Sabtu, 13 Jun 2026 18:20 WIB

Bupati Fawait Komitmen Tekan Kemiskinan di Jember, Berikut Targetnya

Bupati Jember Muhammad Fawait saat gaungkan pengentasan kemiskinan di Balai Desa Cangkring. (Dok. Pemkab Jember).
Bupati Jember Muhammad Fawait saat gaungkan pengentasan kemiskinan di Balai Desa Cangkring. (Dok. Pemkab Jember).

selalu.id - Balai Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, menjadi saksi dimulainya babak baru upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Jember.

Di hadapan warga dan jajaran pemerintah pusat, Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan komitmennya menurunkan angka kemiskinan secara drastis dalam lima tahun ke depan.

Baca Juga: Lewat Pro Gus'e Update, Bupati Fawait Beber Rp312 Miliar Dukungan Pertanian untuk Jember

Didampingi Wakil Ketua Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Iwan Sumule, Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu menyampaikan bahwa persoalan kemiskinan tidak bisa ditangani secara parsial.

“Ini bukan kerja satu pihak. Kita butuh sinergi nyata antara pusat dan daerah. Hari ini adalah langkah awal gerakan bersama,” jelasnya, Jumat (13/2/2026).

Gus Fawait mengatakan bahwa kemiskinan di Jember banyak terkonsentrasi di wilayah perdesaan, terutama di kawasan pinggir hutan, perkebunan, dan pesisir.

Kondisi tersebut menuntut kebijakan yang lebih spesifik dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

Menurutnya, pengentasan kemiskinan bukan sekadar program bantuan, melainkan proses panjang membangun kemandirian.

Baca Juga: Momen Bupati Fawait Resmikan Rute Penerbangan Jember–Surabaya di Hari Lahir Pancasila

“Ini bukan sulap yang selesai semalam. Tapi dengan komitmen dan kerja bersama, lima tahun ke depan kita harus melihat perubahan nyata,” tegasnya.

Dengan Komitmen ini, diwujudkan melalui berbagai program: penyaluran 200 paket Gemarikan untuk pemenuhan gizi keluarga, bantuan sembako dan santunan tunai, hingga distribusi sembako di Kampung Zakat.

Pemerintah daerah juga menghidupkan kembali PBI JKN, memperbaiki atap rumah warga melalui Program Genting, membangun sanitasi lewat Jambanisasi, serta mendukung pendidikan anak yatim dengan pemberian tablet.

Tak hanya itu, warga tunanetra menerima bantuan Kacamata Pintar, dan para lanjut usia mendapatkan perhatian khusus melalui Program Lansia Berdaya.

Baca Juga: Penerbangan Jember-Surabaya Jadi Hadiah Istimewa di Hari Lahir Pancasila

Sementara Wakil Ketua BP Taskin, Iwan Sumule menegaskan bahwa Jember menjadi salah satu prioritas nasional dalam percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem.

"Program ini tidak boleh bersifat sementara. Harus berkelanjutan dan terintegrasi. Kolaborasi adalah kunci agar kesejahteraan benar-benar dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Ia berharap dari desa, sinergi itu dimulai. Dengan harapan, dalam lima tahun mendatang, Jember tidak lagi dikenal sebagai daerah dengan angka kemiskinan tinggi, melainkan sebagai contoh keberhasilan kolaborasi pusat dan daerah dalam membangun kesejahteraan rakyat.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Porkab Karate Sidoarjo Dibuka, Ratusan Atlet Disiapkan untuk Porprov 

Pembukaan Porkab Sidoarjo 2026 Cabang Olahraga Karate di GOR Delta Sidoarjo. (Foto: Ariyanto/selalu.id) 

Di Bulan Bung Karno, Armuji Tantang Kader Gen Z PDIP Surabaya jadi Anggota Dewan

Armuji, menegaskan bahwa Gen-Z memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan partai maupun bangsa.

Pertama Kali Pasca Islah, Subandi-Mimik Pamer Kekompakan di Depan Publik Sidoarjo

Sebelumnya, kedua belah pihak bahkan sempat saling melayangkan laporan ke pihak kepolisian atas pertikaian itu.

Semarak Piala Dunia 2026, Warga Desa Medali di Mojokerto Pasang 48 Bendera Kontestan

Sebanyak 48 bendera yang berlaga di piala dunia itu didapatkan dari anggaran yang diperoleh dari iuran secara sukarela.

Sekretariat DPRD Jatim Kembangkan Tanaman Hidroponik, Sri Wahyuni Mengapresiasi

Di area depan ruangan Fraksi PDI-P, terlihat deretan tanaman hidroponik yang ditanam menggunakan media pipa paralon tersusun rapi.

Peringati Harganas ke-33, KB Permanen di Jember Sasar 234 Perempuan dan 25 Laki-laki

Target akseptor MOW di Jember berkisar 250 peserta dan kini hampir seluruhnya telah terpenuhi.