Kamis, 04 Jun 2026 10:38 WIB

Arus Truk Peti Kemas di TPK Kupang Kembali Lancar

Foto: Aktivitas bongkar muat Terminal Peti Kemas Kupang kembali lancar
Foto: Aktivitas bongkar muat Terminal Peti Kemas Kupang kembali lancar

selalu.id – Aktivitas pergerakan truk pengangkut peti kemas yang akan masuk maupun keluar dari TPK Kupang kembali lancar. Dari pantauan langsung di lapangan, tidak terdapat antrean truk yang menumpuk untuk menunggu pelayanan receiving (pengiriman peti kemas dari luar ke dalam terminal) maupun pelayanan delivery (pengiriman peti kemas keluar dari terminal). 

 

Baca Juga: Kejar Operasional Rendah Emisi, TPK Semarang Terapkan Sistem GRK Internasional

Terminal Head TPK Kupang Andhik Kristianto mengatakan aktivitas bongkar muat di area lapangan penumpukan sudah kembali normal. Saat ini empat dari lima alat jenis rubber tyred gantry (RTG) crane di TPK Kupang beroperasi normal untuk melayani kegiatan bongkar muat peti kemas.

 

“Sudah normal sejak tanggal 15 Januari 2026 yang lalu, saat ini ada empat unit RTG crane dan dua unit reach stacker (RS) yang siap melakukan pelayanan peti kemas di lapangan penumpukan,” jelas Andhik, Kamis (22/1).

 

Lebih lanjut, Andhik menyebut pihaknya juga melakukan pengaturan operasional untuk mendukung layanan yang lebih baik. Kesiapan operator alat, perencanaan kegiatan bongkar muat kapal, pengaturan receiving dan delivery menjadi pendukung dalam pemulihan kegiatan pelayanan peti kemas di TPK Kupang.

 

Manajemen PT Pelindo Terminal Petikemas juga berkomitmen untuk menjaga stabilitas layanan di TPK Kupang melalui kesiapan alat bongkar muat. Perseroan merencanakan penambahan alat RTG crane pada rentang waktu 2026 s.d. 2027. Rencana tersebut telah disampaikan pada saat pertemuan antara manajemen perusahaan dengan Gubernur NTT beberapa waktu lalu.

 

Baca Juga: TPK Bitung dan Ternate Kembali Beroperasi Pasca Gempa M 7,6 di Sulawesi Utara

“TPK Kupang tidak pernah berhenti atau stop operasi, kegiatan pelayanan peti kemas terus berlangsung 24 jam non stop tujuh hari seminggu, kami memohon maaf atas kendala yang terjadi beberapa waktu yang lalu,” seru Andhik.

 

Pengemudi truk peti kemas Victor Kebo menyebut saat ini layanan di TPK Kupang sudah membaik. Menurutnya tidak ada lagi antrian ekstrem seperti yang terjadi beberapa waktu lalu. Pada tanggal 7 Januari 2026 lalu, Victor sempat merasakan macet dan menunggu hingga sembilan jam untuk menunggu muatan delivery.

 

“Harapan kami tidak ada lagi kendala peralatan, sehingga kami para pengemudi juga nyaman dalam bekerja,” katanya.

Baca Juga: Pelindo Terminal Petikemas Gelar Pelatihan BLS untuk 30 Peserta di Surabaya

 

Pengemudi lainnya James Phila Ndilu sempat menunggu sejak pukul 13:00 WITA s.d. 23:00 WITA saat kendala alat terjadi di TPK Kupang. Dia menyebut operator yang bertugas sangat membantu untuk mengatur kelancaran operasional di lapangan. Pihaknya menaruh harapan agar kendala serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.

 

“Kondisi sekarang hanya butuh waktu 30 menit mulai dari datang (gate in) hingga truk keluar membawa peti kemas (gate out),” tukasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.