Rabu, 11 Feb 2026 02:10 WIB

Diduga Lakukan Framing, Armuji Dilaporkan Ormas Madas ke DPRD Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 05 Jan 2026 17:31 WIB
Ormas Madas laporkan Wawali Armuji ke DPRD Surabaya
Ormas Madas laporkan Wawali Armuji ke DPRD Surabaya

selalu.id - Organisasi kemasyarakatan Madura Asli Sedarah (Madas) melaporkan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji ke DPRD Kota Surabaya, Senin (5/1/2026).

Laporan tersebut disampaikan menyusul polemik dugaan persekusi terhadap nenek Elina yang belakangan ramai di media sosial.

Baca Juga: Kabar Berpulangnya Adi Sutarwijono buat Gelombang Pentakziyah Padati Rumah Dinas

Ketua Madas Mohammad Taufik menyebut laporan itu ditempuh karena pihaknya menilai DPRD masih menjadi saluran aspirasi yang berpihak pada kepentingan masyarakat.

“Kami menyampaikan pengaduan dan beberapa permintaan ke DPRD, karena kami yakin DPRD Surabaya masih tegak lurus pada kepentingan rakyat,” ujar Taufik, yang akrab disapa Bung Taufik.

Ia menjelaskan, laporan terhadap Armuji yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya itu berkaitan dengan framing di ruang publik yang dinilai menyudutkan Ormas Madas dalam kasus nenek Elina.

“Beberapa hari terakhir muncul kegaduhan di masyarakat dan media sosial. Ada framing terkait pengusiran dan pembongkaran rumah nenek Elina yang kami nilai tidak benar,” katanya.

Taufik menduga, framing tersebut bersumber dari konten Armuji yang seolah mengaitkan Ormas Madas dengan dugaan persekusi tersebut.

Baca Juga: Kepergian Adi Sutarwijono Bikin Kader Terpukul, PDIP Surabaya: Terasa Seperti Mimpi!

“Ada framing yang kami duga dilakukan Wakil Wali Kota Surabaya, seolah-olah Madas yang melakukan tindakan itu,” tegasnya.

Padahal, lanjut dia, berdasarkan berita acara pemeriksaan (BAP) kepolisian, tidak ditemukan keterlibatan Ormas Madas dalam peristiwa tersebut.

“Dalam BAP sudah jelas, orang-orang yang diamankan kepolisian tidak ada kaitannya dengan Ormas Madas,” ujarnya.

Baca Juga: Adi Sutarwijono Tutup Usia, DPRD Surabaya Kehilangan Figur Bersahaja dan Pengayom

Atas dasar itu, Madas meminta DPRD Surabaya memanggil Armuji untuk memberikan klarifikasi secara terbuka agar persoalan tidak berkembang menjadi stigma negatif.

Menurut Bung Taufik, framing yang beredar telah mencoreng nama organisasi sekaligus berdampak pada citra kesukuan Madura secara luas.

“Kami merasa sangat dirugikan. Seolah-olah Ormas Madas dan kesukuan Madura dicitrakan arogan dan premanisme, padahal itu tidak benar,” pungkasnya.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Satpol PP Jember Segel Billboard Tak Berizin, Jalan Jawa Jadi Sorotan Utama

"Tindakan ini dilakukan demi menjaga ketertiban umum dan kelestarian lingkungan," tegas Kasatpol PP Jember, Bambang Rudiyanto.

Mengenal Sepatu Aveka, Pemenang Shopee Jagoan UMKM asal Mojokerto

Usaha milik Muhammad Nurfuat ini mulai dirintis sejak tahun 2018. Pria asal Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan ini merupakan guru ponpes kawasan Nganjuk.

PDS Gelar Edukasi Keselamatan Kebakaran untuk Anak-anak dalam Rangka Bulan K3

Kegiatan yang berlangsung di halaman Gedung Barunawati ini diikuti sebanyak 44 anak TK dan 29 siswa kelas 1 SD Barunawati Surabaya.

Perkuat Konsolidasi dan Organisasi, PMI Surabaya Gelar Orientasi Kepalangmerahan

PMI Surabaya memiliki beberapa program yang siap direalisasikan pada tahun ini, salah satunya meningkatkan keterampilan dan kemampuan para relawan.

Pacu Arus Peti Kemas, Pelindo Optimis Ekspor Indonesia Menguat di 2026

Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) ini memasang target arus peti kemas sebanyak 13,77 juta TEUs di seluruh terminalnya pada 2026.

Kata Fathoni soal Wacana Adela Kanasya Gantikan Adies Kadies: Bukan Dinasti Politik!

Menurut Fathoni, posisi tersebut murni ditentukan berdasarkan perolehan suara sah dalam pemilu 2024, yang mana Adela meraih suara terbanyak kedua.