surabaya Turun hingga 50 Persen Jelang Ramadan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 13 Feb 2026 17:45 WIB
Gerakan Pangan Murah di Bubutan Surabaya. (Dok. Diskominfo Surabaya).
Gerakan Pangan Murah di Bubutan Surabaya. (Dok. Diskominfo Surabaya).

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memangkas rantai distribusi komoditas cabai untuk menekan lonjakan harga menjelang Ramadan 2026.

Strategi itu diterapkan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Balai RW 1, Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan, Jumat (13/2/2026).

Baca Juga: Aturan Operasional Pasar Tanjungsari Surabaya Dikeluhkan: Pedagang Tugi, Buah Cepat Busuk

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota (DKPP) Surabaya, Antiek Sugiharti menyebut cabai yang dijual kepada warga merupakan hasil panen langsung kelompok tani (Poktan) binaan Pemkot.

Antiek menjelaskan bahwa dampak skema distribusi langsung ini membuat harga di tingkat konsumen lebih rendah dibanding pasar.

Harga cabai di pasar, saat ini masih tinggi. Karena itu, pihaknya membawa hasil panen petani lokal untuk dijual langsung tanpa melalui banyak perantara.

“Cabai merah harganya masih tinggi. Kami hadirkan hasil panen masyarakat agar warga bisa mendapatkan harga lebih terjangkau,” jelasnya.

Selain cabai, DKPP Surabaga menyediakan 1.300 liter minyak goreng, 500 sak beras (300 sak SPHP dan 200 sak premium), 500 kilogram gula pasir, serta 250 kilogram telur ayam yang sebagian berasal dari program padat karya.

Baca Juga: Siasat Licik Penjual Miras Ilegal di Surabaya Hindari Razia Satpol PP

Komoditas lain seperti bawang merah, bawang putih, cabai besar, dan daging juga dijual dalam kegiatan tersebut.

Untuk mencegah penimbunan, pembelian dibatasi maksimal dua botol minyak goreng, dua sak beras, serta 5–6 kilogram gula pasir per orang.

Antiek memastikan stok pangan di Surabaya dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Ia mengimbau masyarakat berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying.

Sementara itu, lokasi GPM, warga mengaku selisih harga cukup signifikan.

Baca Juga: Melihat dari Dekat Pasar Induk Surabaya: Fasilitas Lengkap, Bebas Biaya Sewa Lapak

Rutinah, salah satu pembeli, menyebut harga seperempat kilogram cabai di pasar bisa mencapai Rp20 ribu. Namun di GPM, ia mendapatkannya seharga Rp10 ribu.

“Lumayan sekali selisihnya, apalagi menjelang puasa kebutuhan dapur meningkat,” katanya.

Diketahui, Pemkot Surabaya berencana menggelar pasar murah serentak pada 25 Februari 2026, serta memperluas pelaksanaan GPM hingga setelah Lebaran untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Anggaran Logistik Bencana Tembus Rp41 M: DPRD Jatim Tuntut Pangan Bergizi, Jangan Cuma Kenyang

DPRD Jatim mengakui mie instan praktis dan mudah didistribusikan, namun tidak ideal jika menjadi tumpuan utama asupan pangan di masa pengungsian. 

Hasil Pegadaian Championship, De Red FC Bungkam Deltras Sidoarjo 2-0

Bagi Deltras, kekalahan ini makin memperpanjang catatan kelam tanpa kemenangan menjadi empat pertandingan berturut-turut.

Jika Surat Penyetaraan Tidak Sah, Masih Lengkapkah Syarat Pencalonan Gibran?

Pada titik ini perlu dibuat batas yang tegas. Tidak sahnya Surat Keterangan tersebut tidak otomatis berarti Gibran berhenti sebagai Wakil Presiden.

Harga Emas Antam Hari Ini: Jual dan Beli Turun Bunda, Ini Rinciannya 

Pergerakan harga emas Antam Logam Mulia umumnya dipengaruhi oleh harga emas global serta nilai tukar rupiah.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Waspada Orang Kedua, Tapi Keberuntungan dan Uang Masih Oke

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Sah! Hairul Syapril Sholeh Nahkoda Baru IKAPMII Jember 2026–2031

Kepengurusan baru ini diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas alumni sekaligus meningkatkan peran IKAPMII dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah