Senin, 02 Feb 2026 16:18 WIB

Pengusaha Surabaya Nilai Kanal Aduan Pajak dari Menkeu Bisa Jadi Angin Segar

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Cabang Khusus Tanjung Perak Surabaya, Kody Lamahayu Fredy
Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Cabang Khusus Tanjung Perak Surabaya, Kody Lamahayu Fredy

selalu.id – Pembukaan kanal aduan WhatsApp oleh Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa, terkait masalah Bea Cukai dan Pajak, disambut positif oleh kalangan pengusaha di Surabaya. Langkah ini dinilai dapat menjadi solusi atas berbagai persoalan yang selama ini dikeluhkan pelaku usaha.

 

Baca Juga: Belajar ke Surabaya, Sidoarjo Tiru Sistem Pajak Digital dan Anggaran Efisien

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Cabang Khusus Tanjung Perak Surabaya, Kody Lamahayu Fredy, menilai keberadaan kanal aduan tersebut penting karena petugas pajak masih menjadi momok bagi pengusaha di Kota Pahlawan.

 

"Yang masih mengganggu, petugas pajak itu jadi momok pengusaha karena bisa mengada-ada," kata Kody saat dikonfirmasi, Kamis (30/10/2025).

 

Ia menuturkan, dirinya sering dituduh memiliki utang pajak dengan jumlah berlipat ganda. “Menuduh pengusaha hutang pajak dengan jumlah bisa 5 kali yang riil terhutang. Ternyata utangnya pajak nilainya katakan Rp 100 juta, menuduhnya bisa Rp 500 juta,” ujarnya.

 

Menurut Kody, jika pengusaha tidak menuruti permintaan, biasanya akan mendapat surat panggilan pemeriksaan. “Kalau tidak mau, disurati, diperiksa,” tambahnya.

Baca Juga: Pemkot Mojokerto: Bayar Pajak Tepat Waktu, Hadiah Umroh

 

Kody mengaku pengalaman seperti ini telah berlangsung lama dan membuat pengusaha stres karena tidak tahu harus mengadu kepada siapa. Ia menilai praktik serupa dilakukan hampir semua petugas pajak di Surabaya.

 

“Itu hal membuat pengusaha stres, Pak. Sudah dari dulu dan dilakukan semua petugas pajak. Sebelumnya sudah demikian, sampai hari ini terulang lagi,” paparnya.

 

Baca Juga: Mobil Tua Berpajak Tinggi, DPRD Surabaya Minta Dasar NJKB Harus Diubah

Ia menuturkan pernah berurusan langsung dengan petugas pajak yang memanggil dirinya pada tahun 2020. “Pernah, Pak (disurati dan dipanggil petugas pajak), tahun 2020 sekarang ada panggilan lagi. Masih diurus bagian accounting saya,” tuturnya.

 

Dengan adanya kanal pengaduan dari Menkeu Purbaya, Kody berharap masalah ini dapat segera diatasi dan tidak menimbulkan keresahan baru bagi pelaku usaha. Ia juga meminta agar pemerintah menindak tegas oknum petugas pajak yang merugikan pengusaha.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.

Perkuat Keandalan Pasokan Gas Bumi di Jatim, BPH Migas Dorong Roadmap FSRU

Langkah ini dinilai penting seiring meningkatnya kebutuhan gas untuk sektor industri, kelistrikan, dan rumah tangga.

Presiden Prabowo Ingatkan Kepala Daerah: Rakyat Butuh Pemimpin yang Jujur!

Prabowo mengatakan, harapan rakyat yang menginginkan pemimpin baik, adil, jujur, dan bekerja untuk kepentingan rakyat bukan harapan segelintir orang.

PDBI Jember Mulai Seleksi Atlet Drumband Jelang Porprov Jatim 2027

Seleksi atlet drum band tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan teknis, namun juga pada aspek kedisiplinan, mental bertanding, serta daya juang para atlet.