Kamis, 23 Jul 2026 05:45 WIB

Beda Dusun, Kadus Terpilih di Gempal Mojokerto Ditolak Warga

selalu.id – Warga Dusun Gempal, Desa Wunut, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto menolak hasil seleksi kepala dusun (kadus) yang dimenangkan oleh peserta dari luar dusun mereka. Penolakan terjadi setelah calon asal Dusun Wunut, Muhammad Rizaldi, dinyatakan lolos dengan nilai tertinggi.

 

Baca Juga: Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Seleksi jabatan kepala dusun digelar pada 1 Oktober 2025 dan diikuti tiga peserta. Dua di antaranya berasal dari Dusun Gempal, sedangkan satu peserta lainnya dari Dusun Wunut. Hasil seleksi yang dilakukan di Kantor Regional II Badan Kepegawaian Negara (BKN) Surabaya menempatkan Muhammad Rizaldi di posisi teratas dengan nilai 285, disusul Rizal Ismuhadi (267) dan Sardiyanto (240), keduanya warga Gempal.

 

Meski hasil itu sah secara administrasi, warga Gempal menolak keputusan tersebut. Mereka menilai kepala dusun seharusnya berasal dari lingkungan yang memahami karakter masyarakat setempat.

 

"Warga tidak mempermasalahkan proses seleksinya. Tapi secara etika, seharusnya yang menjadi kepala dusun adalah orang yang memahami betul kondisi di Gempal. Kalau bukan warga sini, bagaimana bisa memahami kondisi masyarakat,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Kamis (30/10/2025).

 

Sebagian warga bahkan menyatakan tidak akan mengakui kepala dusun terpilih jika tetap dilantik. "Biar dilantik, tapi tak usah dianggap biar malu sendiri," kata warga lain.

 

Seleksi jabatan kepala dusun Desa Wunut dibuka sejak 21 Juli hingga 22 Agustus 2025. Proses berjalan sesuai tahapan hingga hasilnya diumumkan pada awal Oktober.

 

Plt Camat Mojoanyar, Arifatur Roziq, membenarkan adanya penolakan dari warga namun menegaskan bahwa hingga kini belum ada aksi demonstrasi.

 

"Kemarin saya konfirmasi ke perangkat desa, tidak ada yang demo. Informasinya memang ada rencana demo, tapi tidak jadi. Dari pihak desa juga sudah berproses, sudah ada rekomendasi dari kami dan Bupati," ungkap Arifatur.

Baca Juga: Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

 

Menurutnya, seleksi sudah sesuai aturan karena bersifat terbuka bagi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI).

 

"Yang jadi masalahkan kebetulan ini kan beda dusun sama-sama Wunutnya, masalahnya disitu tidak mau terima. Kalau pemilihan ya memang harus dari Dusun Gempal sendiri, tapi sekarang bukan pemilihan melainkan pengangkatan, mekanismenya dengan ujian. Jadi siapapun WNI berhak mendaftar,” jelasnya.

 

Camat Mojoanyar juga menyebut telah mengingatkan warga sejak awal agar memahami mekanisme seleksi perangkat desa.

 

“Saya sudah wanti-wanti dari awal. Kalau memang tidak setuju, bisa menggugat dari awal sesuai mekanisme hukum,” ujarnya.

Baca Juga: Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

 

Ia menegaskan siap turun langsung ke lapangan untuk menjelaskan proses tersebut kepada warga bersama pemerintah desa.

 

“Saya siap hadir ke Gempal kalau dibutuhkan, untuk menjelaskan kepada warga bersama Kepala Desa Wunut dan Plt Kadus Gempal. Tujuannya agar situasi tetap kondusif,” tegasnya.

 

Situasi di Dusun Gempal saat ini terpantau aman. Warga berharap pemerintah desa dan kecamatan dapat meninjau ulang hasil seleksi dengan mempertimbangkan aspek sosial serta kearifan lokal masyarakat setempat.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Langkah Nyata Pemkab Jember dalam Hadirkan Layanan Gratis dan Sejahterakan Guru Ngaji

Pemkab Jember berharap informasi mengenai layanan administrasi, kesehatan, pendidikan, hingga program kesejahteraan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari penelusuran kepatuhan pelaporan PBJT sektor makanan dan minuman untuk masa pajak 1 tahun. 

75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Program ini bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi anak yatim piatu, anak terlantar, hingga anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.