Jumat, 05 Jun 2026 00:46 WIB

Beda Dusun, Kadus Terpilih di Gempal Mojokerto Ditolak Warga

selalu.id – Warga Dusun Gempal, Desa Wunut, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto menolak hasil seleksi kepala dusun (kadus) yang dimenangkan oleh peserta dari luar dusun mereka. Penolakan terjadi setelah calon asal Dusun Wunut, Muhammad Rizaldi, dinyatakan lolos dengan nilai tertinggi.

 

Baca Juga: Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Seleksi jabatan kepala dusun digelar pada 1 Oktober 2025 dan diikuti tiga peserta. Dua di antaranya berasal dari Dusun Gempal, sedangkan satu peserta lainnya dari Dusun Wunut. Hasil seleksi yang dilakukan di Kantor Regional II Badan Kepegawaian Negara (BKN) Surabaya menempatkan Muhammad Rizaldi di posisi teratas dengan nilai 285, disusul Rizal Ismuhadi (267) dan Sardiyanto (240), keduanya warga Gempal.

 

Meski hasil itu sah secara administrasi, warga Gempal menolak keputusan tersebut. Mereka menilai kepala dusun seharusnya berasal dari lingkungan yang memahami karakter masyarakat setempat.

 

"Warga tidak mempermasalahkan proses seleksinya. Tapi secara etika, seharusnya yang menjadi kepala dusun adalah orang yang memahami betul kondisi di Gempal. Kalau bukan warga sini, bagaimana bisa memahami kondisi masyarakat,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Kamis (30/10/2025).

 

Sebagian warga bahkan menyatakan tidak akan mengakui kepala dusun terpilih jika tetap dilantik. "Biar dilantik, tapi tak usah dianggap biar malu sendiri," kata warga lain.

 

Seleksi jabatan kepala dusun Desa Wunut dibuka sejak 21 Juli hingga 22 Agustus 2025. Proses berjalan sesuai tahapan hingga hasilnya diumumkan pada awal Oktober.

 

Plt Camat Mojoanyar, Arifatur Roziq, membenarkan adanya penolakan dari warga namun menegaskan bahwa hingga kini belum ada aksi demonstrasi.

 

"Kemarin saya konfirmasi ke perangkat desa, tidak ada yang demo. Informasinya memang ada rencana demo, tapi tidak jadi. Dari pihak desa juga sudah berproses, sudah ada rekomendasi dari kami dan Bupati," ungkap Arifatur.

Baca Juga: Bupati Mojokerto: Jaga Keutuhan Indonesia di Momen Peringatan Hari Lahir Pancasila!

 

Menurutnya, seleksi sudah sesuai aturan karena bersifat terbuka bagi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI).

 

"Yang jadi masalahkan kebetulan ini kan beda dusun sama-sama Wunutnya, masalahnya disitu tidak mau terima. Kalau pemilihan ya memang harus dari Dusun Gempal sendiri, tapi sekarang bukan pemilihan melainkan pengangkatan, mekanismenya dengan ujian. Jadi siapapun WNI berhak mendaftar,” jelasnya.

 

Camat Mojoanyar juga menyebut telah mengingatkan warga sejak awal agar memahami mekanisme seleksi perangkat desa.

 

“Saya sudah wanti-wanti dari awal. Kalau memang tidak setuju, bisa menggugat dari awal sesuai mekanisme hukum,” ujarnya.

Baca Juga: Hari Lahir Pancasila, Wali Kota Mojokerto: Teguhkan Semangat Persatuan dan Perdamaian!

 

Ia menegaskan siap turun langsung ke lapangan untuk menjelaskan proses tersebut kepada warga bersama pemerintah desa.

 

“Saya siap hadir ke Gempal kalau dibutuhkan, untuk menjelaskan kepada warga bersama Kepala Desa Wunut dan Plt Kadus Gempal. Tujuannya agar situasi tetap kondusif,” tegasnya.

 

Situasi di Dusun Gempal saat ini terpantau aman. Warga berharap pemerintah desa dan kecamatan dapat meninjau ulang hasil seleksi dengan mempertimbangkan aspek sosial serta kearifan lokal masyarakat setempat.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.