Senin, 09 Feb 2026 18:52 WIB

Cekcok, Adik Bacok Kakak Ipar di Mojokerto

selalu.id - Peristiwa pembacokan yang dilakukan oleh adik kepada kakak ipar terjadi di Dusun Tanjungan, Desa Tanjungan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto.

Korban yaitu Suprat (60), sedangkan pelaku yang merupakan adik kandung dari korban adalah Joko (48). Keduanya memang sudah sering cekcok lantaran tinggal di satu rumah.

Baca Juga: Pesan Khusus Ning Ita pada Insan Pers Dalam Perayaan HPN ke-80 di Mojokerto

Luluk, kakak ipar korban mengatakan, perselisihan antara Suprat dan Joko hampir terjadi setiap hari. Cekcok keduanya tersebut kerap dipicu masalah sepele karena keduanya saling tidak menyukai.

"Setiap hari cekcok, hal kecil jadi masalah. Hubungan mereka ipar. Istrinya Suprat itu kakaknya Joko, dan Joko ini adik kandung saya,” kata Luluk, Jumat (9/1/2026).

Ia menambahkan, selama ini pertengkaran hanya sebatas adu mulut dan belum pernah berujung pada kekerasan fisik. “Kalau tantangan atau berkelahi baru hari ini, sebelumnya cuma cekcok saja,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Tanjungan, Rikin menjelaskan, bahwa peristiwa bermula dari cekcok di dalam rumah yang kembali terjadi. Situasi kemudian memanas hingga pelaku mengambil senjata tajam.

"Awalnya bertengkar, lalu Joko ke belakang mengambil alat. Pak Suprat tidak tahu kalau Joko ambil senjata tajam. Tahu-tahu sudah dibawa, mau direbut tapi tidak bisa, langsung dibacok," ungkapnya.

Ditempat berbeda, Kapolsek Kemlagi AKP Marianto membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan pelaku dan korban masih memiliki hubungan keluarga dekat. "Pelaku dan korban masih family, Suprat itu kakak iparnya Joko," jelas Marianto.

Menurutnya, pelaku diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi yang dapat kambuh apabila mengalami tekanan psikologis.

"Joko ini punya penyakit epilepsi, jadi kadang-kadang mengalami gangguan. Kalau ada tekanan, penyakitnya bisa kambuh," bebernya.

Baca Juga: Sate 'Nggarai Tangi' di Pinggiran Sawah Mojokerto, Begini Khasiatnya untuk Pria Dewasa

AKP Marianto menjelaskan, saat kejadian Joko mengambil sebilah parang dari dalam kamar setelah terlibat cekcok dengan korban.

"Awalnya cekcok di rumah, Joko ambil parang di kamarnya. Saat bertengkar ditepis sama Suprat, namun tetap mengenai kepala, tepatnya kulit rambut dan pelipis sebelah kanan," terangnya.

Ia menambahkan, luka korban tidak lebih parah karena sempat menghindar. “Kalau tidak menghindar, bisa mengenai kepala dan akibatnya lebih fatal,” jelasnya.

Akibat serangan tersebut, Suprat mengalami luka bacok di bagian kepala dan pelipis kanan. Sementara pelaku tidak mengalami luka sama sekali. Hasil visum hingga kini masih menunggu keluar.

“Joko tidak ada luka. Saat kambuh epilepsi, pelaku sempat terlentang di jalan dan mengeluarkan busa,” tambah Kapolsek.

Baca Juga: Dukung Program Presiden Prabowo, Pemkot Mojokerto Gelar Kerja Bakti Massal

Usai kejadian, korban sempat berlari keluar rumah sebelum akhirnya ditolong warga. Korban kemudian dilarikan ke RSUD RA Basoeni, Gedeg, Mojokerto untuk mendapatkan perawatan medis. Pelaku juga saat ini dirawat di rumah sakit yang sama.

“Kondisi korban Suprat sudah membaik. Barang bukti yang diamankan berupa sebilah parang,” ujar AKP Marianto.

Terkait penanganan hukum, pihak kepolisian masih melakukan koordinasi lebih lanjut.

“Kemungkinan perkara ini akan kami limpahkan ke Polres Mojokerto Kota, namun masih akan kami koordinasikan terlebih dahulu dengan kepala desa,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jelang Imlek, Salon di Surabaya Diserbu Pelanggan

Banyak masyarakat memilih untuk merapikan penampilan sebagai bentuk persiapan menyambut tahun baru, dengan tren gaya rambut yang semakin beragam dan bebas.

Menanti Siapa Saja Anggota DPRD Surabaya yang Jadi Tersangka Kasus Bimtek

Kasus ini berpusat pada dugaan penyalahgunaan anggaran kegiatan bimtek bagi anggota DPRD Surabaya yang menyedot anggaran hingga miliaran rupiah.

Tingkatkan Layanan Terminal Peti Kemas, Pelindo Datangkan Alat Bongkar Muat Baru

Alat-alat tersebut rencananya akan mulai tiba secara bertahap pada semester-II tahun 2026.

Kasus Korupsi Bimtek DPRD Surabaya, Siapa yang Akan Jadi Tersangka?

Kasus ini berpusat pada dugaan penyalahgunaan anggaran kegiatan bimtek bagi anggota DPRD Surabaya dengan anggaran miliaran rupiah.

Khofifah Dirujak Netizen usai Mangkir di Sidang Korupsi Dana Hibah Jatim: Pedes Banget!

Tak banyak dari mereka, menyatakan kekhawatiran akan kemungkinan penyelidikan tidak berjalan transparan, hingga menginginkan proses hukum berjalan cepat.

Temuan Mengejutkan Menteri LH saat Sidak Kebersihan di Surabaya, Langsung Beri Catatan Khusus

“Kalau masih seperti itu, maka agak susah untuk kita tingkatkan nilainya,” tegas Menteri Lingkungan Hidup RI, Dr. Hanif Faisol Nurofiq.