Sabtu, 26 Sep 2026 03:42 WIB

Asemrowo Banjir Lagi, Motor Mogok dan Warga Kritik Proyek Saluran Air

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 29 Okt 2025 20:27 WIB

selalu.id – Hujan deras yang mengguyur Kota Surabaya selama lebih dari satu jam pada Rabu (29/10/2025) siang kembali menyebabkan banjir di kawasan Asemrowo. Genangan air setinggi betis orang dewasa membuat lalu lintas tersendat parah dan puluhan motor mogok di tengah jalan.

 

Baca Juga: 440 Titik Genangan Sudah Tuntas, Pemkot Surabaya Sebut Banjir Tak Akan Selesai Tanpa Langkah Pusat

Pantauan di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB, air menggenangi Jalan Asem Mulya dan Jalan Tanjungsari, tepat di bawah jalan tol arah barat. Banyak pengendara yang nekat menerjang banjir akhirnya harus berhenti karena mesin motor mati mendadak.

 

Petugas Lantas Polsek Asemrowo terlihat sibuk mengatur arus kendaraan, sementara sejumlah warga ikut membantu mendorong motor yang mogok.

 

“Sedang perjalanan antar penumpang ke Tambak Mayor, motor mogok. Kayaknya kemasukan air,” ujar Angga, driver ojek online asal Gresik.

 

Angga mengaku tetap melintas karena sedang membawa penumpang anak sekolah. “Terpaksa berhenti di sini, nggak bisa lanjut,” keluhnya.

 

Situasi lalu lintas makin semrawut karena banjir terjadi bertepatan dengan jam pulang kerja. “Waduh, banjir lagi, banjir lagi,” kata Hanif, warga yang motornya juga mogok dan harus didorong ke bengkel.

 

Baca Juga: Ketika Kota DIbangun untuk Beton, Bukan untuk Air

Ketua LPMK Asemrowo, Moch. Widodo, mengatakan genangan tidak hanya terjadi di jalan utama, tetapi juga masuk ke kawasan permukiman warga.

 

“Banjir juga merendam kawasan Tambak Pring Barat, Tambak Dalam, Tambak Mayor Utara, hingga Tambak Mayor Baru (Pasar),” jelas Widodo.

 

Ia menyebut banjir di Asemrowo sudah menjadi persoalan rutin tiap musim hujan. “Sudah tahun-tahunan begini, seakan nggak ada habisnya. Padahal kita sudah sering lapor ke Pemkot,” ujarnya tegas.

 

Baca Juga: Bikin Ngelus Dada, Ternyata Ini Penyebab Surabaya Banjir Hari Ini

Menurut Widodo, persoalan utama bukan hanya curah hujan tinggi, tapi juga buruknya sistem drainase. “Kendala utama di sisi utara, karena outlet vital menuju Bozem Avur Sumo Kali Tambak Lumpang tidak ada,” paparnya.

 

Ia juga menyoroti proyek saluran air di kawasan selatan. “Kalau di Tambak Mayor selatan, saluran Asem Mulya itu proyek gagal. Tidak sesuai gambar, karena saluran awal lebih tinggi, malah sekarang lebih rendah,” tambahnya.

 

Widodo berharap Pemkot Surabaya segera melakukan langkah konkret agar banjir di wilayahnya tidak terus berulang. “RW sudah berkali-kali bersurat, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Layanan Home Care Pemkab Jember Dilirik Kemenkes, Jadi Inspirasi Daerah Lain

Meski begitu, Kemenkes tetap memberikan perhatian pada evaluasi program secara berkala guna memastikan efektivitasnya di lapangan.

ASN Surabaya jangan Enak-anakan, Begini Pesan Tegas DPRD

Sebelumnya, Wali Kota Eri Cahyadi telah menginstruksikan seluruh jajaran Pemkot untuk memindahkan sebagian aktivitas kerjanya ke Balai RW mulai Oktober 2026.

Progres RSUD Sedati Lampaui Target, Wabup Sidoarjo Wanti-wanti soal Kualitas Material

Inspeksi mendadak ini dilakukan menyusul adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan lambannya pengerjaan fisik di lokasi.

Pemkot Surabaya Larang Sekolah Jual Seragam Mulai Tahun Depan, Ini Penjelasannya

Selain penyelarasan desain, Pemkot Surabaya secara eksplisit melarang pihak sekolah negeri melakukan aktivitas jual beli seragam kepada siswa maupun orang tua.

RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

Golkar pun meminta Pemprov Jawa Timur menjelaskan strategi menjaga ketersediaan infrastruktur, konektivitas, hingga pemerataan layanan publik.

Viral Wadah MBG di Patrang Jember Disebut Kurang Bersih, Ini Kata Pihak Pengelola

Keluhan tersebut mengemuka setelah akun Facebook IWJ Ofisial milik Muhamad Abas mengunggah foto wadah makanan atau ompreng MBG yang dinilai kurang bersih.