Gerakkan 1.360 RW, Kampung Pancasila Surabaya Jadi Role Model Baru Pembangunan
- Penulis : Ade Resty
- | Rabu, 26 Nov 2025 14:06 WIB
selalu.id - Kampung Pancasila menjadi program kolaborasi warga yang dikembangkan Pemerintah Kota Surabaya sejak diresmikan Wali Kota Eri Cahyadi pada 11 Agustus 2025. Program ini mendorong kemandirian warga di tingkat RW melalui pendekatan pembangunan partisipatif.
Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Prof Muhadam Labolo menilai Kampung Pancasila merupakan upaya melembagakan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyebut program ini menerapkan empat pilar yang dapat diukur pada masyarakat.
“Pertama adalah pilar lingkungan yang diukur dari kesadaran memilah sampah. Surabaya memproduksi 1.800 ton sampah per hari. Pembudayaan ini merepresentasikan tanggung jawab semesta,” kata Prof Muhadam, Senin (24/11/2025).
Pilar kedua menyasar aspek ekonomi yang didorong oleh aktivitas UMKM sebagai wujud keadilan sosial dengan target menurunkan angka kemiskinan. Pilar ketiga terlihat pada aktivitas gotong royong dalam sosial budaya. Pilar keempat diukur dari ketahanan kemasyarakatan sebagai nilai kerakyatan.
Menurut Prof Muhadam, perubahan perilaku dinilai melalui aplikasi Sayang Warga dan indeks pelembagaan Pancasila di tiap wilayah. Penerapan keamanan berbasis masyarakat melalui 9.000 pos kamling turut menekan angka kriminalitas.
Sejumlah RW menunjukkan hasil program ini. RW 06 Gundih, Bubutan, menerapkan budidaya maggot dan pertanian kota. RW 03 Tambakrejo mengembangkan instalasi limbah cair, kebun hidroponik, dan kegiatan dolanan mingguan untuk anak.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan Kampung Pancasila melibatkan 1.360 RW dalam perubahan paradigma pembangunan berbasis masyarakat.
Baca Juga: Cak Yebe Kritik Kampung Pancasila: Minim Kajian, Tanpa Uji Coba
“Mereka bilang Surabaya ini kota besar, enggak bisa dibuat seperti itu sampai akhirnya datang ke Surabaya untuk belajar,” kata Eri terkait tanggapan daerah lain dalam forum APEKSI.
Pemkot berperan sebagai fasilitator. Masyarakat di tingkat RW menjalankan program dengan dukungan dana stimulan Rp5 juta per bulan serta bonus Rp10 juta per tahun bagi RW yang memenuhi indikator kemandirian.
Warga didorong menyelesaikan persoalan lingkungan secara mandiri sebelum melapor ke pemerintah. Program ini juga bekerja sama dengan dunia usaha dalam penguatan UMKM.
Baca Juga: Perkuat Gotong Royong Warga, 1.360 Kampung Pancasila Resmi Diluncurkan di Surabaya
Eri menargetkan 700 kampung mandiri pada 2026 dan seluruh RW mencapai standar Kampung Pancasila pada 2027.
Ketua Satgas Kampung Pancasila sekaligus Kepala BPBD Surabaya, Irvan Widiyanto menyampaikan sosialisasi program telah tuntas di 786 RW. Ia mengatakan fokus saat ini memastikan praktik langsung di masyarakat.
“Wilayah yang telah melaksanakan praktik langsung meliputi Pabean Cantian, Genteng, Wonokromo, Tambaksari, Sawahan, Tandes, dan Krembangan,” ujar Irvan. Ia menyebut keterlibatan pemuda diperkuat melalui berbagai strategi pelibatan komunitas. (ADV)
Editor : Ading