Kamis, 17 Sep 2026 02:36 WIB

Diduga Lakukan Framing, Armuji Dilaporkan Ormas Madas ke DPRD Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 05 Jan 2026 17:31 WIB
Ormas Madas laporkan Wawali Armuji ke DPRD Surabaya
Ormas Madas laporkan Wawali Armuji ke DPRD Surabaya

selalu.id - Organisasi kemasyarakatan Madura Asli Sedarah (Madas) melaporkan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji ke DPRD Kota Surabaya, Senin (5/1/2026).

Laporan tersebut disampaikan menyusul polemik dugaan persekusi terhadap nenek Elina yang belakangan ramai di media sosial.

Baca Juga: Dugaan Jual Beli Lapak di SWK Taman Prestasi Surabaya, Ini Pengakuan Pedagang Senior

Ketua Madas Mohammad Taufik menyebut laporan itu ditempuh karena pihaknya menilai DPRD masih menjadi saluran aspirasi yang berpihak pada kepentingan masyarakat.

“Kami menyampaikan pengaduan dan beberapa permintaan ke DPRD, karena kami yakin DPRD Surabaya masih tegak lurus pada kepentingan rakyat,” ujar Taufik, yang akrab disapa Bung Taufik.

Ia menjelaskan, laporan terhadap Armuji yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya itu berkaitan dengan framing di ruang publik yang dinilai menyudutkan Ormas Madas dalam kasus nenek Elina.

“Beberapa hari terakhir muncul kegaduhan di masyarakat dan media sosial. Ada framing terkait pengusiran dan pembongkaran rumah nenek Elina yang kami nilai tidak benar,” katanya.

Taufik menduga, framing tersebut bersumber dari konten Armuji yang seolah mengaitkan Ormas Madas dengan dugaan persekusi tersebut.

Baca Juga: Penduduk Surabaya Tembus 3 Juta, Dapil dan Kursi DPRD Berpeluang Dirombak

“Ada framing yang kami duga dilakukan Wakil Wali Kota Surabaya, seolah-olah Madas yang melakukan tindakan itu,” tegasnya.

Padahal, lanjut dia, berdasarkan berita acara pemeriksaan (BAP) kepolisian, tidak ditemukan keterlibatan Ormas Madas dalam peristiwa tersebut.

“Dalam BAP sudah jelas, orang-orang yang diamankan kepolisian tidak ada kaitannya dengan Ormas Madas,” ujarnya.

Baca Juga: Bukan Sekadar Ambil Alih, Ini Rencana PDAM Surabaya Masuk Perumahan Air Mandiri

Atas dasar itu, Madas meminta DPRD Surabaya memanggil Armuji untuk memberikan klarifikasi secara terbuka agar persoalan tidak berkembang menjadi stigma negatif.

Menurut Bung Taufik, framing yang beredar telah mencoreng nama organisasi sekaligus berdampak pada citra kesukuan Madura secara luas.

“Kami merasa sangat dirugikan. Seolah-olah Ormas Madas dan kesukuan Madura dicitrakan arogan dan premanisme, padahal itu tidak benar,” pungkasnya.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Sisi Gelap Warkop Jalan Kunti Surabaya, Pesan Kopi Bisa Sambil Nyabu

Dari pengungkapan ini, polisi menyita barang bukti 10 poket sabu seberat total 65,51 gram. Saat ini, kasusnya terus dilakukan pengembangan.

Indonesia Diprediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Besok, Ini Wilayahnya

Meski sebagian besar wilayah Indonesia tengah dikepung kemarau terik, potensi hujan lebat hingga angin kencang masih mengintai. BMKG mengimbau selalu waspada.

Turun Langsung Dengarkan Masukan Tenant, SIER Dapat Pujian Soal Keamanan Kawasan

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, SIER juga menyampaikan sejumlah pengembangan fasilitas dan layanan yang dapat mendukung kebutuhan tenant.

Diberhentikan Lewat WA, Relawan SPPG Porong Sidoarjo Pertanyakan Prosedur Evaluasi dan Hak BPJS

Relawan yang diberhentikan itu adalah Egidius Nehe alias Egis. Ia mengaku terkejut lantaran menerima pemberitahuan pemutusan tugas hanya melalui pesan WA.

Keselamatan Terancam, Warga Karangbong Sidoarjo Tolak Rencana Kenaikan Kelas Jalan Surowongso

Wakil Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo, Anang Siswanto menegaskan pihak legislatif wajib melihat kondisi objektif sebelum menentukan sikap penyesuaian kelas jalan.

Tuntut Lebar Sungai Dikembalikan, Warga Keputih Surabaya Protes Sejumlah Pengembang Besar

Warga mendesak Pemkot Surabaya berdiri tegak menjalankan fungsi regulasi dan tidak memihak kepada pengembang.