Rabu, 11 Feb 2026 01:58 WIB

Arus Peti Kemas TPK Bagendang Tumbuh 4 Persen Sepanjang 2025

Foto: Proses bongkar muat di Terminal Peti Kemas Bagendang
Foto: Proses bongkar muat di Terminal Peti Kemas Bagendang

selalu.id - Terminal Peti Kemas Bagendang mencatatkan kinerja operasional yang stabil dan tumbuh positif sepanjang tahun 2025. Hingga Desember 2025, arus peti kemas tercatat mencapai 75.175 TEUs atau meningkat sekitar 4 persen dibandingkan capaian tahun 2024 yang sebesar 72.233 TEUs.

Terminal Head TPK Bagendang Bumiharjo, Akhmad Fajar, menyampaikan bahwa peningkatan arus peti kemas tersebut sejalan dengan capaian indikator produktivitas terminal yang melampaui target.

Baca Juga: Transformasi Operasional Dorong Pertumbuhan Arus Peti Kemas di TPK Merauke

“Kami mencatatkan Box Ship Hour sebesar 19,46 dari target 17. Sementara Berth Crane Hour mencapai 28,27 atau lebih tinggi dari target 27. Capaian Effective Time terhadap Berthing Time juga berada di angka 69,28 persen,” ujar Fajar, Senin (19/1/2026).

Menurutnya, capaian tersebut didukung oleh optimalisasi pola kunjungan kapal dan peningkatan produktivitas per kapal. Meski terjadi penyesuaian jumlah ship call dibandingkan tahun sebelumnya, arus peti kemas tetap tumbuh seiring meningkatnya utilisasi kapasitas kapal dan efektivitas layanan bongkar muat.

TPK Bagendang juga melakukan penyesuaian jam operasional dari 20 jam menjadi 21 jam per hari. Kebijakan tersebut dinilai berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas pelayanan serta mempercepat proses bongkar muat peti kemas.

Untuk menjaga kinerja dan mengantisipasi potensi peningkatan volume pada 2026, TPK Bagendang telah merencanakan penambahan satu unit container crane.

Baca Juga: Arus Peti Kemas Tembus 13,34 Juta TEUs, Tumbuh 6,87 Persen

“Saat ini operasional terminal masih ditopang satu unit container crane. Dengan penambahan peralatan, kami optimistis kapasitas pelayanan meningkat dan waktu tunggu kapal dapat ditekan,” jelas Fajar.

Dari sisi pengguna jasa, Kepala Operasional PT Salam Pacific Indonesia Lines Cabang Sampit, Cahya Agung Saputra, menilai pertumbuhan arus peti kemas sebagai dampak dari perbaikan kinerja operasional terminal.

“Penambahan jam kerja operasional dari 18 jam menjadi 20 jam pada 2024, lalu menjadi 21 jam pada 2025, turut mendorong kelancaran arus peti kemas. Komitmen TPK Bagendang dalam menjaga kinerja juga menjadi faktor pendukung,” katanya.

Baca Juga: Arus Peti Kemas Tumbuh 4,9 Persen, Kinerja TPK Banjarmasin Meningkat di Triwulan III

Cahya berharap ke depan TPK Bagendang dapat merealisasikan operasional penuh 24 jam selama tujuh hari pada 2026 guna mendorong peningkatan arus kapal dan peti kemas.

Dengan capaian tersebut, TPK Bagendang yang dikelola PT Pelindo Terminal Petikemas terus memperkuat perannya dalam mendukung kelancaran arus logistik serta aktivitas ekonomi, khususnya di wilayah Kalimantan Tengah.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kabar Berpulangnya Adi Sutarwijono buat Gelombang Pentakziyah Padati Rumah Dinas

Hingga berita ini diturunkan, gelombang pentakziyah dari berbagai lapisan masyarakat masih terus berdatangan.

Kepergian Adi Sutarwijono Bikin Kader Terpukul, PDIP Surabaya: Terasa Seperti Mimpi!

Para kader mengaku terpukul dan tak menyangka sosok yang selama ini menjadi pengayom partai itu pergi begitu cepat.

Adi Sutarwijono Tutup Usia, DPRD Surabaya Kehilangan Figur Bersahaja dan Pengayom

Cak Awi dikenang sebagai sosok pemimpin yang tenang, bersahaja, serta mampu merangkul berbagai kalangan, baik di parlemen maupun di internal partai.

Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono Berpulang

Cak Awi, sapaan akrab-Dominikus Adi Sutarwijono, mengembuskan napas terakhir pada pukul 20.36 WIB di MRCCC Siloam Hospitals Jakarta.

Satpol PP Jember Segel Billboard Tak Berizin, Jalan Jawa Jadi Sorotan Utama

"Tindakan ini dilakukan demi menjaga ketertiban umum dan kelestarian lingkungan," tegas Kasatpol PP Jember, Bambang Rudiyanto.

Mengenal Sepatu Aveka, Pemenang Shopee Jagoan UMKM asal Mojokerto

Usaha milik Muhammad Nurfuat ini mulai dirintis sejak tahun 2018. Pria asal Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan ini merupakan guru ponpes kawasan Nganjuk.