Mantan Anggota Dewan Jatim Desak Gubernur Khofifah Minta Maaf Terkait Kasus Nopol Alphard
- Penulis : Dony Maulana
- | Rabu, 01 Okt 2025 16:01 WIB
selalu.id - Kasus dugaan penggunaan plat nomor palsu pada mobil Alphard yang digunakan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, terus menjadi sorotan.
Baca Juga: Kasus Korupsi Pokir DPRD Jatim, Hakim Minta KPK Panggil Gubernur Khofifah
Aktivis sekaligus mantan anggota DPRD Jawa Timur, Mathur Husyairi, menilai alasan keamanan yang dikemukakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait penggunaan plat nomor palsu tersebut sebagai alasan yang naif dan mengada-ada.
"Yang dipersoalkan bukan sekadar plat, tapi dugaan perbuatan melawan hukum. Nopol mobil lain dipasang di kendaraan berbeda, itu jelas pelanggaran,” tegas Mathur
Mathur menegaskan bahwa yang dipermasalahkan bukan hanya sekadar plat nomor, tetapi dugaan tindakan melawan hukum. Menyikapi hal ini, Mathur mendesak Gubernur Jawa Timur bersikap gentleman dengan meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat.
Baca Juga: F Bagus Panuntun Jabat Plt Wali Kota Madiun, Khofifah Pastikan Pelayanan Publik Tak Terganggu
Mathur Husyairi menambahkan bahwa anggaran operasional gubernur seharusnya sudah mencakup pengamanan resmi. Ia menilai kasus ini bukan hanya sekadar kelalaian administratif, tetapi ada dugaan praktik penyalahgunaan wewenang yang sengaja ditutup-tutupi.
Baca Juga: Soal Kasus Nopol Alphard Gubernur Khofifah Bungkam, Penyelidikan Polisi Mandek, Kebal Hukum?
Kasus ini bermula pada 11 September 2025, saat Gubernur Khofifah menggunakan mobil Alphard hitam dengan plat nomor W 1334 QB dalam kunjungan kerja di Mojokerto. Belakangan diketahui bahwa plat nomor tersebut terdaftar untuk kendaraan lain, yaitu Mitsubishi Pajero Sport.
Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur telah membuka penyelidikan terkait kasus ini. Namun, hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikannya.
Editor : Ading