Kamis, 22 Okt 2026 13:39 WIB

Pengusaha Surabaya Nilai Kanal Aduan Pajak dari Menkeu Bisa Jadi Angin Segar

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Cabang Khusus Tanjung Perak Surabaya, Kody Lamahayu Fredy
Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Cabang Khusus Tanjung Perak Surabaya, Kody Lamahayu Fredy

selalu.id – Pembukaan kanal aduan WhatsApp oleh Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa, terkait masalah Bea Cukai dan Pajak, disambut positif oleh kalangan pengusaha di Surabaya. Langkah ini dinilai dapat menjadi solusi atas berbagai persoalan yang selama ini dikeluhkan pelaku usaha.

 

Baca Juga: Soal Polemik Pajak, Manajemen Rumah Makan AG Ny Suharti Surabaya Tegaskan Kooperatif

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Cabang Khusus Tanjung Perak Surabaya, Kody Lamahayu Fredy, menilai keberadaan kanal aduan tersebut penting karena petugas pajak masih menjadi momok bagi pengusaha di Kota Pahlawan.

 

"Yang masih mengganggu, petugas pajak itu jadi momok pengusaha karena bisa mengada-ada," kata Kody saat dikonfirmasi, Kamis (30/10/2025).

 

Ia menuturkan, dirinya sering dituduh memiliki utang pajak dengan jumlah berlipat ganda. “Menuduh pengusaha hutang pajak dengan jumlah bisa 5 kali yang riil terhutang. Ternyata utangnya pajak nilainya katakan Rp 100 juta, menuduhnya bisa Rp 500 juta,” ujarnya.

 

Menurut Kody, jika pengusaha tidak menuruti permintaan, biasanya akan mendapat surat panggilan pemeriksaan. “Kalau tidak mau, disurati, diperiksa,” tambahnya.

Baca Juga: Gelar Gerak Jalan Serentak 40 Kota, IKPI Pecahkan Rekor MURI

 

Kody mengaku pengalaman seperti ini telah berlangsung lama dan membuat pengusaha stres karena tidak tahu harus mengadu kepada siapa. Ia menilai praktik serupa dilakukan hampir semua petugas pajak di Surabaya.

 

“Itu hal membuat pengusaha stres, Pak. Sudah dari dulu dan dilakukan semua petugas pajak. Sebelumnya sudah demikian, sampai hari ini terulang lagi,” paparnya.

 

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

Ia menuturkan pernah berurusan langsung dengan petugas pajak yang memanggil dirinya pada tahun 2020. “Pernah, Pak (disurati dan dipanggil petugas pajak), tahun 2020 sekarang ada panggilan lagi. Masih diurus bagian accounting saya,” tuturnya.

 

Dengan adanya kanal pengaduan dari Menkeu Purbaya, Kody berharap masalah ini dapat segera diatasi dan tidak menimbulkan keresahan baru bagi pelaku usaha. Ia juga meminta agar pemerintah menindak tegas oknum petugas pajak yang merugikan pengusaha.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Peringatan Hari Santri, DPW PKB Jatim: Jihad Masa Kini adalah Melawan Karhutla

DPW PKB Jatim secara simbolis menyerahkan 5.000 bibit pohon kepada peserta apel sebagai wujud nyata komitmen menjaga kelestarian lingkungan.

Ruang Data Centre Lama Untag Terbakar, Satu PMK Diterjunkan

Alarm langsung berbunyi setelah muncul kepulan asap.

Carok di Sidoarjo, Pria Misterius Tewas dan Pedagang Es Degan Terluka

Polisi masih mendalami aksi pertengkaran berdarah yang mengakibatkan korban jiwa ini.

Perampokan Toko Emas di Jember, Pelaku Bawa Tas Isi Mata Uang Asing dan Valas Raib

Pelaku juga membacok pemilik toko emas murni Aliong dan ibunya.

67 Bangunan Liar di Frontage Road Sidoarjo Diratakan

selalu.id - Pemkab Sidoarjo menurunkan sekitar 600 personel gabungan untuk membongkar 67 bangunan liar di sepanjang frontage road di Kecamatan Waru, Gedangan,

Top 5 Berita: Klaim Utang Mendiang Suami hingga Hasil Liga Champions

Pembaca tertarik berita utang piutang hingga ekonomi.