Selasa, 06 Okt 2026 17:27 WIB

Sanggah Alasan Keamanan Soal Penggantian Nopol Mobil Gubernur Khofifah, Ini Kata Pakar Hukum

selalu.id – Penggunaan plat nomor berbeda pada mobil Toyota Alphard yang digunakan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memicu kontroversi di masyarakat. Video viral memperlihatkan mobil tersebut memakai dua plat nomor dalam dua hari berturut-turut.

 

Baca Juga: Cegah Inflasi, Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah ke-158 di Mojokerto

Pada Kamis, 11 September 2025, mobil Alphard hitam itu terlihat menggunakan plat nomor W 1334 QB saat mengantar Gubernur Khofifah ke Kantor Sekretariat National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) dan sebuah pabrik sepatu di Mojokerto.

 

Berdasarkan penelusuran situs resmi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jatim, nomor tersebut terdaftar atas nama Mitsubishi Pajero Sport berwarna hitam mika keluaran 2023.

 

Keesokan harinya, Jumat, 12 September 2025, mobil yang sama kembali terlihat saat Gubernur Khofifah menghadiri kuliah umum di Gedung Islamic Center Surabaya. Namun kali ini, plat nomor mobil berubah menjadi L 1087 ZZH.

 

Kabag TU Biro Umum Setdaprov Jatim, Ribut Sariyono, menjelaskan bahwa Alphard tersebut bukan mobil dinas resmi, melainkan mobil sewaan. "Biasanya beliau pakai Innova, namun karena situasi masih memanas, jadi dipakai Alphard untuk sementara," katanya.

Baca Juga: Menko AHY Resmikan 166 Rumah Revitalisasi Kampung Nelayan di Campurejo Gresik

 

Pakar hukum Universitas Bhayangkara, Solehudin, menilai alasan keamanan tidak dapat dijadikan pembenaran mengganti nomor kendaraan. Ia membenarkan pasca kericuhan di Jawa Timur, pejabat memang diperintahkan menggunakan mobil pribadi dan tidak berseragam.

 

"Tapi kalau menggunakan mobil pribadi atau rental, wajib pakai plat aslinya, tidak mengganti dengan nopol lain. Itu pelanggaran lalu lintas. Memang bukan tindak pidana, tapi jika dilakukan pejabat bisa disebut penyalahgunaan wewenang," tegasnya.

Baca Juga: Momen Haru Warga Mojokerto Sambut Bantuan Air Bersih dari Pemerintah

 

Solehudin menambahkan, sebagai pejabat publik, Gubernur Khofifah semestinya memberi contoh baik kepada masyarakat. Kasus ini disorot publik karena berpotensi menimbulkan preseden buruk.

 

Masyarakat pun berharap ada investigasi dan penjelasan transparan terkait penggunaan plat nomor ganda tersebut. Transparansi dan akuntabilitas dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Nasib Nahas Sofyan, Jadi Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Surabaya di Hari Pertama Kerja

Sofyan kini harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Haji Surabaya setelah mengalami luka bakar serius di bagian wajah serta kedua tangannya.

Hindari Jalan A Yani Surabaya, Ada Demo Depan Polda Jatim Bikin Macet

Bagi pengguna jalan yang dari arah Sidoarjo menuju Surabaya, hindari jalan depan Mapolda Jatim, karena para pendemo menutup jalan.

Ledakan di Ruko Pakuwon City Surabaya, Polisi Sita Tabung Elpiji 50 Kilogram

Polisi juga mengamankan bagian hose atau selang instalasi yang masih berkaitan dengan tabung tersebut. 

Ledakan Elpiji di Ruko Pakuwon City, DPRD Surabaya Soroti SLF dan PBG

selalu.id - DPRD Surabaya menyoroti persoalan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) pada bangunan dan unit usaha pasca peristiwa ledakan di Ruko San Antonio, Pakuwon

Saksi Mata Ungkap Korban Keluar dengan Baju Sobek dari Lokasi Ledakan Ruko Pakuwon City Surabaya

Tito menyebut ledakan tersebut terdengar seperti bom.

Ledakan di Ruko Pakuwon City Surabaya Diduga Gegara Kebocoran Tabung Elpiji

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan di lokasi, saat itu sedang berlangsung aktivitas memasak di salah satu ruko.