Jumat, 05 Jun 2026 06:34 WIB

Dapur MBG di Surabaya Diawasi TNI, 23 Titik Sudah Beroperasi

selalu.id – TNI berperan penting dalam mengawasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya, salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Pengawasan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan sesuai standar, sekaligus mencegah masalah seperti makanan basi dan potensi keracunan massal.

 

Baca Juga: Dana Operasional MBG di Jatim Tembus Rp7 Triliun per April 2026

Komandan Kodim 0830 Surabaya, Kolonel Inf Bambang Raditya, menjelaskan pengawasan dilakukan sejak proses memasak hingga distribusi makanan.

 

“Kita mengawasi mulai dari proses memasak sampai pendistribusian. Di setiap SPPG sudah kita turunkan Babinsa yang bekerja sama dengan Babhinkamtibmas Polri, juga dibantu Pemkot,” ujarnya.

 

Pemerintah Kota Surabaya juga telah menerbitkan surat edaran dan Surat Keputusan (SK) pembentukan Satuan Tugas (Satgas) untuk pengawasan program MBG. Satgas ini melibatkan sejumlah dinas, di antaranya Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup.

 

“Dari dinas kesehatan, dari dinas lingkungan hidup, sudah ada. Mereka berkeliling setiap hari bersama Babinsa dan Babhinkamtibmas, mulai dari proses masak hingga distribusinya,” kata Kolonel Bambang.

 

TNI menegaskan akan bertindak tegas jika menemukan pelanggaran terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP).

 

“Jika ada yang di luar SOP, kita langsung hentikan dan komunikasikan dengan kepala dapur agar segera diperbaiki,” tegasnya.

Baca Juga: 18 Murid TK Diduga Keracunan MBG, SPPG Penyedia Kerap Dapat Keluhan

 

Saat ini terdapat 23 dapur yang telah beroperasi di Surabaya, sementara 30 dapur lainnya dalam tahap pembangunan. “Targetnya sekitar 270 dapur di Surabaya,” tambah Bambang.

 

Dalam pengawasan yang dilakukan, TNI sempat menemukan kasus menu basi. Namun, masalah tersebut segera ditangani.

 

“Ada sebagian kecil yang basi, tapi langsung kita hentikan dan komunikasikan dengan pihak SPPG. Langsung diganti,” jelasnya.

Baca Juga: 1061 KDMP Diresmikan Prabowo, 284 di antaranya Ada di Mojokerto

 

Langkah cepat ini diambil untuk mencegah dampak kesehatan seperti keracunan makanan pada siswa penerima manfaat.

 

“Sebelum makanan sampai ke siswa, kalau ada yang tercium basi, petugas pendamping langsung melaporkan dan kami segera hentikan distribusinya,” pungkas Bambang.

 

Dengan pengawasan ketat dari TNI dan Pemkot Surabaya, program Makan Bergizi Gratis diharapkan berjalan aman dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.