Senin, 02 Feb 2026 00:54 WIB

Asemrowo Banjir Lagi, Motor Mogok dan Warga Kritik Proyek Saluran Air

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 29 Okt 2025 20:27 WIB

selalu.id – Hujan deras yang mengguyur Kota Surabaya selama lebih dari satu jam pada Rabu (29/10/2025) siang kembali menyebabkan banjir di kawasan Asemrowo. Genangan air setinggi betis orang dewasa membuat lalu lintas tersendat parah dan puluhan motor mogok di tengah jalan.

 

Baca Juga: Dampak Banjir Belum Pulih, Lima KA Jarak Jauh dari Surabaya Dibatalkan

Pantauan di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB, air menggenangi Jalan Asem Mulya dan Jalan Tanjungsari, tepat di bawah jalan tol arah barat. Banyak pengendara yang nekat menerjang banjir akhirnya harus berhenti karena mesin motor mati mendadak.

 

Petugas Lantas Polsek Asemrowo terlihat sibuk mengatur arus kendaraan, sementara sejumlah warga ikut membantu mendorong motor yang mogok.

 

“Sedang perjalanan antar penumpang ke Tambak Mayor, motor mogok. Kayaknya kemasukan air,” ujar Angga, driver ojek online asal Gresik.

 

Angga mengaku tetap melintas karena sedang membawa penumpang anak sekolah. “Terpaksa berhenti di sini, nggak bisa lanjut,” keluhnya.

 

Situasi lalu lintas makin semrawut karena banjir terjadi bertepatan dengan jam pulang kerja. “Waduh, banjir lagi, banjir lagi,” kata Hanif, warga yang motornya juga mogok dan harus didorong ke bengkel.

 

Baca Juga: Hujan Meluas, Delapan Kecamatan di Probolinggo Terendam Banjir

Ketua LPMK Asemrowo, Moch. Widodo, mengatakan genangan tidak hanya terjadi di jalan utama, tetapi juga masuk ke kawasan permukiman warga.

 

“Banjir juga merendam kawasan Tambak Pring Barat, Tambak Dalam, Tambak Mayor Utara, hingga Tambak Mayor Baru (Pasar),” jelas Widodo.

 

Ia menyebut banjir di Asemrowo sudah menjadi persoalan rutin tiap musim hujan. “Sudah tahun-tahunan begini, seakan nggak ada habisnya. Padahal kita sudah sering lapor ke Pemkot,” ujarnya tegas.

 

Baca Juga: Diguyur Hujan Deras, Dua Desa di Probolinggo Terendam Banjir

Menurut Widodo, persoalan utama bukan hanya curah hujan tinggi, tapi juga buruknya sistem drainase. “Kendala utama di sisi utara, karena outlet vital menuju Bozem Avur Sumo Kali Tambak Lumpang tidak ada,” paparnya.

 

Ia juga menyoroti proyek saluran air di kawasan selatan. “Kalau di Tambak Mayor selatan, saluran Asem Mulya itu proyek gagal. Tidak sesuai gambar, karena saluran awal lebih tinggi, malah sekarang lebih rendah,” tambahnya.

 

Widodo berharap Pemkot Surabaya segera melakukan langkah konkret agar banjir di wilayahnya tidak terus berulang. “RW sudah berkali-kali bersurat, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.