Senin, 02 Nov 2026 11:24 WIB

Wamendagri Dorong Pengawasan Dana Desa di Jember, Tata Kelola Jadi Kunci

Wanendagri Bima Arya Sugiantoro saat melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Jember. (Dok. Diskominfo Jember).
Wanendagri Bima Arya Sugiantoro saat melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Jember. (Dok. Diskominfo Jember).

selalu.id - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiantoro melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Jember, Kamis (12/2/2026).

Kunjungan itu dilakukan dalam rangka memperkuat sosialisasi pengawasan pemerintahan desa dan pengelolaan Dana Desa (DD).

Baca Juga: 7 Polisi Dimutasi usai Gerebek 3 Kader Gerindra Pesta Sabu, Polrestabes Surabaya: Pembinaan Karier

Dalam agenda tersebut, Bima Arya menyampaikan bahwa pemerintah pusat menempatkan desa sebagai prioritas pembangunan nasional.

Berbagai program strategis diarahkan langsung menyentuh desa, seperti pengembangan kampung nelayan, koperasi desa, hingga skema KDMP yang mempercepat distribusi dukungan dari pusat.

"Penguatan tata kelola menjadi kunci agar seluruh potensi anggaran dapat dimanfaatkan optimal oleh aparatur desa. Sumber pendanaan desa tidak hanya berasal dari dana desa, tetapi juga dari pajak daerah, serta bantuan keuangan provinsi dan kabupaten/kota," jelasnya.

Terkait Dana Desa 2025 yang belum terealisasi, Bima memastikan akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk menyelaraskan alokasi anggaran, termasuk dalam mendukung program Koperasi Merah Putih.

Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan ketat untuk mencegah penyalahgunaan anggaran.

"Tata kelola yang baik akan memastikan setiap rupiah dana publik benar-benar memberikan dampak langsung bagi masyarakat," tegasnya.

Wamendagri Bima Arya Sugiantoro saat melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Jember. (Dok. Diskominfo Jember).Wamendagri Bima Arya Sugiantoro saat melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Jember. (Dok. Diskominfo Jember).

Baca Juga: Gus Fawait Masuk Radar Pilgub Jatim 2029, LSN Perkuat Jaringan Daerah

Secara khusus, Bima menilai Jember memiliki keunggulan kompetitif di berbagai sektor, mulai dari komoditas tembakau hingga Jember Fashion Carnaval (JFC) yang telah mendunia.

Bima mendorong pemerintah daerah memperkuat kemandirian fiskal sekaligus meningkatkan kualitas manajemen desa.

Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan sejumlah aspirasi kepala desa, termasuk persoalan teknis Koperasi Merah Putih seperti penyediaan lahan dan koordinasi lintas lembaga.

Ia menyebut beberapa kendala telah menemukan solusi dan diharapkan segera ditindaklanjuti dengan dukungan Komisi II DPR RI.

Bupati yang akrab disapa Gus Fawait ini mengakui adanya penurunan Transfer ke Daerah (TKD), namun ia optimistis potensi anggaran baru dapat diperoleh melalui program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Baca Juga: Top 5 Berita: Deltras Kalah hingga Harga Emas Antam

"Jika 300 unit SPPG beroperasi di Jember, potensi perputaran ekonomi bisa mencapai sekitar Rp4 triliun. Maka, penting untuk memastikan belanja program tersebut menggunakan produk lokal agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat," jelasnya.

Ke depan, Pemkab Jember akan berkoordinasi dengan para kepala desa terkait pengelolaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa (ADD), termasuk mengupayakan tambahan ADD melalui perubahan anggaran.

Selain itu, pemerintah daerah tengah mengkaji penerbitan surat edaran agar SPPG memprioritaskan produk pertanian, peternakan, dan UMKM lokal sebagai pemasok utama.

"Langkah ini diharapkan mampu membuka peluang usaha baru, khususnya bagi masyarakat miskin ekstrem dan pelaku UMKM desa," tegas Gus Fawait.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Hasil Liga Italia: Juventus Bungkam Napoli 2-0, Alajbegovic Tampil Apik

Kebuntuan baru pecah di menit ke-70. Kerim Alajbegovic jadi pahlawan Juventus setelah menuntaskan umpan dari Edon Zhegrova.

Pegawai Bank Keliling Ditemukan Tewas Penuh Luka di Probolinggo

Pemuda 19 tahun tersebut tewas dengan sabetan senjata tajam.

Perkuat AI TechCo, Indosat Bukukan Laba Rp4,9 Triliun di Kuartal III 2026

Angka ini melonjak signifikan dibanding perolehan sepanjang 2025 yang sebesar USD28 juta, dan diproyeksikan menyentuh USD100 juta pada akhir 2026.

Sketsa YouTube Woko Channel jadi Film Layar Lebar "Piye To Kih?": Tayang di Bioskop 19 November

Cerita film ini tentang Mukidi setelah rencananya untuk menikah berantakan sampai ia bertemu Sukma, perempuan yang membawanya pada sebuah hubungan yang absurd.

Muaythai Jatim Mulai Petakan Regenerasi Atlet untuk PON 2028

Gebrakan ini dilakukan setelah Baso Juherman kembali terpilih secara aklamasi untuk memimpin Pengprov MI Jatim periode 2026–2031.

Gudang Minyak Goreng di Kemuning Sidoarjo Ludes Terbakar

Mengenai pemicu amukan api serta estimasi kerugian materiil, pihak Damkarmat Sidoarjo mengaku masih belum bisa memastikannya, begitupun penyebabnya.