Sabtu, 06 Jun 2026 04:34 WIB

Asemrowo Banjir Lagi, Motor Mogok dan Warga Kritik Proyek Saluran Air

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 29 Okt 2025 20:27 WIB

selalu.id – Hujan deras yang mengguyur Kota Surabaya selama lebih dari satu jam pada Rabu (29/10/2025) siang kembali menyebabkan banjir di kawasan Asemrowo. Genangan air setinggi betis orang dewasa membuat lalu lintas tersendat parah dan puluhan motor mogok di tengah jalan.

 

Baca Juga: Mitigasi BPBD dalam Antisipasi Kekeringan di Jawa Timur, Begini Imbauannya

Pantauan di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB, air menggenangi Jalan Asem Mulya dan Jalan Tanjungsari, tepat di bawah jalan tol arah barat. Banyak pengendara yang nekat menerjang banjir akhirnya harus berhenti karena mesin motor mati mendadak.

 

Petugas Lantas Polsek Asemrowo terlihat sibuk mengatur arus kendaraan, sementara sejumlah warga ikut membantu mendorong motor yang mogok.

 

“Sedang perjalanan antar penumpang ke Tambak Mayor, motor mogok. Kayaknya kemasukan air,” ujar Angga, driver ojek online asal Gresik.

 

Angga mengaku tetap melintas karena sedang membawa penumpang anak sekolah. “Terpaksa berhenti di sini, nggak bisa lanjut,” keluhnya.

 

Situasi lalu lintas makin semrawut karena banjir terjadi bertepatan dengan jam pulang kerja. “Waduh, banjir lagi, banjir lagi,” kata Hanif, warga yang motornya juga mogok dan harus didorong ke bengkel.

 

Baca Juga: DPRD Jatim Soroti Peran Dinkes yang Tak Terlihat di Tengah Penanganan Banjir Pasuruan

Ketua LPMK Asemrowo, Moch. Widodo, mengatakan genangan tidak hanya terjadi di jalan utama, tetapi juga masuk ke kawasan permukiman warga.

 

“Banjir juga merendam kawasan Tambak Pring Barat, Tambak Dalam, Tambak Mayor Utara, hingga Tambak Mayor Baru (Pasar),” jelas Widodo.

 

Ia menyebut banjir di Asemrowo sudah menjadi persoalan rutin tiap musim hujan. “Sudah tahun-tahunan begini, seakan nggak ada habisnya. Padahal kita sudah sering lapor ke Pemkot,” ujarnya tegas.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Dorong Penerapan Berbasis Alam hingga Dakel Dalam Atasi Banjir

Menurut Widodo, persoalan utama bukan hanya curah hujan tinggi, tapi juga buruknya sistem drainase. “Kendala utama di sisi utara, karena outlet vital menuju Bozem Avur Sumo Kali Tambak Lumpang tidak ada,” paparnya.

 

Ia juga menyoroti proyek saluran air di kawasan selatan. “Kalau di Tambak Mayor selatan, saluran Asem Mulya itu proyek gagal. Tidak sesuai gambar, karena saluran awal lebih tinggi, malah sekarang lebih rendah,” tambahnya.

 

Widodo berharap Pemkot Surabaya segera melakukan langkah konkret agar banjir di wilayahnya tidak terus berulang. “RW sudah berkali-kali bersurat, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.