Kamis, 23 Jul 2026 04:28 WIB

Waspada! BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem di Puncak Musim Penghujan di Jawa Timur

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 25 Feb 2022 09:41 WIB
Mendung di Kota Surabaya
Mendung di Kota Surabaya

selalu.id- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Surabaya menyebut bahwa cuaca ekstrem terjadi di sejumlah wilayah di Jawa Timur, terutama Kota Surabaya yang berada di puncak musim penghujan.

Koordinator Prakirawan BMKG Tanjung Perak Surabaya, Ady Hermanto, mengatakan, tingginya curah hujan juga dibarengi dengan adanya fenomena daerah konvergensi.

Baca Juga: Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

"Otomatis musim puncak hujan ini awan-awannya itu cukup signifikan untuk tumbuh, untuk masa peralihannya (musim) sekitar akhir Maret dan April," kata Ady, Jumat (25/2/2022).

Ady menjelaskan, awan yang dimaksud adalah Cumulunimbus (CB), salah satu potensinya adalah terjadinya hujan es, seperti yang sempat terjadi di Surabaya, Senin (21/2/2022) lalu.

Fenomena hujan es tersebut, kata dia,tak bisa diprediksi kapan kemunculannya. "Hujan es ini berasal dari awan yang kita sebut awan Cumulunimbus yang menjadi awan gelap," terangnya.

Baca Juga: 75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Lebih lanjut Ady menjelaskan, peralihan cuaca jika dibarengi dengan terbentuknya awan CB yang akan memunculkan potensi terjadinya hembusan angin yang kencang, namun dengan durasi singkat.

"Begitu juga potensi hujan deras dengan durasi singkat juga masih ada," jelasnya.

Selain itu, Ady menyampaikan, kecepatan angin yang dihasilkan bisa lebih dari 18 knot atau sekitar 32 kilometer/jam.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Sebab itu Ady mengimbau, ketika hujan disertai angin kencang terjadi, masyarakat tidak disarankan berteduh di bawah pohon dan baliho atau papan reklame.

"Kalau bisa berlindung di bangunan yang kokoh. Sebab, pohon dan baliho juga termasuk rawan terkena angin yang cukup kencang," pungkasnya, (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.