Minggu, 16 Agu 2026 09:42 WIB

Risma Kunjungi Lokasi Gedung Ponpes Ambruk di Sidoarjo, 38 Santri Masih Terjebak

Tri Rismaharini saat mengunjungi lokasi gedung ponpes ambruk
Tri Rismaharini saat mengunjungi lokasi gedung ponpes ambruk

selalu.id - Ketua Bidang Penanggulangan Bencana DPP PDI Perjuangan, Tri Rismaharini, mengunjungi lokasi ambruknya gedung di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, pada Selasa (30/9/2025). Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau langsung proses evakuasi korban pasca-runtuhnya bangunan tersebut.

Risma tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB, didampingi pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo, Tim Badan Penanggulangan Bencana, serta relawan. Setibanya di lokasi, Risma tampak prihatin melihat kondisi bangunan yang ambruk dan masih terdapat santri yang belum dievakuasi.

Dalam kunjungannya, Risma berdiskusi dengan tim Basarnas Surabaya mengenai langkah-langkah percepatan evakuasi. Ia menyarankan penggunaan alat penahan konstruksi model T dan pembuatan parit untuk melancarkan proses evakuasi.

“Kalau bisa ini diupayakan ada semacam alat penahan konstruksi model T agar proses evakuasinya bisa lancar. Kemudian bikin parit,” ujar Risma kepada tim penyelamat.

Setelah meninjau reruntuhan, Risma mengunjungi posko penanggulangan bencana dan bertemu dengan keluarga santri yang menunggu kabar. Ia menyampaikan duka mendalam dan memberikan dukungan moral kepada keluarga korban serta tim evakuasi. Risma juga meninjau pusat data penanggulangan bencana dan dapur umum untuk memastikan kebutuhan korban terpenuhi.

Baca Juga: Bukan Sekadar Karakter, Pramuka Sidoarjo Didorong jadi Motor Swasembada Pangan

“Panjenengan semua yang sabar nggeh, ini adalah ujian. Terutama untuk santri yang saat ini masih dalam proses evakuasi, kami doakan yang terbaik. Kita doakan juga kepada petugas yang saat ini sedang berjuang melakukan evakuasi,” ucap Risma dengan nada haru.

Sementara itu, Badan SAR Nasional (Basarnas) memperkirakan masih ada 38 santri yang terjebak di bawah reruntuhan. Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, menjelaskan bahwa dari 140 santri yang menjadi korban, 102 di antaranya telah dievakuasi. Sebagian besar santri dievakuasi mandiri, sementara 11 lainnya berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan.

Proses evakuasi masih terus berlangsung dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Basarnas, relawan, dan tim medis. Pihak berwenang terus berupaya untuk menemukan dan menyelamatkan para santri yang masih terjebak di bawah reruntuhan.

Baca Juga: Hari Pramuka ke-65, Wabup Sidoarjo ajak Generasi Muda Teladani Semangat Para Pahlawan

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Selain di Margorejo Surabaya, Pos Polisi Cito juga Dilempar Molotov

Pantauan di Pos Polisi Cito, saat ini sejumlah petugas tengah berjaga. Di dalam ruang tengah pos polisi itu, terlihat terpasang police line atau garis polisi.

Pelaku Pelemparan Molotov di Pos Polisi Margorejo Surabaya Itu Kendarai Motor

Saat ini, polisi tengah melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap pelakunya. Pelaku diketahui mengendarai motor dan kabur ke arah Utara.

Pos Polisi Margorejo Surabaya Dilempar Molotov, Begini Kesaksian Warga

Molotov yang dilempar oleh seorang pengendara motor misterius, itu disebut mengeluarkan suara ledakan meski tidak keras.

Pos Polisi Margorejo Surabaya Dilempar Molotov oleh Pemotor Misterius

Saat ini, polisi masih di lokasi kejadian untuk melakukan serangkaian penyelidikan, termasuk memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap insiden tersebut.

KUA-PPAS Sidoarjo 2026 Digedok, Belanja Daerah Turun Rp102,78 Miliar

Banggar DPRD Sidoarko meminta Pemkab memastikan dokumen perencanaan nasional, provinsi, dan kabupaten tetap selaras.

Pengurus ESI Gresik 2025-2028 Dilantik, Persiapan Porprov Jatim jadi Fokus

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta ESI Gresik memperbanyak event kompetisi untuk menjaring sekaligus membina bibit atlet esports.