Minggu, 15 Feb 2026 12:39 WIB

Arus Truk Peti Kemas di TPK Kupang Kembali Lancar

Foto: Aktivitas bongkar muat Terminal Peti Kemas Kupang kembali lancar
Foto: Aktivitas bongkar muat Terminal Peti Kemas Kupang kembali lancar

selalu.id – Aktivitas pergerakan truk pengangkut peti kemas yang akan masuk maupun keluar dari TPK Kupang kembali lancar. Dari pantauan langsung di lapangan, tidak terdapat antrean truk yang menumpuk untuk menunggu pelayanan receiving (pengiriman peti kemas dari luar ke dalam terminal) maupun pelayanan delivery (pengiriman peti kemas keluar dari terminal). 

 

Baca Juga: Pelindo Terminal Petikemas Gelar Pelatihan BLS untuk 30 Peserta di Surabaya

Terminal Head TPK Kupang Andhik Kristianto mengatakan aktivitas bongkar muat di area lapangan penumpukan sudah kembali normal. Saat ini empat dari lima alat jenis rubber tyred gantry (RTG) crane di TPK Kupang beroperasi normal untuk melayani kegiatan bongkar muat peti kemas.

 

“Sudah normal sejak tanggal 15 Januari 2026 yang lalu, saat ini ada empat unit RTG crane dan dua unit reach stacker (RS) yang siap melakukan pelayanan peti kemas di lapangan penumpukan,” jelas Andhik, Kamis (22/1).

 

Lebih lanjut, Andhik menyebut pihaknya juga melakukan pengaturan operasional untuk mendukung layanan yang lebih baik. Kesiapan operator alat, perencanaan kegiatan bongkar muat kapal, pengaturan receiving dan delivery menjadi pendukung dalam pemulihan kegiatan pelayanan peti kemas di TPK Kupang.

 

Manajemen PT Pelindo Terminal Petikemas juga berkomitmen untuk menjaga stabilitas layanan di TPK Kupang melalui kesiapan alat bongkar muat. Perseroan merencanakan penambahan alat RTG crane pada rentang waktu 2026 s.d. 2027. Rencana tersebut telah disampaikan pada saat pertemuan antara manajemen perusahaan dengan Gubernur NTT beberapa waktu lalu.

 

Baca Juga: Arus Peti Kemas 2025 Meningkat, Terminal Peti Kemas Ambon Optimalkan Layanan Logistik Kawasan Timur

“TPK Kupang tidak pernah berhenti atau stop operasi, kegiatan pelayanan peti kemas terus berlangsung 24 jam non stop tujuh hari seminggu, kami memohon maaf atas kendala yang terjadi beberapa waktu yang lalu,” seru Andhik.

 

Pengemudi truk peti kemas Victor Kebo menyebut saat ini layanan di TPK Kupang sudah membaik. Menurutnya tidak ada lagi antrian ekstrem seperti yang terjadi beberapa waktu lalu. Pada tanggal 7 Januari 2026 lalu, Victor sempat merasakan macet dan menunggu hingga sembilan jam untuk menunggu muatan delivery.

 

“Harapan kami tidak ada lagi kendala peralatan, sehingga kami para pengemudi juga nyaman dalam bekerja,” katanya.

Baca Juga: Arus Peti Kemas Tembus 13,34 Juta TEUs, Tumbuh 6,87 Persen

 

Pengemudi lainnya James Phila Ndilu sempat menunggu sejak pukul 13:00 WITA s.d. 23:00 WITA saat kendala alat terjadi di TPK Kupang. Dia menyebut operator yang bertugas sangat membantu untuk mengatur kelancaran operasional di lapangan. Pihaknya menaruh harapan agar kendala serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.

 

“Kondisi sekarang hanya butuh waktu 30 menit mulai dari datang (gate in) hingga truk keluar membawa peti kemas (gate out),” tukasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pemulihan Dampak Banjir, Pemkab Jember Utamakan Kerja Lapangan 

Jembatan terdampak serta jalan provinsi yang melintasi wilayah Gumukmas, Kencong dan Jombang jadi perhatian.

Pemkot Surabaya Buka Pendaftaran Paskibraka 2026, Ini Syaratnya bagi Pelajar Kelas X 

Pemkot Surabaya mengajak pelajar yang memenuhi syarat untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai ajang pembentukan karakter.

Target Suara Golkar Naik 20 Persen, Arif Fathoni Gelar Ziarah Wali Lima di Dapil 3 Surabaya

Ziarah dipilih karena memiliki makna spiritual sekaligus mempererat komunikasi langsung antara wakil rakyat dan warga.

Dispendik Surabaya Buka Seleksi Dewan Pendidikan 2026–2030, Ini Jadwal dan Syaratnya

Seleksi terbuka bagi seluruh unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, praktisi pendidikan, pengusaha, hingga aktvis organisasi masyarakat dan agama.

Lebaran Idul Fitri Tahun Ini, Penjahit Padat Karya Surabaya Cairkan Tabungan Rp50,4 Juta

Uci menjelaskan, skema tabungan dilakukan dengan menyisihkan sebagian ongkos jahit setiap kali menerima pekerjaan.

Mengalirkan Kebaikan di HUT ke-52 SIER, Dirut Danareksa Turut Donorkan Darah

Peserta donor berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari karyawan aktif SIER, para pensiunan, tenant kawasan industri, hingga masyarakat umum.