Rabu, 22 Jul 2026 21:14 WIB

Asemrowo Banjir Lagi, Motor Mogok dan Warga Kritik Proyek Saluran Air

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 29 Okt 2025 20:27 WIB

selalu.id – Hujan deras yang mengguyur Kota Surabaya selama lebih dari satu jam pada Rabu (29/10/2025) siang kembali menyebabkan banjir di kawasan Asemrowo. Genangan air setinggi betis orang dewasa membuat lalu lintas tersendat parah dan puluhan motor mogok di tengah jalan.

 

Baca Juga: 440 Titik Genangan Sudah Tuntas, Pemkot Surabaya Sebut Banjir Tak Akan Selesai Tanpa Langkah Pusat

Pantauan di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB, air menggenangi Jalan Asem Mulya dan Jalan Tanjungsari, tepat di bawah jalan tol arah barat. Banyak pengendara yang nekat menerjang banjir akhirnya harus berhenti karena mesin motor mati mendadak.

 

Petugas Lantas Polsek Asemrowo terlihat sibuk mengatur arus kendaraan, sementara sejumlah warga ikut membantu mendorong motor yang mogok.

 

“Sedang perjalanan antar penumpang ke Tambak Mayor, motor mogok. Kayaknya kemasukan air,” ujar Angga, driver ojek online asal Gresik.

 

Angga mengaku tetap melintas karena sedang membawa penumpang anak sekolah. “Terpaksa berhenti di sini, nggak bisa lanjut,” keluhnya.

 

Situasi lalu lintas makin semrawut karena banjir terjadi bertepatan dengan jam pulang kerja. “Waduh, banjir lagi, banjir lagi,” kata Hanif, warga yang motornya juga mogok dan harus didorong ke bengkel.

 

Baca Juga: Ketika Kota DIbangun untuk Beton, Bukan untuk Air

Ketua LPMK Asemrowo, Moch. Widodo, mengatakan genangan tidak hanya terjadi di jalan utama, tetapi juga masuk ke kawasan permukiman warga.

 

“Banjir juga merendam kawasan Tambak Pring Barat, Tambak Dalam, Tambak Mayor Utara, hingga Tambak Mayor Baru (Pasar),” jelas Widodo.

 

Ia menyebut banjir di Asemrowo sudah menjadi persoalan rutin tiap musim hujan. “Sudah tahun-tahunan begini, seakan nggak ada habisnya. Padahal kita sudah sering lapor ke Pemkot,” ujarnya tegas.

 

Baca Juga: Bikin Ngelus Dada, Ternyata Ini Penyebab Surabaya Banjir Hari Ini

Menurut Widodo, persoalan utama bukan hanya curah hujan tinggi, tapi juga buruknya sistem drainase. “Kendala utama di sisi utara, karena outlet vital menuju Bozem Avur Sumo Kali Tambak Lumpang tidak ada,” paparnya.

 

Ia juga menyoroti proyek saluran air di kawasan selatan. “Kalau di Tambak Mayor selatan, saluran Asem Mulya itu proyek gagal. Tidak sesuai gambar, karena saluran awal lebih tinggi, malah sekarang lebih rendah,” tambahnya.

 

Widodo berharap Pemkot Surabaya segera melakukan langkah konkret agar banjir di wilayahnya tidak terus berulang. “RW sudah berkali-kali bersurat, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.

DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Desakan itu muncul setelah delapan halte yang telah dipasangi iklan mampu menyumbang PAD sebesar Rp583 juta.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.