Senin, 02 Feb 2026 05:25 WIB

Mantan Anggota Dewan Jatim Desak Gubernur Khofifah Minta Maaf Terkait Kasus Nopol Alphard  

selalu.id - Kasus dugaan penggunaan plat nomor palsu pada mobil Alphard yang digunakan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, terus menjadi sorotan.

 

Baca Juga: Kasus Korupsi Pokir DPRD Jatim, Hakim Minta KPK Panggil Gubernur Khofifah

Aktivis sekaligus mantan anggota DPRD Jawa Timur, Mathur Husyairi, menilai alasan keamanan yang dikemukakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait penggunaan plat nomor palsu tersebut sebagai alasan yang naif dan mengada-ada.

 

"Yang dipersoalkan bukan sekadar plat, tapi dugaan perbuatan melawan hukum. Nopol mobil lain dipasang di kendaraan berbeda, itu jelas pelanggaran,” tegas Mathur

 

Mathur menegaskan bahwa yang dipermasalahkan bukan hanya sekadar plat nomor, tetapi dugaan tindakan melawan hukum. Menyikapi hal ini, Mathur mendesak Gubernur Jawa Timur bersikap gentleman dengan meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat.

Baca Juga: F Bagus Panuntun Jabat Plt Wali Kota Madiun, Khofifah Pastikan Pelayanan Publik Tak Terganggu

 

Mathur Husyairi menambahkan bahwa anggaran operasional gubernur seharusnya sudah mencakup pengamanan resmi. Ia menilai kasus ini bukan hanya sekadar kelalaian administratif, tetapi ada dugaan praktik penyalahgunaan wewenang yang sengaja ditutup-tutupi.

 

Baca Juga: Soal Kasus Nopol Alphard Gubernur Khofifah Bungkam, Penyelidikan Polisi Mandek, Kebal Hukum?

Kasus ini bermula pada 11 September 2025, saat Gubernur Khofifah menggunakan mobil Alphard hitam dengan plat nomor W 1334 QB dalam kunjungan kerja di Mojokerto. Belakangan diketahui bahwa plat nomor tersebut terdaftar untuk kendaraan lain, yaitu Mitsubishi Pajero Sport.

 

Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur telah membuka penyelidikan terkait kasus ini. Namun, hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikannya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.