1.379 Orang Tua di Surabaya Diwisuda, Wali Kota Eri: Ukur Keberhasilannya Lewat Anak
- Penulis : Ade Resty
- | Kamis, 23 Okt 2025 11:39 WIB
selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Tim Penggerak PKK menggelar wisuda bagi 1.379 lulusan Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) di Convention Hall Arief Rahman Hakim, Rabu (22/10/2025).
Baca Juga: Kisah Inspiratif Ibu di Surabaya Selamatkan Anak dari Speech Delay
Program ini bertujuan meningkatkan kualitas pengasuhan anak usia 0–5 tahun. Peserta berasal dari empat kecamatan, yakni Mulyorejo (352 orang), Sukolilo (529 orang), Kenjeran (282 orang), dan Bulak (216 orang).
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengapresiasi dukungan perguruan tinggi yang mendampingi pelaksanaan SOTH. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya dilihat dari seremoni wisuda, tetapi dari perubahan nyata pada anak-anak peserta.
“Setelah mengikuti program SOTH dan diwisuda, saya mau tahu peningkatan apa yang terjadi pada anaknya. Misalnya berat badan sebelum dan sesudah, ini harus terukur,” kata Eri.
Ia berharap para lulusan terus menjadi pendamping terbaik bagi tumbuh kembang anak-anaknya. “Saya berdoa semua anak-anak Kota Surabaya bisa mendapatkan pendampingan terbaik dari orang tuanya untuk mencapai kesuksesan di masa depan,” ujarnya.
Ketua TP PKK Surabaya, Rini Indriyani, menambahkan bahwa peserta wajib menyelesaikan 14 kali pertemuan dengan materi berbeda sebelum dinyatakan lulus. Siapa pun yang tidak hadir penuh dinyatakan tidak lulus.
Baca Juga: Intervensi Cegah Stunting, Pemkot Surabaya Sekolahkan Ribuan Orang Tua
“Sebelum diwisuda, mereka wajib mengikuti 14 kali pertemuan. Kalau tidak lengkap, otomatis tidak lulus,” jelas Rini.
Ia menyebut para lulusan sebagai orang tua hebat karena bersedia meluangkan waktu untuk belajar menjadi lebih sabar dan bijak. “Banyak bunda yang bercerita kalau dulu mudah marah pada anak, tapi setelah ikut SOTH jadi lebih tenang dan sabar. Masyaallah, luar biasa,” katanya.
Rini juga memperkenalkan program lanjutan Kelas Remaja Orang Tua Tangguh, Kreatif, dan Mandiri (Kemangi), yang ditujukan bagi orang tua dengan anak usia 10–18 tahun.
“Usia remaja adalah masa penuh gejolak, jadi orang tua tetap harus hadir dan mengarahkan dengan benar,” tutur Rini.
Ia menutup kegiatan dengan ajakan agar para orang tua tetap menjadi pendukung utama bagi anak-anaknya. “Tetap jadi mama yang keren dan asyik untuk anak-anaknya, ya, Bunda,” pungkasnya.
Editor : Ading