Semburan Berbau Gas Gegerkan Warga Rungkut, PGN Pastikan Bukan dari Pipa Jaringan
- Penulis : Ade Resty
- | Jumat, 17 Okt 2025 09:40 WIB
selalu.id – Warga di kawasan Rungkut Madya, Surabaya Timur, digegerkan oleh munculnya semburan air berbau gas dari aliran sungai di perbatasan Rungkut Madya–Gununganyar, Kamis (17/10/2025) siang.
Baca Juga: Gerak Cepat PGN Tangani Semburan Air Berbau Gas di Sungai Rungkut Tengah
Semburan itu pertama kali terlihat sekitar pukul 14.00 WIB dan langsung menarik perhatian warga. Selain menyembur cukup tinggi, air yang keluar dari dasar sungai juga menimbulkan aroma gas menyengat, membuat warga panik dan melapor ke pihak berwenang.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Division Head Regional Support and Service PGN SOR III, Muhammad Rais Effendi, memastikan tim PGN langsung diterjunkan ke lokasi untuk memeriksa sumber semburan.
“Benar ada semburan di Sungai Rungkut Madya Utara. Tim kami sudah turun sejak pukul 14.00 WIB untuk melakukan pemeriksaan lapangan,” ujar Rais dalam keterangan tertulis.
Dari hasil pemeriksaan awal, Rais memastikan tidak ditemukan kebocoran pada jaringan pipa gas milik PGN. Penyaluran gas ke pelanggan di wilayah sekitar juga dilaporkan berjalan normal tanpa gangguan tekanan.
Baca Juga: PGN Tutup Aliran Gas, Semburan di Rungkut Berhenti Total
“Kami sudah periksa seluruh jaringan pipa di sekitar lokasi. Tidak ada kendala, gangguan, atau penurunan tekanan. Penyaluran ke pelanggan tetap aman,” tegasnya.
Meski begitu, hasil pengukuran di lapangan menunjukkan gelembung yang muncul mengandung gas metana (CH₄), jenis gas yang juga terdapat dalam gas bumi.
“Berdasarkan alat ukur di lokasi, terdeteksi adanya gas metana. Tapi kami masih memastikan apakah sumbernya dari pipa atau faktor lain,” tambah Rais.
Baca Juga: PDAM Surya Sembada Tegaskan Semburan di Rungkut Bukan Akibat Pipa Bocor
Ia menjelaskan, munculnya gas metana bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk sumber alami dari bawah tanah. Karena itu, PGN akan melakukan pemeriksaan lebih mendalam untuk memastikan penyebab pastinya.
“Kemungkinannya bisa dari faktor alami atau dari pipa bawah tanah. Kami terus memantau tekanan jaringan dan menelusuri sumber semburan tersebut,” tandasnya.
Editor : Ading
