Minggu, 04 Okt 2026 13:41 WIB

Celine Evangelista Latihan Berbulan Bulan untuk Peran Sinden di Danyang Wingit Jumat Kliwon

selalu.id - Celine Evangelista menghadiri roadshow film horor terbarunya Danyang Wingit Jumat Kliwon di Cinema XXI Tunjungan Plaza Surabaya pada Sabtu (22/11/2025) malam. Celine tampil dengan busana adat Jawa berwarna hitam yang dipadukan aksesoris emas dan hijab yang dirancang menyatu dengan kebaya.

 

Baca Juga: Butuh 2,5 Tahun, Sutradara Ungkap Produksi Danyang Wingit Jumat Kliwon Penuh Tantangan

Riasan minimalis yang ia gunakan membuat penampilannya menjadi perhatian saat melangkah di karpet acara. Sebelum pemutaran film, Celine menyampaikan kepada selalu.id bahwa perannya sebagai sinden bernama Citra menjadi tantangan tersulit dalam perjalanan kariernya.

 

“Saya butuh waktu berbulan bulan untuk latihan. Itupun belum bisa seperti sinden profesional,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan bahwa bahasa dan mantra dalam film menggunakan unsur budaya Jawa yang tidak dapat diucapkan sembarangan. Proses tersebut diawasi oleh pendamping khusus.

 

“Selama syuting dan dubbing selalu ada yang menjaga. Kalau salah sedikit harus ulang dari awal ritualnya. Prosesnya sangat teliti dan memakan waktu,” katanya.

 

Terkait unsur mistis, Celine menegaskan bahwa ia hanya percaya kepada Allah. Ia meyakini keberadaan makhluk lain namun memilih fokus pada pekerjaannya selama produksi.

 

“Allah selalu menjaga saya. Untuk hal hal mistis yang terjadi sebaiknya tanya sutradara Agus Riyanto atau rekan rekan yang lebih merasakannya,” ungkapnya.

 

Celine menambahkan bahwa sinden profesional dibentuk melalui latihan sejak kecil sehingga latihan selama lima hingga enam bulan hanya memampukannya memberikan yang terbaik menurut batas kemampuannya.

 

Film yang diproduksi Khanza Film Entertainment ini digarap melalui riset selama satu tahun oleh Agus Riyanto sebagai sutradara dan produser. Tim melakukan penelusuran kepada juru kunci dan dalang di lereng Gunung Merbabu untuk memperoleh gambaran budaya setempat.

 

“Harapannya film ini bisa menyebarkan budaya Indonesia. Apalagi wayang yang mulai tidak familiar di kalangan anak muda,” ungkap Agus.

 

Agus menjelaskan bahwa wayang kulit juga menjadi salah satu media dakwah Islam di Nusantara yang perlu terus dilestarikan. Film ini tayang perdana pada 20 November 2025 dan menampilkan proses pengambilan gambar yang cermat. Beberapa adegan harus diulang untuk mendapatkan hasil sesuai arahan produksi.

 

Roadshow di Surabaya menjadi bagian dari rangkaian promosi yang dimulai pada 16 November di Bogor dan Karawang. Perjalanan ini berlanjut ke Bandung, Tegal, Semarang, Jogja, Solo dan Madiun sebelum tiba di Malang dan Surabaya. Film ini menjadi salah satu horor lokal yang mendapat perhatian besar dari penonton.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kembali Dipercaya Investor, SIER Teken Dua LoI di EJIF 2026

Penandatanganan LoI dilakukan di sela pelaksanaan EJIF 2026 yang berlangsung di Grand City Convex Surabaya yang digelar selama dua hari mulai 1-2 Oktober 2026.

Pelajar SMK di Pasuruan Dibunuh Paman Sendiri Gegara Kalah Judi Online 

Peristiwa bermula pada Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, tersangka meminta korban menjemputnya di wilayah Sukorejo.

Wanita Bunuh Pacarnya di Gresik, Anak Lurah asal Surabaya Tewas

IR justru menghubungi call center 110 untuk melaporkan perbuatannya ke polisi. Polisi yang menerima laporan langsung menelusuri lokasi penelepon.

Data Desil Masih Jadi Keluhan Warga Surabaya, Anggota DPRD: Perlu Validitas 

Validitas data Desil sangat penting karena berdampak langsung pada akses warga terhadap program pemerintah.

Profil & Karir Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono

Perwira tinggi kelahiran Bojonegoro, 8 Agustus 1972, ini menggantikan Irjen Pol Nanang Avianto.

Soroti Tambang Ilegal di Jember, Komisi D DPRD Jatim: Penegak Hukum Harus Turun Tangan

Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan di lapangan masih ditemukan ratusan titik aktivitas yang tidak memiliki dasar hukum.