Selasa, 21 Jul 2026 21:09 WIB

Polda Bagi Tiga Kategori Korban Ponpes Ambruk di Sidoarjo, Begini Rinciannya

selalu.id – Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, menyampaikan proses identifikasi korban tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo masih terus berlangsung. Pernyataan itu ia sampaikan di ruang post mortem RS Bhayangkara Surabaya, Jumat (3/10/2025) pukul 14.30 WIB.

 

Baca Juga: Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir

“Kami membagi data penghuni pesantren ke dalam tiga kategori utama, yaitu santri, pengurus pesantren, dan pekerja bangunan. Data ini kami kumpulkan untuk mempermudah proses identifikasi,” ujar Nanang.

 

Kapolda menjelaskan, tantangan utama tim adalah kondisi bangunan yang runtuh. Pada tahap awal, fokus evakuasi diarahkan untuk menyelamatkan korban yang masih terjebak selama masa kritis tiga hari pertama. Setelah itu, tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Basarnas, dan relawan mulai mengeluarkan material bangunan agar alat berat bisa masuk ke area reruntuhan.

 

“Dalam proses tersebut, kami menemukan fakta bahwa masih ada 58 orang yang belum diketahui keberadaannya,” tambahnya.

 

Penemuan korban dilakukan bertahap karena bangunan empat lantai itu runtuh ke bawah. Pada saat kejadian, sebagian besar santri, pengurus, dan pekerja diduga berada di lokasi untuk melaksanakan salat. Data korban terus diperbarui seiring perkembangan lapangan.

Baca Juga: MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

 

Polda Jatim juga bekerja sama dengan tim ahli bangunan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk membantu pemindahan bongkahan beton. “Kami berharap proses ini berjalan lancar sehingga seluruh korban dapat ditemukan. Kami juga menyadari kemungkinan adanya korban yang belum terdata,” jelas Nanang.

 

Ia menekankan pentingnya pembelajaran dari peristiwa ini, khususnya terkait perizinan dan standar keselamatan dalam pembangunan. Meski begitu, fokus utama saat ini adalah identifikasi jenazah yang sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara.

Baca Juga: Diperas, Kehilangan Kerja dan Foto Syurnya Tersebar: Ibu di Sidoarjo Awalnya Hanya Pinjam Rp200 Ribu

 

“Kami telah mempersiapkan fasilitas dan tim medis untuk menangani identifikasi. Setiap jenazah akan diperiksa detail, mulai dari sidik jari, retina mata, DNA, hingga properti yang melekat,” katanya.

 

Kapolda berharap proses identifikasi bisa segera selesai agar keluarga korban mendapat kepastian. “Kami bekerja sama dengan media untuk menyampaikan informasi yang akurat dan terbaru, supaya keluarga yang menunggu segera mendapat kejelasan,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Menurut Yuga, efektivitas kebijakan tidak cukup diukur dari besarnya potongan yang diberikan, tetapi dari peningkatan transaksi jual beli properti.