Rabu, 22 Jul 2026 00:19 WIB

Pengusaha Surabaya Nilai Kanal Aduan Pajak dari Menkeu Bisa Jadi Angin Segar

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Cabang Khusus Tanjung Perak Surabaya, Kody Lamahayu Fredy
Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Cabang Khusus Tanjung Perak Surabaya, Kody Lamahayu Fredy

selalu.id – Pembukaan kanal aduan WhatsApp oleh Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa, terkait masalah Bea Cukai dan Pajak, disambut positif oleh kalangan pengusaha di Surabaya. Langkah ini dinilai dapat menjadi solusi atas berbagai persoalan yang selama ini dikeluhkan pelaku usaha.

 

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Cabang Khusus Tanjung Perak Surabaya, Kody Lamahayu Fredy, menilai keberadaan kanal aduan tersebut penting karena petugas pajak masih menjadi momok bagi pengusaha di Kota Pahlawan.

 

"Yang masih mengganggu, petugas pajak itu jadi momok pengusaha karena bisa mengada-ada," kata Kody saat dikonfirmasi, Kamis (30/10/2025).

 

Ia menuturkan, dirinya sering dituduh memiliki utang pajak dengan jumlah berlipat ganda. “Menuduh pengusaha hutang pajak dengan jumlah bisa 5 kali yang riil terhutang. Ternyata utangnya pajak nilainya katakan Rp 100 juta, menuduhnya bisa Rp 500 juta,” ujarnya.

 

Menurut Kody, jika pengusaha tidak menuruti permintaan, biasanya akan mendapat surat panggilan pemeriksaan. “Kalau tidak mau, disurati, diperiksa,” tambahnya.

Baca Juga: Pemkab Sidoarjo Minta Warga Taat Pajak Demi Percepatan Pembangunan

 

Kody mengaku pengalaman seperti ini telah berlangsung lama dan membuat pengusaha stres karena tidak tahu harus mengadu kepada siapa. Ia menilai praktik serupa dilakukan hampir semua petugas pajak di Surabaya.

 

“Itu hal membuat pengusaha stres, Pak. Sudah dari dulu dan dilakukan semua petugas pajak. Sebelumnya sudah demikian, sampai hari ini terulang lagi,” paparnya.

 

Baca Juga: Akibat Nunggak Pajak, 230 Aset Senilai Rp646,1 miliar Disita DJP

Ia menuturkan pernah berurusan langsung dengan petugas pajak yang memanggil dirinya pada tahun 2020. “Pernah, Pak (disurati dan dipanggil petugas pajak), tahun 2020 sekarang ada panggilan lagi. Masih diurus bagian accounting saya,” tuturnya.

 

Dengan adanya kanal pengaduan dari Menkeu Purbaya, Kody berharap masalah ini dapat segera diatasi dan tidak menimbulkan keresahan baru bagi pelaku usaha. Ia juga meminta agar pemerintah menindak tegas oknum petugas pajak yang merugikan pengusaha.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.