Senin, 02 Feb 2026 01:21 WIB

Beda Dusun, Kadus Terpilih di Gempal Mojokerto Ditolak Warga

selalu.id – Warga Dusun Gempal, Desa Wunut, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto menolak hasil seleksi kepala dusun (kadus) yang dimenangkan oleh peserta dari luar dusun mereka. Penolakan terjadi setelah calon asal Dusun Wunut, Muhammad Rizaldi, dinyatakan lolos dengan nilai tertinggi.

 

Baca Juga: Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Seleksi jabatan kepala dusun digelar pada 1 Oktober 2025 dan diikuti tiga peserta. Dua di antaranya berasal dari Dusun Gempal, sedangkan satu peserta lainnya dari Dusun Wunut. Hasil seleksi yang dilakukan di Kantor Regional II Badan Kepegawaian Negara (BKN) Surabaya menempatkan Muhammad Rizaldi di posisi teratas dengan nilai 285, disusul Rizal Ismuhadi (267) dan Sardiyanto (240), keduanya warga Gempal.

 

Meski hasil itu sah secara administrasi, warga Gempal menolak keputusan tersebut. Mereka menilai kepala dusun seharusnya berasal dari lingkungan yang memahami karakter masyarakat setempat.

 

"Warga tidak mempermasalahkan proses seleksinya. Tapi secara etika, seharusnya yang menjadi kepala dusun adalah orang yang memahami betul kondisi di Gempal. Kalau bukan warga sini, bagaimana bisa memahami kondisi masyarakat,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Kamis (30/10/2025).

 

Sebagian warga bahkan menyatakan tidak akan mengakui kepala dusun terpilih jika tetap dilantik. "Biar dilantik, tapi tak usah dianggap biar malu sendiri," kata warga lain.

 

Seleksi jabatan kepala dusun Desa Wunut dibuka sejak 21 Juli hingga 22 Agustus 2025. Proses berjalan sesuai tahapan hingga hasilnya diumumkan pada awal Oktober.

 

Plt Camat Mojoanyar, Arifatur Roziq, membenarkan adanya penolakan dari warga namun menegaskan bahwa hingga kini belum ada aksi demonstrasi.

 

"Kemarin saya konfirmasi ke perangkat desa, tidak ada yang demo. Informasinya memang ada rencana demo, tapi tidak jadi. Dari pihak desa juga sudah berproses, sudah ada rekomendasi dari kami dan Bupati," ungkap Arifatur.

Baca Juga: Angin Kencang di Mojokerto Rusak 4 Rumah dan Tumbangkan Pohon Bikin Macet

 

Menurutnya, seleksi sudah sesuai aturan karena bersifat terbuka bagi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI).

 

"Yang jadi masalahkan kebetulan ini kan beda dusun sama-sama Wunutnya, masalahnya disitu tidak mau terima. Kalau pemilihan ya memang harus dari Dusun Gempal sendiri, tapi sekarang bukan pemilihan melainkan pengangkatan, mekanismenya dengan ujian. Jadi siapapun WNI berhak mendaftar,” jelasnya.

 

Camat Mojoanyar juga menyebut telah mengingatkan warga sejak awal agar memahami mekanisme seleksi perangkat desa.

 

“Saya sudah wanti-wanti dari awal. Kalau memang tidak setuju, bisa menggugat dari awal sesuai mekanisme hukum,” ujarnya.

Baca Juga: Momen Wali Kota Mojokerto Ikuti Workshop Pengelolaan Sampah di Jepang

 

Ia menegaskan siap turun langsung ke lapangan untuk menjelaskan proses tersebut kepada warga bersama pemerintah desa.

 

“Saya siap hadir ke Gempal kalau dibutuhkan, untuk menjelaskan kepada warga bersama Kepala Desa Wunut dan Plt Kadus Gempal. Tujuannya agar situasi tetap kondusif,” tegasnya.

 

Situasi di Dusun Gempal saat ini terpantau aman. Warga berharap pemerintah desa dan kecamatan dapat meninjau ulang hasil seleksi dengan mempertimbangkan aspek sosial serta kearifan lokal masyarakat setempat.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.