Minggu, 01 Feb 2026 21:51 WIB

Sanggah Alasan Keamanan Soal Penggantian Nopol Mobil Gubernur Khofifah, Ini Kata Pakar Hukum

selalu.id – Penggunaan plat nomor berbeda pada mobil Toyota Alphard yang digunakan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memicu kontroversi di masyarakat. Video viral memperlihatkan mobil tersebut memakai dua plat nomor dalam dua hari berturut-turut.

 

Baca Juga: Kasus Korupsi Pokir DPRD Jatim, Hakim Minta KPK Panggil Gubernur Khofifah

Pada Kamis, 11 September 2025, mobil Alphard hitam itu terlihat menggunakan plat nomor W 1334 QB saat mengantar Gubernur Khofifah ke Kantor Sekretariat National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) dan sebuah pabrik sepatu di Mojokerto.

 

Berdasarkan penelusuran situs resmi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jatim, nomor tersebut terdaftar atas nama Mitsubishi Pajero Sport berwarna hitam mika keluaran 2023.

 

Keesokan harinya, Jumat, 12 September 2025, mobil yang sama kembali terlihat saat Gubernur Khofifah menghadiri kuliah umum di Gedung Islamic Center Surabaya. Namun kali ini, plat nomor mobil berubah menjadi L 1087 ZZH.

 

Kabag TU Biro Umum Setdaprov Jatim, Ribut Sariyono, menjelaskan bahwa Alphard tersebut bukan mobil dinas resmi, melainkan mobil sewaan. "Biasanya beliau pakai Innova, namun karena situasi masih memanas, jadi dipakai Alphard untuk sementara," katanya.

Baca Juga: F Bagus Panuntun Jabat Plt Wali Kota Madiun, Khofifah Pastikan Pelayanan Publik Tak Terganggu

 

Pakar hukum Universitas Bhayangkara, Solehudin, menilai alasan keamanan tidak dapat dijadikan pembenaran mengganti nomor kendaraan. Ia membenarkan pasca kericuhan di Jawa Timur, pejabat memang diperintahkan menggunakan mobil pribadi dan tidak berseragam.

 

"Tapi kalau menggunakan mobil pribadi atau rental, wajib pakai plat aslinya, tidak mengganti dengan nopol lain. Itu pelanggaran lalu lintas. Memang bukan tindak pidana, tapi jika dilakukan pejabat bisa disebut penyalahgunaan wewenang," tegasnya.

Baca Juga: Soal Kasus Nopol Alphard Gubernur Khofifah Bungkam, Penyelidikan Polisi Mandek, Kebal Hukum?

 

Solehudin menambahkan, sebagai pejabat publik, Gubernur Khofifah semestinya memberi contoh baik kepada masyarakat. Kasus ini disorot publik karena berpotensi menimbulkan preseden buruk.

 

Masyarakat pun berharap ada investigasi dan penjelasan transparan terkait penggunaan plat nomor ganda tersebut. Transparansi dan akuntabilitas dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.