Senin, 02 Nov 2026 11:24 WIB

Bupati Fawait Komitmen Tekan Kemiskinan di Jember, Berikut Targetnya

Bupati Jember Muhammad Fawait saat gaungkan pengentasan kemiskinan di Balai Desa Cangkring. (Dok. Pemkab Jember).
Bupati Jember Muhammad Fawait saat gaungkan pengentasan kemiskinan di Balai Desa Cangkring. (Dok. Pemkab Jember).

selalu.id - Balai Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, menjadi saksi dimulainya babak baru upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Jember.

Di hadapan warga dan jajaran pemerintah pusat, Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan komitmennya menurunkan angka kemiskinan secara drastis dalam lima tahun ke depan.

Baca Juga: 7 Polisi Dimutasi usai Gerebek 3 Kader Gerindra Pesta Sabu, Polrestabes Surabaya: Pembinaan Karier

Didampingi Wakil Ketua Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Iwan Sumule, Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu menyampaikan bahwa persoalan kemiskinan tidak bisa ditangani secara parsial.

“Ini bukan kerja satu pihak. Kita butuh sinergi nyata antara pusat dan daerah. Hari ini adalah langkah awal gerakan bersama,” jelasnya, Jumat (13/2/2026).

Gus Fawait mengatakan bahwa kemiskinan di Jember banyak terkonsentrasi di wilayah perdesaan, terutama di kawasan pinggir hutan, perkebunan, dan pesisir.

Kondisi tersebut menuntut kebijakan yang lebih spesifik dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

Menurutnya, pengentasan kemiskinan bukan sekadar program bantuan, melainkan proses panjang membangun kemandirian.

Baca Juga: Gus Fawait Masuk Radar Pilgub Jatim 2029, LSN Perkuat Jaringan Daerah

“Ini bukan sulap yang selesai semalam. Tapi dengan komitmen dan kerja bersama, lima tahun ke depan kita harus melihat perubahan nyata,” tegasnya.

Dengan Komitmen ini, diwujudkan melalui berbagai program: penyaluran 200 paket Gemarikan untuk pemenuhan gizi keluarga, bantuan sembako dan santunan tunai, hingga distribusi sembako di Kampung Zakat.

Pemerintah daerah juga menghidupkan kembali PBI JKN, memperbaiki atap rumah warga melalui Program Genting, membangun sanitasi lewat Jambanisasi, serta mendukung pendidikan anak yatim dengan pemberian tablet.

Tak hanya itu, warga tunanetra menerima bantuan Kacamata Pintar, dan para lanjut usia mendapatkan perhatian khusus melalui Program Lansia Berdaya.

Baca Juga: Top 5 Berita: Deltras Kalah hingga Harga Emas Antam

Sementara Wakil Ketua BP Taskin, Iwan Sumule menegaskan bahwa Jember menjadi salah satu prioritas nasional dalam percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem.

"Program ini tidak boleh bersifat sementara. Harus berkelanjutan dan terintegrasi. Kolaborasi adalah kunci agar kesejahteraan benar-benar dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Ia berharap dari desa, sinergi itu dimulai. Dengan harapan, dalam lima tahun mendatang, Jember tidak lagi dikenal sebagai daerah dengan angka kemiskinan tinggi, melainkan sebagai contoh keberhasilan kolaborasi pusat dan daerah dalam membangun kesejahteraan rakyat.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Hasil Liga Italia: Juventus Bungkam Napoli 2-0, Alajbegovic Tampil Apik

Kebuntuan baru pecah di menit ke-70. Kerim Alajbegovic jadi pahlawan Juventus setelah menuntaskan umpan dari Edon Zhegrova.

Pegawai Bank Keliling Ditemukan Tewas Penuh Luka di Probolinggo

Pemuda 19 tahun tersebut tewas dengan sabetan senjata tajam.

Perkuat AI TechCo, Indosat Bukukan Laba Rp4,9 Triliun di Kuartal III 2026

Angka ini melonjak signifikan dibanding perolehan sepanjang 2025 yang sebesar USD28 juta, dan diproyeksikan menyentuh USD100 juta pada akhir 2026.

Sketsa YouTube Woko Channel jadi Film Layar Lebar "Piye To Kih?": Tayang di Bioskop 19 November

Cerita film ini tentang Mukidi setelah rencananya untuk menikah berantakan sampai ia bertemu Sukma, perempuan yang membawanya pada sebuah hubungan yang absurd.

Muaythai Jatim Mulai Petakan Regenerasi Atlet untuk PON 2028

Gebrakan ini dilakukan setelah Baso Juherman kembali terpilih secara aklamasi untuk memimpin Pengprov MI Jatim periode 2026–2031.

Gudang Minyak Goreng di Kemuning Sidoarjo Ludes Terbakar

Mengenai pemicu amukan api serta estimasi kerugian materiil, pihak Damkarmat Sidoarjo mengaku masih belum bisa memastikannya, begitupun penyebabnya.