Minggu, 01 Feb 2026 16:53 WIB

Pembangunan JPO Jalan Tunjungan Dipastikan Molor hingga 2026, Begini Reaksi DPRD Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 11 Des 2025 14:30 WIB
Proses pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Tunjungan
Proses pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Tunjungan

selalu.id - Pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Tunjungan dipastikan mundur dari target awal. Proyek yang sedianya rampung pada akhir 2025 kini ditetapkan selesai pada April 2026 setelah evaluasi teknis menemukan sejumlah bagian konstruksi yang harus disesuaikan.

Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, menegaskan bahwa keterlambatan tersebut bukan masalah selama penyesuaian dilakukan demi memastikan standar keselamatan yang maksimal.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Ia menekankan bahwa ikon baru kawasan Tunjungan Romansa itu tidak boleh dikebut dengan mengorbankan kualitas.

“Yang terpenting, JPO ini dikerjakan dengan standar keamanan tertinggi. Silakan molor, asal bangunannya aman bagi masyarakat,” kata Eri, Kamis (11/12/2025).

Eri menjelaskan, penyesuaian teknis menjadi konsekuensi dari komitmen menghadirkan fasilitas publik yang kuat dan layak pakai untuk jangka panjang. Evaluasi yang dilakukan bersama Pemkot dan pihak swasta menemukan beberapa titik konstruksi yang harus diperkuat agar memenuhi standar.

“Ketika ada bagian yang perlu diperbaiki agar lebih aman, tentu butuh waktu tambahan. Itu bagian dari tanggung jawab kita memastikan fasilitas publik tidak dibangun setengah-setengah,” ujarnya.

Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

Politisi PDI Perjuangan itu juga menegaskan bahwa proyek revitalisasi JPO Tunjungan tidak menggunakan APBD Surabaya. Pembangunan dilakukan melalui kolaborasi Pemkot bersama pihak swasta.

“Revitalisasi JPO Tunjungan tidak memakai APBD. Ini kolaborasi pemkot dan swasta,” jelasnya.

Menurut Eri, skema tersebut sejalan dengan upaya Pemkot memperkuat estetika kota dan ruang publik tanpa menambah beban anggaran. Kehadiran JPO baru ini juga disebut dapat memperkaya konsep placemaking kawasan Tunjungan yang sejak 2021 menjadi etalase wisata kota.

Baca Juga: Surabaya Mulai Kewalahan Tampung Hujan Ekstrem, 12 Sistem Drainase Diperbesar

Meski masyarakat harus menunggu lebih lama, Komisi C optimistis bahwa tambahan waktu pembangunan akan menghasilkan JPO yang lebih aman, lebih kuat, dan ramah pengguna.

“InsyaAllah, hasil akhirnya akan sepadan dengan waktu yang ditambahkan. Kami akan terus mengawal agar seluruh proses konstruksi berjalan sesuai standar,” pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.

Konflik Lahan di Jember Masih Rawan, DPRD Dorong Peran Posbakum Desa

Konflik tersebut tidak hanya terjadi di kawasan pedesaan, tetapi juga merambah wilayah perkotaan dan berpotensi memicu gesekan sosial di tengah masyarakat.