Senin, 07 Sep 2026 01:55 WIB

Arus Peti Kemas TPK Bagendang Tumbuh 4 Persen Sepanjang 2025

Foto: Proses bongkar muat di Terminal Peti Kemas Bagendang
Foto: Proses bongkar muat di Terminal Peti Kemas Bagendang

selalu.id - Terminal Peti Kemas Bagendang mencatatkan kinerja operasional yang stabil dan tumbuh positif sepanjang tahun 2025. Hingga Desember 2025, arus peti kemas tercatat mencapai 75.175 TEUs atau meningkat sekitar 4 persen dibandingkan capaian tahun 2024 yang sebesar 72.233 TEUs.

Terminal Head TPK Bagendang Bumiharjo, Akhmad Fajar, menyampaikan bahwa peningkatan arus peti kemas tersebut sejalan dengan capaian indikator produktivitas terminal yang melampaui target.

Baca Juga: Transformasi Operasional Dorong Pertumbuhan Arus Peti Kemas di TPK Merauke

“Kami mencatatkan Box Ship Hour sebesar 19,46 dari target 17. Sementara Berth Crane Hour mencapai 28,27 atau lebih tinggi dari target 27. Capaian Effective Time terhadap Berthing Time juga berada di angka 69,28 persen,” ujar Fajar, Senin (19/1/2026).

Menurutnya, capaian tersebut didukung oleh optimalisasi pola kunjungan kapal dan peningkatan produktivitas per kapal. Meski terjadi penyesuaian jumlah ship call dibandingkan tahun sebelumnya, arus peti kemas tetap tumbuh seiring meningkatnya utilisasi kapasitas kapal dan efektivitas layanan bongkar muat.

TPK Bagendang juga melakukan penyesuaian jam operasional dari 20 jam menjadi 21 jam per hari. Kebijakan tersebut dinilai berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas pelayanan serta mempercepat proses bongkar muat peti kemas.

Untuk menjaga kinerja dan mengantisipasi potensi peningkatan volume pada 2026, TPK Bagendang telah merencanakan penambahan satu unit container crane.

Baca Juga: Arus Peti Kemas Tembus 13,34 Juta TEUs, Tumbuh 6,87 Persen

“Saat ini operasional terminal masih ditopang satu unit container crane. Dengan penambahan peralatan, kami optimistis kapasitas pelayanan meningkat dan waktu tunggu kapal dapat ditekan,” jelas Fajar.

Dari sisi pengguna jasa, Kepala Operasional PT Salam Pacific Indonesia Lines Cabang Sampit, Cahya Agung Saputra, menilai pertumbuhan arus peti kemas sebagai dampak dari perbaikan kinerja operasional terminal.

“Penambahan jam kerja operasional dari 18 jam menjadi 20 jam pada 2024, lalu menjadi 21 jam pada 2025, turut mendorong kelancaran arus peti kemas. Komitmen TPK Bagendang dalam menjaga kinerja juga menjadi faktor pendukung,” katanya.

Baca Juga: Arus Peti Kemas Tumbuh 4,9 Persen, Kinerja TPK Banjarmasin Meningkat di Triwulan III

Cahya berharap ke depan TPK Bagendang dapat merealisasikan operasional penuh 24 jam selama tujuh hari pada 2026 guna mendorong peningkatan arus kapal dan peti kemas.

Dengan capaian tersebut, TPK Bagendang yang dikelola PT Pelindo Terminal Petikemas terus memperkuat perannya dalam mendukung kelancaran arus logistik serta aktivitas ekonomi, khususnya di wilayah Kalimantan Tengah.

Editor : Ading
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.