Kamis, 03 Sep 2026 14:42 WIB

Mediasi Selesai, Begini Isi Surat Pernyataan Armuji ke Madas

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 06 Jan 2026 18:23 WIB
Surat permohonan maaf dan klarifikasi Armuji kepada Ormas Madas
Surat permohonan maaf dan klarifikasi Armuji kepada Ormas Madas

selalu.id – Wakil Wali Kota Surabaya Armuji secara resmi menyampaikan permohonan maaf dan klarifikasi kepada Organisasi Masyarakat Madura Asli Sedarah (Madas) melalui surat pernyataan tertulis yang ditandatangani pada Januari 2026.

Surat berjudul “Pernyataan Permohonan Maaf dan Klarifikasi” tersebut beredar luas dan menjadi penanda berakhirnya polemik yang sempat mencuat terkait peristiwa pembongkaran rumah Nenek Elina.

Baca Juga: Gempa NTT Bikin Kiriman Uang Mahasiswa di Surabaya Tersendat, PDIP Buka Posko Bantuan

Dalam surat itu, Armuji mengakui adanya kekeliruan dan ketidakcermatan dalam penyampaian pernyataan sebelumnya yang menyebut nama Ormas Madas, sehingga menimbulkan kesalahpahaman dan kegaduhan di tengah masyarakat.

“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada Ormas Madura Asli Sedarah serta kepada seluruh masyarakat Madura atas kekeliruan dan ketidakcermatan saya dalam menyampaikan pernyataan,” tulis Armuji dalam surat tersebut.

Armuji juga menegaskan bahwa dalam peristiwa pembongkaran rumah Nenek Elina tidak terdapat penggunaan atribut Ormas Madas, sebagaimana isu yang sebelumnya berkembang.

“Perlu saya tegaskan bahwa dalam peristiwa tersebut tidak terdapat penggunaan atribut Ormas Madas. Namun dalam pernyataan saya sebelumnya tertulis dan disebutkan kata ‘Madas’, sehingga menimbulkan kesalahpahaman,” lanjutnya.

Atas kekeliruan itu, Armuji menyatakan permohonan maaf secara terbuka dengan penuh kesadaran dan kerendahan hati kepada Ormas Madas serta masyarakat Madura secara luas.

Dengan surat pernyataan tersebut, Armuji juga mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dan menjaga kondusivitas Kota Surabaya.

Baca Juga: Soal Foto Armuji Tak Dipasang di Poster Soekarno Cup 2026, Begini Jawaban Halus Panitia

“Mari kita menenangkan suasana, saling bergandengan tangan, serta bersama-sama menjaga persaudaraan dan kondusivitas. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama membangun dan menjaga Kota Surabaya agar tetap aman, damai, dan lebih baik ke depannya,” tulisnya.

Sebelumnya, permohonan maaf itu disampaikan Armuji dalam pertemuan mediasi terbuka bersama Ketua Umum DPP Madas, Mohammad Taufik, di Unitomo, Selasa (6/1/2026).

“Saya khilaf menyebut nama ormas. Saya mohon maaf. Tidak ada niat sedikit pun untuk menstigmatisasi Madas,” ujar Armuji.

Armuji menjelaskan, sidak tersebut dilakukan setelah dirinya menerima banyak laporan masyarakat. Peristiwa itu kemudian viral setelah diberitakan media dan tersebar di media sosial.

Baca Juga: Ketika Foto Armuji Tak Dimasukkan dalam Poster Soekarno Cup 2026, Ada Apa dengan PDIP?

“Yang memviralkan bukan saya, tapi televisi JTV. Lalu ada telepon ke saya terus berdering, banyak laporan masuk, makanya saya datang,” jelasnya.

Ia mengakui dalam dialog yang disiarkan melalui kanal YouTube dan medsos pribadinya, sempat menyebut nama Madas ketika menanggapi pertanyaan soal oknum yang terlibat. Namun, menurutnya, penyebutan itu dilakukan secara spontan dan tidak dimaksudkan untuk menyudutkan organisasi.

“Saya khilaf, menyebut itu sekali. Bahkan saya kira logonya Madas, ternyata setelah diklarifikasi itu bukan, ternyata tulisan gong xi fa cai,”imbuhnya.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.