Senin, 28 Sep 2026 23:31 WIB

Beda Dusun, Kadus Terpilih di Gempal Mojokerto Ditolak Warga

selalu.id – Warga Dusun Gempal, Desa Wunut, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto menolak hasil seleksi kepala dusun (kadus) yang dimenangkan oleh peserta dari luar dusun mereka. Penolakan terjadi setelah calon asal Dusun Wunut, Muhammad Rizaldi, dinyatakan lolos dengan nilai tertinggi.

 

Baca Juga: Aksi Dua Pria Gasak Motor Karyawan Klinik di Mojokerto Terekam CCTV

Seleksi jabatan kepala dusun digelar pada 1 Oktober 2025 dan diikuti tiga peserta. Dua di antaranya berasal dari Dusun Gempal, sedangkan satu peserta lainnya dari Dusun Wunut. Hasil seleksi yang dilakukan di Kantor Regional II Badan Kepegawaian Negara (BKN) Surabaya menempatkan Muhammad Rizaldi di posisi teratas dengan nilai 285, disusul Rizal Ismuhadi (267) dan Sardiyanto (240), keduanya warga Gempal.

 

Meski hasil itu sah secara administrasi, warga Gempal menolak keputusan tersebut. Mereka menilai kepala dusun seharusnya berasal dari lingkungan yang memahami karakter masyarakat setempat.

 

"Warga tidak mempermasalahkan proses seleksinya. Tapi secara etika, seharusnya yang menjadi kepala dusun adalah orang yang memahami betul kondisi di Gempal. Kalau bukan warga sini, bagaimana bisa memahami kondisi masyarakat,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Kamis (30/10/2025).

 

Sebagian warga bahkan menyatakan tidak akan mengakui kepala dusun terpilih jika tetap dilantik. "Biar dilantik, tapi tak usah dianggap biar malu sendiri," kata warga lain.

 

Seleksi jabatan kepala dusun Desa Wunut dibuka sejak 21 Juli hingga 22 Agustus 2025. Proses berjalan sesuai tahapan hingga hasilnya diumumkan pada awal Oktober.

 

Plt Camat Mojoanyar, Arifatur Roziq, membenarkan adanya penolakan dari warga namun menegaskan bahwa hingga kini belum ada aksi demonstrasi.

 

"Kemarin saya konfirmasi ke perangkat desa, tidak ada yang demo. Informasinya memang ada rencana demo, tapi tidak jadi. Dari pihak desa juga sudah berproses, sudah ada rekomendasi dari kami dan Bupati," ungkap Arifatur.

Baca Juga: Pertahankan Gelar, Kota Mojokerto Borong 8 Penghargaan dan Juara Umum Fesyar Regional Jawa

 

Menurutnya, seleksi sudah sesuai aturan karena bersifat terbuka bagi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI).

 

"Yang jadi masalahkan kebetulan ini kan beda dusun sama-sama Wunutnya, masalahnya disitu tidak mau terima. Kalau pemilihan ya memang harus dari Dusun Gempal sendiri, tapi sekarang bukan pemilihan melainkan pengangkatan, mekanismenya dengan ujian. Jadi siapapun WNI berhak mendaftar,” jelasnya.

 

Camat Mojoanyar juga menyebut telah mengingatkan warga sejak awal agar memahami mekanisme seleksi perangkat desa.

 

“Saya sudah wanti-wanti dari awal. Kalau memang tidak setuju, bisa menggugat dari awal sesuai mekanisme hukum,” ujarnya.

Baca Juga: Berangkat dari Hobi, David Raup Omset dari Ternak Burung Murai

 

Ia menegaskan siap turun langsung ke lapangan untuk menjelaskan proses tersebut kepada warga bersama pemerintah desa.

 

“Saya siap hadir ke Gempal kalau dibutuhkan, untuk menjelaskan kepada warga bersama Kepala Desa Wunut dan Plt Kadus Gempal. Tujuannya agar situasi tetap kondusif,” tegasnya.

 

Situasi di Dusun Gempal saat ini terpantau aman. Warga berharap pemerintah desa dan kecamatan dapat meninjau ulang hasil seleksi dengan mempertimbangkan aspek sosial serta kearifan lokal masyarakat setempat.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pembunuhan Berantai di Afsel, Korban Capai 30 Orang Lebih

Tragedi berdarah yang merenggut lebih dari 30 nyawa ini makin mempertegas krisis kejahatan kekerasan yang kian mengkhawatirkan.

Momen Presiden Prabowo Melayat ke Rumah Megawati, Sampaikan Duka atas Wafatnya Guruh Soekarnoputra

Kehadiran Presiden beserta jajaran menjadi bentuk empati dan dukungan moril kepada keluarga besar yang ditinggalkan.

Bocoran Subsidi BBM di RAPBN 2027 pada Rapat Paripurna Besok

Guna menekan ketergantungan masyarakat terhadap LPG, terutama yang berbasis impor, pemerintah terus menggenjot penyediaan sumber energi alternatif.

Hasil FIFA Asean Cup 2026: Indonesia vs Malaysia Berbagi Satu Poin

Malaysia masih berada di posisi teratas grup A Fifa Asean Cup 2026 disusul Indonesia di posisi kedua.

Fifa Asean Cup 2026: Babak Pertama Indonesia Vs Malaysia, Gol Hubner Dianulir

Menit ke-36, Thom Haye diganjar kartu merah setelah melanggar Arif Aiman.

Pemkot Surabaya Siapkan Perwali PRT, Tak Hanya Pekerja tapi Juga Lindungi Agen P3RT

Dengan demikian, aturan di tingkat kota nantinya tetap selaras dengan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah pusat.