Sabtu, 13 Jun 2026 14:42 WIB

Sanggah Alasan Keamanan Soal Penggantian Nopol Mobil Gubernur Khofifah, Ini Kata Pakar Hukum

selalu.id – Penggunaan plat nomor berbeda pada mobil Toyota Alphard yang digunakan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memicu kontroversi di masyarakat. Video viral memperlihatkan mobil tersebut memakai dua plat nomor dalam dua hari berturut-turut.

 

Baca Juga: Sederet Komitmen Pemprov Jatim dalam Dukung Perkembangan Industri Konstruksi

Pada Kamis, 11 September 2025, mobil Alphard hitam itu terlihat menggunakan plat nomor W 1334 QB saat mengantar Gubernur Khofifah ke Kantor Sekretariat National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) dan sebuah pabrik sepatu di Mojokerto.

 

Berdasarkan penelusuran situs resmi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jatim, nomor tersebut terdaftar atas nama Mitsubishi Pajero Sport berwarna hitam mika keluaran 2023.

 

Keesokan harinya, Jumat, 12 September 2025, mobil yang sama kembali terlihat saat Gubernur Khofifah menghadiri kuliah umum di Gedung Islamic Center Surabaya. Namun kali ini, plat nomor mobil berubah menjadi L 1087 ZZH.

 

Kabag TU Biro Umum Setdaprov Jatim, Ribut Sariyono, menjelaskan bahwa Alphard tersebut bukan mobil dinas resmi, melainkan mobil sewaan. "Biasanya beliau pakai Innova, namun karena situasi masih memanas, jadi dipakai Alphard untuk sementara," katanya.

Baca Juga: Demi Dongkrak Daya Beli, Pemprov Jatim Salurkan Bantuan Sosial Rp32,16 Miliar di Ngawi 

 

Pakar hukum Universitas Bhayangkara, Solehudin, menilai alasan keamanan tidak dapat dijadikan pembenaran mengganti nomor kendaraan. Ia membenarkan pasca kericuhan di Jawa Timur, pejabat memang diperintahkan menggunakan mobil pribadi dan tidak berseragam.

 

"Tapi kalau menggunakan mobil pribadi atau rental, wajib pakai plat aslinya, tidak mengganti dengan nopol lain. Itu pelanggaran lalu lintas. Memang bukan tindak pidana, tapi jika dilakukan pejabat bisa disebut penyalahgunaan wewenang," tegasnya.

Baca Juga: Puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Khofifah Ajak Tanam Pohon dan Kelola Sampah

 

Solehudin menambahkan, sebagai pejabat publik, Gubernur Khofifah semestinya memberi contoh baik kepada masyarakat. Kasus ini disorot publik karena berpotensi menimbulkan preseden buruk.

 

Masyarakat pun berharap ada investigasi dan penjelasan transparan terkait penggunaan plat nomor ganda tersebut. Transparansi dan akuntabilitas dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Peringati Harganas ke-33, KB Permanen di Jember Sasar 234 Perempuan dan 25 Laki-laki

Target akseptor MOW di Jember berkisar 250 peserta dan kini hampir seluruhnya telah terpenuhi.

Demi Tingkatkan Layanan ke Masyarakat, Polres Probolinggo Resmikan Gedung SPKT Baru

Kapolres Probolinggo juga mengingatkan seluruh personel yang bertugas di SPKT agar mengedepankan sikap ramah, responsif, dan berorientasi pada solusi.

Diduga Ada yang Nyontek di Seleksi Direksi PDAM Delta Tirta, Begini Pengakuan Seorang Peserta

"Saya duduk bersebelahan dengan yang diduga pelaku. Selain saya, ada yang duduk di depan dan di belakang yang juga mengetahui kejadian tersebut," ungkap Sigit.

Lagi Asyik Latihan Musik, Motor Pemuda di Mojokerto Dicuri Maling

Sebelum beraksi, pelaku datang dua kali, pertama memantau keadaan dan dua kali motor langsung dibawa kabur.

Surabaya Jadi Percontohan Nasional Program Indonesia-UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Surabaya dipilih sebagai kota pertama pelaksanaan program karena dinilai memiliki komitmen kuat dalam pengelolaan sampah dan pengendalian pencemaran lingkungan.

Antar Penumpang ke Bandara Juanda, Driver Ojol Tewas Tertabrak Mobil

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat berkendara di kawasan bandara yang memiliki lalu lintas kendaraan cukup padat.