Selasa, 21 Jul 2026 18:03 WIB

Menpora Dukung Pemberantasan Mafia Bola dan Perketat Naturalisasi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 20 Feb 2022 18:01 WIB
Menteri Pemuda Olahraga (Menpora), Zaudin Amali.
Menteri Pemuda Olahraga (Menpora), Zaudin Amali.

selalu.id - Menteri Pemudan dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mendukung pemberantasan praktik kecurangan oleh mafia bola pada kompetisi nasional sepak bola Indonesia.

Zainudin mengatakan pemberantasan tersebut tak hanya untuk kompetisi kasta teratas sepak bola indonesia saja. Akan tetapi, pemberantasan ini akan dilakukan hingga kompetisi yang paling bawah.

Baca Juga: Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mojokerto Bakal Digelar di GOR Seni Majapahit

"Saya mendukung penegakkan hukum terhadap mereka-mereka yang menganggu kompetesi sepak bola, baik itu liga 1, 2, dan 3," tegas Zainudin, Minggu (20/2/2022).

Selain itu, Zaudin menjelaskan bahwa saat ini Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sangat ketat terhadap yang merusak pesebakbola nasional.

"Kemudian dari pihak kepolisian, ada tim anti mafia pesebakbola itu jalan pekerjanya tim ini dan kemudian terbuka fakta fakta di lapangan,"jelasnya.

Lebih lanjut Zaudin menyampaikan, jika praktik kecurangan oleh oknum mafia bola tak diberantas, perkembangan kompetisi persepakbolaan tanah air tak akan mengalami peningkatan.

Sebab itu, pihaknya memastikan bakal mendorong upaya penegakan hukum demi mewujudkan kemajuan kompetisi tanah air.

"Karena kami (Kemenpora) sedang mendorong supaya persebakbolaan ini semakin hari semakin bagus. Tiba-tiba ada orang yang pasti dengan kesengajaan ingin merusak itu, untuk mencari keuntungan pribadi dan persebak bolanya rusak, saya tentu tidak ingin itu," terangnya.

Sementara itu, Zaudin juga menegaskan bahwa naturalisasi pemain untuk Timnas Indonesia adalah program jangka pendek.

"Itu (naturalisasi) program jangka pendek," untuk naturalisasi setelah kami mendengarkan alasan yang kuat baik dari PSSI maupun pelatih Shin Tae-Young,"jelasnya.

Baca Juga: Jawa Timur Matangkan Persiapan Seri Perdana Liga Sepak Takraw Indonesia 2026

"Tetapi kami sangat ketat saya tidak mau naturalisasi itu seperti yang dulu dulu, padahal itu tidak berguna untuk tim nasional," imbuhnya.

Lebih lanjut Zaudin menyampaikan, soal kategori pemain naturalisasi adalah mereka yang tengah menjalani karir di kompetisi benua biru eropa.

Pertimbangannya adalah sisi pengalaman dan kualitas teknik yang dimiliki pemain. Sebab, kompetisi benua biru dikenal punya persaingan ketat dan merupakan kiblat sepak bola dunia. Selain itu, hal lain yang dipertimbangan, yakni terkait faktor usia.

"Kurasi mainnya masih cukup panjang, karena ini yang di naturalisasi ini bukan pemain yang sudah main disini (kompetisi lokal). (Pemain naturalisasi) adalah para pemain yang main dikompetesi eropa, sehingga secara kualitas saya kira itu cukup bagus tim nasional kita," ungkapnya.

Tak hanya itu, Zaudin menyebut, jika dulu klub bisa mengajukan proses naturalisasi dan bisa langsung berjalan. Namun, untuk saat ini hal itu tak bisa dilakukan, lantaran pihaknya harus mengetahui urgensi pengambilan keputusan tersebut.

Baca Juga: Buka Turnamen Sepak Bola Antar RW Sukodono, Subandi Ajak Warga Junjung Sportivitas

Proses naturalisasi baru bisa dilakukan ketika ada alasan yang jelas terkait pengajuan tersebut oleh federasi dalam hal ini PSSI dan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-Yong.

Saat alasan pengajuan naturalisasi pemain jelas dan sesuai dengan kebutuhan, Kemenpora bakal mengambil langkah untuk merealisasikan proses tersebut.

"Proses naturilasasi itu sekarang kami bantu itu ke instansi pemerintah yang terkait," jelasnya.

Artinya, proses perpindahan kewarganegaaran seorang pemain sepak bola dilakukan secara ketat. Hal itu dikarenakan, dia ingin pemain yang bakal menghuni skuad Garuda punya kualitas terbaik. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.

Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir

Pemkab Sidoarjo menilai seluruh anak berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman tanpa membedakan lokasi tempat tinggal mereka.

MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

Fenny mengatakan lomba ini sejalan dengan upaya mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.