Kamis, 22 Okt 2026 00:56 WIB

Polda Bagi Tiga Kategori Korban Ponpes Ambruk di Sidoarjo, Begini Rinciannya

selalu.id – Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, menyampaikan proses identifikasi korban tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo masih terus berlangsung. Pernyataan itu ia sampaikan di ruang post mortem RS Bhayangkara Surabaya, Jumat (3/10/2025) pukul 14.30 WIB.

 

Baca Juga: Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

“Kami membagi data penghuni pesantren ke dalam tiga kategori utama, yaitu santri, pengurus pesantren, dan pekerja bangunan. Data ini kami kumpulkan untuk mempermudah proses identifikasi,” ujar Nanang.

 

Kapolda menjelaskan, tantangan utama tim adalah kondisi bangunan yang runtuh. Pada tahap awal, fokus evakuasi diarahkan untuk menyelamatkan korban yang masih terjebak selama masa kritis tiga hari pertama. Setelah itu, tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Basarnas, dan relawan mulai mengeluarkan material bangunan agar alat berat bisa masuk ke area reruntuhan.

 

“Dalam proses tersebut, kami menemukan fakta bahwa masih ada 58 orang yang belum diketahui keberadaannya,” tambahnya.

 

Penemuan korban dilakukan bertahap karena bangunan empat lantai itu runtuh ke bawah. Pada saat kejadian, sebagian besar santri, pengurus, dan pekerja diduga berada di lokasi untuk melaksanakan salat. Data korban terus diperbarui seiring perkembangan lapangan.

Baca Juga: Aksi Motoran Santri Sidoarjo Kampanyekan Tertib Lalu Lintas Sambut HSN 2026

 

Polda Jatim juga bekerja sama dengan tim ahli bangunan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk membantu pemindahan bongkahan beton. “Kami berharap proses ini berjalan lancar sehingga seluruh korban dapat ditemukan. Kami juga menyadari kemungkinan adanya korban yang belum terdata,” jelas Nanang.

 

Ia menekankan pentingnya pembelajaran dari peristiwa ini, khususnya terkait perizinan dan standar keselamatan dalam pembangunan. Meski begitu, fokus utama saat ini adalah identifikasi jenazah yang sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara.

Baca Juga: Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran, Doa Lintas Agama Digelar di Sidoarjo

 

“Kami telah mempersiapkan fasilitas dan tim medis untuk menangani identifikasi. Setiap jenazah akan diperiksa detail, mulai dari sidik jari, retina mata, DNA, hingga properti yang melekat,” katanya.

 

Kapolda berharap proses identifikasi bisa segera selesai agar keluarga korban mendapat kepastian. “Kami bekerja sama dengan media untuk menyampaikan informasi yang akurat dan terbaru, supaya keluarga yang menunggu segera mendapat kejelasan,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.

DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Langkah ini didorong pengalaman pembahasan Peraturan Daerah (Perda) tentang Hunian Layak yang menuai protes setelah aturan tersebut disahkan.

Sindikat Pengoplos LPG Subsidi Digulung Polres Pasuruan, 8 Orang Diamankan

Nilai penjualan ditaksir mencapai Rp300 juta dengan proyeksi keuntungan pihak B-P hingga Rp1 miliar, yang kini masih terus didalami penyidik.

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.

Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Polda Jatim juga menyoroti bahwa simpul utama praktik ODOL berakar pada komitmen bisnis antara pemilik barang (shipper) dan pengusaha angkutan (transporter).