Minggu, 18 Okt 2026 23:32 WIB

Mediasi Selesai, Begini Isi Surat Pernyataan Armuji ke Madas

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 06 Jan 2026 18:23 WIB
Surat permohonan maaf dan klarifikasi Armuji kepada Ormas Madas
Surat permohonan maaf dan klarifikasi Armuji kepada Ormas Madas

selalu.id – Wakil Wali Kota Surabaya Armuji secara resmi menyampaikan permohonan maaf dan klarifikasi kepada Organisasi Masyarakat Madura Asli Sedarah (Madas) melalui surat pernyataan tertulis yang ditandatangani pada Januari 2026.

Surat berjudul “Pernyataan Permohonan Maaf dan Klarifikasi” tersebut beredar luas dan menjadi penanda berakhirnya polemik yang sempat mencuat terkait peristiwa pembongkaran rumah Nenek Elina.

Baca Juga: PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

Dalam surat itu, Armuji mengakui adanya kekeliruan dan ketidakcermatan dalam penyampaian pernyataan sebelumnya yang menyebut nama Ormas Madas, sehingga menimbulkan kesalahpahaman dan kegaduhan di tengah masyarakat.

“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada Ormas Madura Asli Sedarah serta kepada seluruh masyarakat Madura atas kekeliruan dan ketidakcermatan saya dalam menyampaikan pernyataan,” tulis Armuji dalam surat tersebut.

Armuji juga menegaskan bahwa dalam peristiwa pembongkaran rumah Nenek Elina tidak terdapat penggunaan atribut Ormas Madas, sebagaimana isu yang sebelumnya berkembang.

“Perlu saya tegaskan bahwa dalam peristiwa tersebut tidak terdapat penggunaan atribut Ormas Madas. Namun dalam pernyataan saya sebelumnya tertulis dan disebutkan kata ‘Madas’, sehingga menimbulkan kesalahpahaman,” lanjutnya.

Atas kekeliruan itu, Armuji menyatakan permohonan maaf secara terbuka dengan penuh kesadaran dan kerendahan hati kepada Ormas Madas serta masyarakat Madura secara luas.

Dengan surat pernyataan tersebut, Armuji juga mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dan menjaga kondusivitas Kota Surabaya.

Baca Juga: Mantan Kader PDIP Surabaya Ramai-ramai Pindah ke PSI, Ini Reaksi Armuji

“Mari kita menenangkan suasana, saling bergandengan tangan, serta bersama-sama menjaga persaudaraan dan kondusivitas. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama membangun dan menjaga Kota Surabaya agar tetap aman, damai, dan lebih baik ke depannya,” tulisnya.

Sebelumnya, permohonan maaf itu disampaikan Armuji dalam pertemuan mediasi terbuka bersama Ketua Umum DPP Madas, Mohammad Taufik, di Unitomo, Selasa (6/1/2026).

“Saya khilaf menyebut nama ormas. Saya mohon maaf. Tidak ada niat sedikit pun untuk menstigmatisasi Madas,” ujar Armuji.

Armuji menjelaskan, sidak tersebut dilakukan setelah dirinya menerima banyak laporan masyarakat. Peristiwa itu kemudian viral setelah diberitakan media dan tersebar di media sosial.

Baca Juga: Eks Kader Berlabuh ke PSI, Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya Armuji Bungkam

“Yang memviralkan bukan saya, tapi televisi JTV. Lalu ada telepon ke saya terus berdering, banyak laporan masuk, makanya saya datang,” jelasnya.

Ia mengakui dalam dialog yang disiarkan melalui kanal YouTube dan medsos pribadinya, sempat menyebut nama Madas ketika menanggapi pertanyaan soal oknum yang terlibat. Namun, menurutnya, penyebutan itu dilakukan secara spontan dan tidak dimaksudkan untuk menyudutkan organisasi.

“Saya khilaf, menyebut itu sekali. Bahkan saya kira logonya Madas, ternyata setelah diklarifikasi itu bukan, ternyata tulisan gong xi fa cai,”imbuhnya.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Hasil MU vs Leeds 1-1, Suporter The Red Devils Desak Carrick Out

Kondisi ini kian memojokkan posisi Michael Carrick di kursi kepelatihan. Suporter mulai kehilangan kesabaran dan meminta dia out atau dipecat.

Pendakian Horor Gunung Anjasmoro, Terjebak di Hutan Keramat dan Desa Terkutuk

Warga setempat meyakini barang siapa yang memasuki Desa Mahkota Prabu dan belum keluar sampai pagi menjelang, besar kemungkinan akan tinggal selamanya di sana.

Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

DPRD pun mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar memberi kemudahan akses serta kepastian izin pemanfaatan fasum untuk kegiatan kebudayaan warga.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

Polres Pasuruan Gerebek Narkoba di Prigen, Bekuk 4 Orang dan Sita Sabu-Ekstasi

Tim saat ini masih terus mendalami peran masing-masing individu serta mengejar potensi keterlibatan jaringan atau pelaku lain di balik kasus ini.