Minggu, 06 Sep 2026 17:24 WIB

Polda Bagi Tiga Kategori Korban Ponpes Ambruk di Sidoarjo, Begini Rinciannya

selalu.id – Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, menyampaikan proses identifikasi korban tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo masih terus berlangsung. Pernyataan itu ia sampaikan di ruang post mortem RS Bhayangkara Surabaya, Jumat (3/10/2025) pukul 14.30 WIB.

 

Baca Juga: Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

“Kami membagi data penghuni pesantren ke dalam tiga kategori utama, yaitu santri, pengurus pesantren, dan pekerja bangunan. Data ini kami kumpulkan untuk mempermudah proses identifikasi,” ujar Nanang.

 

Kapolda menjelaskan, tantangan utama tim adalah kondisi bangunan yang runtuh. Pada tahap awal, fokus evakuasi diarahkan untuk menyelamatkan korban yang masih terjebak selama masa kritis tiga hari pertama. Setelah itu, tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Basarnas, dan relawan mulai mengeluarkan material bangunan agar alat berat bisa masuk ke area reruntuhan.

 

“Dalam proses tersebut, kami menemukan fakta bahwa masih ada 58 orang yang belum diketahui keberadaannya,” tambahnya.

 

Penemuan korban dilakukan bertahap karena bangunan empat lantai itu runtuh ke bawah. Pada saat kejadian, sebagian besar santri, pengurus, dan pekerja diduga berada di lokasi untuk melaksanakan salat. Data korban terus diperbarui seiring perkembangan lapangan.

Baca Juga: Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

 

Polda Jatim juga bekerja sama dengan tim ahli bangunan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk membantu pemindahan bongkahan beton. “Kami berharap proses ini berjalan lancar sehingga seluruh korban dapat ditemukan. Kami juga menyadari kemungkinan adanya korban yang belum terdata,” jelas Nanang.

 

Ia menekankan pentingnya pembelajaran dari peristiwa ini, khususnya terkait perizinan dan standar keselamatan dalam pembangunan. Meski begitu, fokus utama saat ini adalah identifikasi jenazah yang sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara.

Baca Juga: Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

 

“Kami telah mempersiapkan fasilitas dan tim medis untuk menangani identifikasi. Setiap jenazah akan diperiksa detail, mulai dari sidik jari, retina mata, DNA, hingga properti yang melekat,” katanya.

 

Kapolda berharap proses identifikasi bisa segera selesai agar keluarga korban mendapat kepastian. “Kami bekerja sama dengan media untuk menyampaikan informasi yang akurat dan terbaru, supaya keluarga yang menunggu segera mendapat kejelasan,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Membangun Kemandirian Teknologi Industri Maritim Indonesia melalui Robotika Bawah Air dalam Semangat Asta Cita

Laut Indonesia akhirnya bukan hanya menjadi kekayaan yang kita miliki, tetapi juga menjadi tempat kita membangun masa depan.

Bupati Jember Fawait Berangkatkan Peserta Tajemtra Meski Akui Baru Lepas Infus

Ia mengaku tidak ingin meninggalkan masyarakat yang telah datang dari berbagai wilayah untuk mengikuti Tajemtra.

Kolaborasi Pemkab Jember-KAI, 350 Peserta Tajemtra Berangkat ke Tanggul Naik Kereta Khusus

Penggunaan kereta api untuk mengangkut peserta diharapkan dapat memberikan perjalanan yang aman dan nyaman.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.