Minggu, 06 Sep 2026 07:16 WIB

Menpora Dukung Pemberantasan Mafia Bola dan Perketat Naturalisasi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 20 Feb 2022 18:01 WIB
Menteri Pemuda Olahraga (Menpora), Zaudin Amali.
Menteri Pemuda Olahraga (Menpora), Zaudin Amali.

selalu.id - Menteri Pemudan dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mendukung pemberantasan praktik kecurangan oleh mafia bola pada kompetisi nasional sepak bola Indonesia.

Zainudin mengatakan pemberantasan tersebut tak hanya untuk kompetisi kasta teratas sepak bola indonesia saja. Akan tetapi, pemberantasan ini akan dilakukan hingga kompetisi yang paling bawah.

Baca Juga: Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

"Saya mendukung penegakkan hukum terhadap mereka-mereka yang menganggu kompetesi sepak bola, baik itu liga 1, 2, dan 3," tegas Zainudin, Minggu (20/2/2022).

Selain itu, Zaudin menjelaskan bahwa saat ini Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sangat ketat terhadap yang merusak pesebakbola nasional.

"Kemudian dari pihak kepolisian, ada tim anti mafia pesebakbola itu jalan pekerjanya tim ini dan kemudian terbuka fakta fakta di lapangan,"jelasnya.

Lebih lanjut Zaudin menyampaikan, jika praktik kecurangan oleh oknum mafia bola tak diberantas, perkembangan kompetisi persepakbolaan tanah air tak akan mengalami peningkatan.

Sebab itu, pihaknya memastikan bakal mendorong upaya penegakan hukum demi mewujudkan kemajuan kompetisi tanah air.

"Karena kami (Kemenpora) sedang mendorong supaya persebakbolaan ini semakin hari semakin bagus. Tiba-tiba ada orang yang pasti dengan kesengajaan ingin merusak itu, untuk mencari keuntungan pribadi dan persebak bolanya rusak, saya tentu tidak ingin itu," terangnya.

Sementara itu, Zaudin juga menegaskan bahwa naturalisasi pemain untuk Timnas Indonesia adalah program jangka pendek.

"Itu (naturalisasi) program jangka pendek," untuk naturalisasi setelah kami mendengarkan alasan yang kuat baik dari PSSI maupun pelatih Shin Tae-Young,"jelasnya.

Baca Juga: Taman Dayu Rayakan Anniversary Lewat Turnamen Golf Bernuansa Bali

"Tetapi kami sangat ketat saya tidak mau naturalisasi itu seperti yang dulu dulu, padahal itu tidak berguna untuk tim nasional," imbuhnya.

Lebih lanjut Zaudin menyampaikan, soal kategori pemain naturalisasi adalah mereka yang tengah menjalani karir di kompetisi benua biru eropa.

Pertimbangannya adalah sisi pengalaman dan kualitas teknik yang dimiliki pemain. Sebab, kompetisi benua biru dikenal punya persaingan ketat dan merupakan kiblat sepak bola dunia. Selain itu, hal lain yang dipertimbangan, yakni terkait faktor usia.

"Kurasi mainnya masih cukup panjang, karena ini yang di naturalisasi ini bukan pemain yang sudah main disini (kompetisi lokal). (Pemain naturalisasi) adalah para pemain yang main dikompetesi eropa, sehingga secara kualitas saya kira itu cukup bagus tim nasional kita," ungkapnya.

Tak hanya itu, Zaudin menyebut, jika dulu klub bisa mengajukan proses naturalisasi dan bisa langsung berjalan. Namun, untuk saat ini hal itu tak bisa dilakukan, lantaran pihaknya harus mengetahui urgensi pengambilan keputusan tersebut.

Baca Juga: Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya Resmi Bergulir, Dibuka Laga Golkar Vs PKB

Proses naturalisasi baru bisa dilakukan ketika ada alasan yang jelas terkait pengajuan tersebut oleh federasi dalam hal ini PSSI dan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-Yong.

Saat alasan pengajuan naturalisasi pemain jelas dan sesuai dengan kebutuhan, Kemenpora bakal mengambil langkah untuk merealisasikan proses tersebut.

"Proses naturilasasi itu sekarang kami bantu itu ke instansi pemerintah yang terkait," jelasnya.

Artinya, proses perpindahan kewarganegaaran seorang pemain sepak bola dilakukan secara ketat. Hal itu dikarenakan, dia ingin pemain yang bakal menghuni skuad Garuda punya kualitas terbaik. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.