61 Korban Ponpes Ambruk di Sidoarjo Dimuliakan Relawan NU Center Sesuai Syariat Islam
- Penulis : Dony Maulana
- | Selasa, 07 Okt 2025 14:06 WIB
selalu.id – Relawan pemulasaran jenazah dari NU Center Jawa Timur terus bekerja di Posko Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim sejak empat hari lalu. Mereka berupaya memberikan penghormatan terakhir yang layak sesuai syariat Islam kepada para korban runtuhnya Pondok Pesantren Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo.
Baca Juga: Identitas Mayat di Wonokusumo Terungkap, Diduga Dibacok Sekitar 60 Meter dari TKP
Kondisi jenazah yang rusak dan membusuk menjadi tantangan berat bagi tim relawan. Ahmad Soleh, salah satu relawan, menjelaskan bahwa timnya dibagi menjadi tiga kelompok dengan tugas berbeda, mulai dari memandikan, mengkafani, hingga menyolatkan jenazah yang berhasil diidentifikasi.
“Kami berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik bagi para korban. Meskipun kondisinya tidak memungkinkan seperti biasanya, kami tetap berpedoman pada syariat Islam,” ujar Ahmad Soleh, Senin (6/10/2025).
Proses pemulasaran dilakukan dengan hati-hati mengingat kondisi jenazah yang memprihatinkan. Pembersihan jenazah dilakukan seperlunya untuk menghilangkan debu dan kotoran. Dalam kondisi tertentu, proses memandikan jenazah ditiadakan.
Baca Juga: Angin Kencang di Surabaya, Pohon Tumbang Timpa Ojol dan Penumpang
Kabidokkes Polda Jatim Kombes Pol Khusnan Marzuki menyatakan bahwa pihaknya memfasilitasi seluruh kebutuhan keluarga korban, mulai dari pemulasaran, penyalatan, hingga pengantaran ke rumah duka.
Baca Juga: Diduga Sopir Mengantuk, Truk Cabai Tewaskan Pemotor di Mojokerto
“Mulai dari pemulasaran jenazah, menyalatkan, hingga mengantarkan jenazah ke rumah duka sesuai dengan permintaan keluarga korban,” tuturnya.
Kehadiran relawan NU Center Jatim di Posko DVI Rumah Sakit Bhayangkara sangat membantu dalam penanganan pascabencana ini. Mereka menjadi pilar penting untuk memastikan setiap korban mendapatkan pemulasaran yang layak dan penghormatan terakhir sesuai ajaran Islam. Upaya ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga yang berduka.
Editor : Ading