Kamis, 04 Jun 2026 17:00 WIB

Harga Cabai di GPM Surabaya Turun hingga 50 Persen Jelang Ramadan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 13 Feb 2026 17:45 WIB
Gerakan Pangan Murah di Bubutan Surabaya. (Dok. Diskominfo Surabaya).
Gerakan Pangan Murah di Bubutan Surabaya. (Dok. Diskominfo Surabaya).

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memangkas rantai distribusi komoditas cabai untuk menekan lonjakan harga menjelang Ramadan 2026.

Strategi itu diterapkan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Balai RW 1, Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan, Jumat (13/2/2026).

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota (DKPP) Surabaya, Antiek Sugiharti menyebut cabai yang dijual kepada warga merupakan hasil panen langsung kelompok tani (Poktan) binaan Pemkot.

Antiek menjelaskan bahwa dampak skema distribusi langsung ini membuat harga di tingkat konsumen lebih rendah dibanding pasar.

Harga cabai di pasar, saat ini masih tinggi. Karena itu, pihaknya membawa hasil panen petani lokal untuk dijual langsung tanpa melalui banyak perantara.

“Cabai merah harganya masih tinggi. Kami hadirkan hasil panen masyarakat agar warga bisa mendapatkan harga lebih terjangkau,” jelasnya.

Selain cabai, DKPP Surabaga menyediakan 1.300 liter minyak goreng, 500 sak beras (300 sak SPHP dan 200 sak premium), 500 kilogram gula pasir, serta 250 kilogram telur ayam yang sebagian berasal dari program padat karya.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Komoditas lain seperti bawang merah, bawang putih, cabai besar, dan daging juga dijual dalam kegiatan tersebut.

Untuk mencegah penimbunan, pembelian dibatasi maksimal dua botol minyak goreng, dua sak beras, serta 5–6 kilogram gula pasir per orang.

Antiek memastikan stok pangan di Surabaya dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Ia mengimbau masyarakat berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying.

Sementara itu, lokasi GPM, warga mengaku selisih harga cukup signifikan.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Rutinah, salah satu pembeli, menyebut harga seperempat kilogram cabai di pasar bisa mencapai Rp20 ribu. Namun di GPM, ia mendapatkannya seharga Rp10 ribu.

“Lumayan sekali selisihnya, apalagi menjelang puasa kebutuhan dapur meningkat,” katanya.

Diketahui, Pemkot Surabaya berencana menggelar pasar murah serentak pada 25 Februari 2026, serta memperluas pelaksanaan GPM hingga setelah Lebaran untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.